by

Begawe Ngujur Nelayan Gatep Menerima Bantuan Jaring

MATARAM – Kelompok Nelayan Tunas Harapan Gatep  di Kelurahan Ampenan Selatan di Kota Mataram, menyelenggarakan Begawe Ngujur Jum’at 20 Mei 2022 sore. Tradisi tasyakuran oleh nelayan setempat berupa doa dan makan bersama dan diramaikan alunan musik Penting Gambus sebagai tradisi musik pesisir oleh pemusik Sasak Kake Kholis.

Hidangan makannya sebenarnya diadakan secara sederhana dalam Dulang Pelecingan Ikan Laut (dari bahasa Sasak dulang berarti nampan tempat makanan). Kemudian permainan Penting Gambus mengingat Penting Gambus merupakan alat musik yang lahir dari daerah pesisir. Secara filosofi bentuk merupakan wujud dayung sampan, dengan senar menggunakan tasik (tali senar) nelayan. Alat musik ini dipadukan dengan permainan rebana.

Kelompok nelayan ini berada di sekitar lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesiin Gas Uap (PLTMGU) Lombok Peaker.

Tradisi Begawe Ngujur ini menyambut pemberian bantuan alat tangkap ikan berupa puluhan jaring dan pengembangan UMKM untuk nelayan ini, yang merupakan program PLN Peduli yang memiliki semangat dari pilar Sustainable Development Goals (SDGs).

Masyarakat nelayan akan di dampingi mengembanban produk hasil tangkapan,seperti produk abon ikan dan kerupuk dendeng ikan. Hal ini guna meningkatkan nilai ekonomis dari hasil tangkapan tersebut melalui pengembangan produk jadi yg berbahan baku ikan laut

Penasihat Koperasi Tunas Harapan Gatep. Lalu Azwin Hamdani mengapresiasi aksi peduli PLN terhadap keberlangsungan hidup nelayan di Ampenan. “Begawe ini bukan sekadar tentang bantuan, tapi harapan terbesar bisa terwujudnya hubungan emosional PLN dengan masyarakat nelayan,” kata Azwin.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi, Otong Sugiyono pada kesempatan itu menjelaskan bahwa PLN tidak hanya bertugas membangun infrastruktur ketenagalistrikan dan mendistribusikan listrik kepada pelanggan, tetapi juga harus memiliki peran dan turut andil dalam membangun masyrakat, terlebih lagi masyrakat disekitar ring pembangunan aset PLN.

Berdasarkan hasil proses survey dan diskusi, PLN memiliki konsep pengembangan terkait bantuan tersebut. Apabila hanya memberikan bantuan jaring menurutnya, itu hanya konsep lama. “Dari hasil tangkapan, ikannya akan dibawa kemana,” ujar Otong.

Jikan hasil tangkapan dijual Rp40 ribu per kilogram menurut Otong, itu tidak seberapa. Yang diharapkan, bagaimana hasil laut itu dikelola untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Salah satu misalnya dikelola menjadi produk jadi seperti abon ikan.

Ia meyakini konsep itu bisa memperoleh hasil yang lebih baik, dan kedepan kelompok masyarakat nelayan akan mengembangkan produk-produk lainnya, dan tidak hanya bertumpu pada satu produk akan tetapi produk yg dihasilkan harus dapat mengakomodir kapasitas masyrakat kampung nelayan

PLN Peduli melaksanakan konsep penyaluran bantuan pengembangan usaha yang berkesinambungan, sehungga pemanfaat bantuan tersebut mampu menciptakan keseimbangan dan tentunya nilai tambah untuk menciptakan kesejahtraan bagi kelompok masyrakat penerima manfaat.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed