by

Menikmati Alam Dari Bengkaung Lombok

MATARAM  – Desa Bengkaung terletak 11 kilometer arah utara dari Kota Mataram. Berada di Kecamatan Batu Layar Kabupaten Lombok Tengah, berada di ketinggian 550 mdpl. Kini, desa yang berjarak 14 kilometer dari kawasan wisata Senggigi tersebut menjadi destinasi baru yang udaranya sejuk untuk menikmati panorama alam kota Mataram dan sektiarnya.

Dari kawasan Dusun Bunian dan Dusun Pelolat yang berada di jalur tanjakan di Desa Bengkaung tersebut. kini bermunculan kedai – kedai baru dan tempat selfi. Jika pagi hari bisa menikmati Sunrise di atas bukit memanjang di sekitar Desa Kekait hingga Pusuk (Puncak), juga gedung -gedung tinggi Islamic Center dan Transmart di tengah kota Mataram hingga pantai Ampenan dan selat Lombok di belahan barat pulau Lombok hingga Sunset menjelang matahari tenggelam di balik Gunung Agung – Bali pada petang hari.

Tour Organizer Ini Lombok Tour  Benny Irawan yang juga penyuka sepeda santai, sesekali mendatangi Bengkaung. ”Lokasinya cukup tinggi di sana banyak cafe dan resto buat nongkrong anak – anak muda,” ucapnya.

Benny Irawan mengatakan mulai sore sampai malam bisa menikmati indahnya kerlap kerlip kota mataram dari atas Bengkaung. ”Walaupun areanya tidak luas, lokasinya mirip di Batu Malang,” katanya.

”Dari sini tampak pemandangan alam selama 24 jam. Ada hutan, pantai dan kota. Di sini, penggemar sepeda santai atau penjelajah bisa menikmati alam,” kata Kepala Dusun Bunian Ahmad Zaini, 32 tahun, alumni S1 Pendidikan Universitas Islam Negeri Mataram, 2013.

Di desa yang penduduknya semula bekerja sebagai petani penyadap aren untuk gula merah tersebut bisa ditemukan berbagai pohon diantaranya enau, kelapa, juwet dan blinjo.

Zaini menyebut rata – rata pengunjung yang datang ribuan orang seharinya, mulai pagi hari pukul 8 pagi hingga tengah malam. Berjarak sekitar 2,5 kilometer dari kantor desa yang menonjol berdirinya kedai-kedai Bukit Bintang, Taman Langit,  Jendela Laut, D’Puncak.

Pemilik Kedai Bukit Bintang Khaerudin, 43 tahun, menceritakan mulai dijadikan spot keindahan alam tersebut setelah terjadinya gempa tahun 2018 lalu.  Ia yang mengungsi dari rumah yang rusak di kampungnya beralih ke lokasi Bukit Bintang. Anaknya, Muhammad Busyairi, 16 tahun mendirikan rumah pohon,” ujarnya sewaktu ditemui, Ahad, 22 Agustus 2021 pagi.

Waktu itu, lokasi tanah milik Khaerudin seluas 13 are sering dijadikan tempat kemah mahasiswa Universitas Mataram melakukan kuliah kerja nyata. Bahkan, ada pula anggota TNI yang menempatinya menginap semalam sewaktu menjalani latihan. ”Kemudian setelah jalanan di sini diaspal hotmix, sejak itu lokasi ini menjadi viral,” kata Khaerudin yang kemudian menyediakan lima berugak (tempat duduk-duduk khas Sasak). dan menambah tempat selfi yang lainnya diantaranya Garuda.

Bengkaung semakin dikenal setelah adanya kedai baru Taman Langit yang dikelola pasangan suami-istri Syarif Hidayatullah, 29 tahun, dan Samira, 28 tahun, yang memiliki pengalaman berkunjung ke lokasi wisata di Malang Jawa Timur. Sewaktu mendampingi Syarif Hidayatullah kuliah di Malang, Sarima beberapa kali berwisata ke daerah perbukitan.

Setahun terakhir ini mereka yang menginvestasikan dannya sekitar Rp 1 miliar untuk membuka Kedai Taman Langit yang menyediakan 150 tempat duduk yang jika normal mampu menampung 500an orang di atas areal seluas 10 are. Di sana, mereka mendirikan empat lokasi selfi yang berhadapan langsung tanpa penghalang di sisi barat jalan ke arah barat dan selatan – timur kota Mataram.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saepul Akhkam menyebutnya Bengkaung memanjakan  para pengunjung seolah melihat pemandangan alam luar biasa dari atas langit. ”Terhampar bebas memanjakan mata para pengunjung saat berada di tempat ini,” ujar Saepul Akhkam.

Ia menilai lokasi wisata Bengkaung yang berada di daerah berbukit membuat jalan yang harus ditempuh ke lokasi ini cukup memacu adrenalin sehingga memerlukan tarikan gas yang lebih untuk sampai ke titik lokasi. Namun jangan terlalu khawatir, karena pengunjung tidak akan menjumpai jalan tanah maupun berbatu. Akses jalan sepanjang kurang lebih 8 km dari dua jalan masuk menuju tempat ini sekarang sudah beraspal penuh.

Selanjutnya jalan curam yang telah dilalui akan terbayar lunas oleh pemandangan indah dari ketinggian. Keringat akan terusap angin sejuk perbukitan, dahaga pun akan hilang oleh buah kelapa muda segar dengan aneka makanan dan minuman hingga cemilan ramah saku yang tersedia di tempat ini.

Ia berharap kawasan Bengkaung ini dapat menjadi destinasi alternatif bagi destinasi-destinasi lain khususnya yang ada di kawasan Batulayar dan sekitarnya. “Ketika pengalaman berwisata ke pantai sudah jenuh, ya silahkan naik ke Bengkaung,” ucapnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed