by

Gedung Kantor OJK NTB Diresmikan

MATARAM – Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meresmikan gedung baru kantor OJK Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin 9 Nopember 2020 pagi. Gedung empat lantai tersebut seluas 1.860 meter persegi tersebut berada di seberang timur Lapangan Malomba Ampenan.

Menurut Wimboh Santoso, selesai dibangunnya gedung ini diharapkan bisa memberikan manfaat sektor jasa keuangan dan masyarakat. Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan gedung ini menambah ikon NTB. Wimboh Santoso pun berharap masih perlu banyak bantuan yang diberikan.

Selain itu, ia juga berpendapat bahwa literasi harus ditingkatkan agar masyarakat mengakses keuangan. ”Pembiayaan bisa murah gampang tanpa berbelit-belit,” kata Wimboh Santoso.

Ia membenarkan bahwa di NTB masih diperlukan adanya bank wakaf mikro yang nilai bunganya murah. ”Banyak hal bisa dikerjakan masyarakat empat sektor diantaranya pertanian, peternakan dan pariwisata,” ucapnya. Ini bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah  menyampaikan keberadaankantor OJK baru di NTB diharapkan bisa meningkatkan kontribusi OJK dalam membangun perekonomian NTB termasuk dengan meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat NTB. Literasi keuangan menjadi tantangan, karena banyak masyarakat NTB masih buta keuangan. ”Kehadiran OJK yang handal diharapkan bisa meningkatkan kontribusinya bagi NTB,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR RI Wartiah mengharapkan keberadaan kantor baru OJK bisa meningkatkan kinerja OJK dalam membangun ekonomi daerah seperti dengan menambah jumlah BWM yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Data industri  jasa keuangaan (IJK) yang beroperasi di NTB antara lain 31 Bank Umum, 32 BPR,  33 Perusahaan Asuransi (termasuk BPJS), 32 Perusahaan Pembiayaan, 3 Modal Ventura, 2 Dana Pensiun, 2 Usaha Pergadaian, 2 Perusahaan Penjaminan, 5 Sekuritas 5 dan 3 Bank WakafMikro.

Sampai September 2020, pertumbuhan kredit di NTB masih tumbuh positif 21,22persen, sementara aset tumbuh 21,27 persen dan DPK tumbuh 7,91 persen. Tingginya pertumbuhan kredit di NTB berasal dari kontribusi kredit konsumsi dengan porsi sebesar 43 persen, kredit ke sektor pertambangan dan penggalian sebesar 23 persen, dan kredit ke sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 22 persen..Sedangkan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan tumbuh rendah melandai 1,35 persen (yoy) di September 2020 lalu.(*)

 

Selain meresmikan gedung tersebut, juga diserahkan bantuan sosial akibat dampak gempa bumi senilai Rp 3,45 miliar untuk masjid, pura dan vihara serta air bersih sepanjang empat kilometer di Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, guna mempercantik kota Mataram, dilakukan pembangunan taman di seberang depan kantor OJK.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed