by

Kuliner Takjil Diawasi Balai Besar POM Mataram

MATARAM – Untuk menjaga keamanan dan kenyaman makanan selama bulan puasa hingga lebaran nanti, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Mataram melakukan pengawasan pedagang yang muncul di berbagai pasar di wilayah Kota Mataram.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap Ramadhan tampil pasar kue takjil berbagai rupa jajanan tradisi di Lombok yang diperdagangkan. Ada kue srimuka, bubur kacang ijo, kolak, lupis, susun ijo. Sedangkan lauk untuk makan, terdiri dari urap-urapan dan ebatan, plecing kangkung.

Pengawasan yang dipimpin oleh Koordinator Subtansi Pemeriksaan Balai Besar POM di Mataram Siti Nurkolina, melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan juga mendatangi sarana distribusi pangan yang terdiri dari distributor, toko, supermarket, hypermarket, pembuat/penjual parsel, dan juga pasar tradisional. Targetnya diutamakan pada pangan olahan tanpa izin edar, kadaluarsa, rusak kemasan rusak, kaleng berkarat. ”Dan juga pangan jajanan bukapuasa atau takjil,” kata Siti Nurkolina

Dilengkapi mobil Laboratorium Keliling ke sentra pedagang jajanan buka/takjil dan selanjutnya dilakukan sampling produk pangan secara uji cepat dengan parameter uji bahan berbahaya boraks, rodhamin B, formalin, methanyl yellow/kuning metanil.

Hingga hari ini pengawasan pangan olahan di pulau Lombok sudah memeriksa 61 sarana yang terdiri dari 34 distributor dan 27 retail/toko/pengecer. Temuannya 52 atau 85.2 persen menenuhi kesehatan dan sembilan atau 14,8 persen tidak memenuhi kesehatan.

Pengawasan pangan jajanan Buka Puasa/Takjil yang dilakukan di sentra jajanan buka puasa di Jalam Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan PanjiTilar, Pasar Kebon Roek, Pasar ACC, Sentra Jajanan Lapangan Pagutan, sentra pedagang di Tembolak Lingkar Selatan, dengan hasil temuannya terhadap 43 pedagang yang menjual pangan bukapuasa/takjil sebanyak 76 sampel takjil, hampir seluruhnya memenuhi syarat yaitu 75 sampel atau 98,7 persen. Yang tidak memenuhi syarat hanya satu sampel atau 1,3 persen berupa krupuk terigu mengandung BahanBerbahayaBoraks, yang disamplingdari salah satu pedagang di Pasar KebonRoek

Siti Nukolina menyebutkan resiko yang diakibatkan jika mengkonsumsi pangan mengandung bahan berbahaya Boraks dapat menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal. Formalin dapat menyebabkan mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar (jangkapendek), kerusakan jantung, hati, otak, system saraf pusat. Methanyl Yellow/ KuningMetanil dan Rhodamin B jika terakumulasi dapat menyebabkan kanker.

Agar lebih meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya produk pangan tidak memenuhi syarat selama Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021, BB POM di Mataram juga melakukan sosialisasi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) KeamananPangan.

Melalui kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama bulan Ramadhan, diharapkan dapat menjaga ketenangan dan kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa,  dan masyarakat sebagai konsumen juga harus memiliki kesadaran untuk memilih produk pangan yang aman, serta agar ingat selalu Cek KLIK (cekKemasan, cek Label, cekIzinEdar, dan cekKedaluwarsa) ketika akan membeli atau mengonsumsi produk pangan olahan dalam kemasan.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed