by

Dinas Pariwisata Lombok Barat Selenggarakaan Workshop Tari

SENGGIGI – Terpapar pandemi Covid-19, aktifitas pelaku pariwisata di Kabupaten :Lombok Barat tidak menjadi nihil. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat selalu mengisi kegiatannya di lokasi destinasi wisata. Mulai dari bersih – bersih dan meningkatkan keterampilannya.

Kamis, 29 Juli 2021 kemarin, dilakukan pendampingan demi peningkatan keterampilan para pelaku sanggar seni. Sebanyak 30 orang peserta dari lima sanggar tari yang ada di Lombok Barat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Puri Saron Senggigi. ”Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan lebih hingga pengalaman baru bagi para seniman tari muda yang ada di Lombok Barat,” kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Lalu Rifhandani.

Mereka berada di Hotel Puri Saron workshop seni tari bertajuk “Lombok Barat Menari” Harmoni dalam Rasa, Gerak dan Irama. Kegiatan tersebgut untuk memupuk semangat para seniman tari tardisional menjaga kelestarian tarian-tarian tersebut,

Selain workshop kegiatan juga dilanjutkan dengan penampilan setiap sanggar. Hal ini ditujukan untuk melihat hasil materi yang sudah diberikan sekaligus sebagai ajang promosi kesenian tari yang ada di Lombok Barat.

Sementara hanya mengundang lima sanggar dulu yang bisa diakomodir. Juga menghadirkan narasumber yang diharapkan bisa memberikan pembekalan kepada para peserta terkait ilmu dan segala hal tentang tari-tari tradisional yang ada di Lombok Barat khsusunya.

Lalu Rifhandani menyebutkan pembatasan jumlah peserta dilakukan sebagai bentuk kepatuhan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Sebelum kegiatan para peserta dan panitia juga mengikuti rapid antigen untuk mencegah pelenyebaran virus corona.

Adapun yang diperagakan pesertanya adalah Tari Gendang Beleq, Tari Rudat dan Tari Gandrung Sasak yng merupakan beberapa tari tradisional yang masih akrab didengar dan masih sering dilihat diperagakan oleh para seniman di pentas-pentas budaya maupun acara lainnya di Lombok.

Keberadaan seniman tari tradisional Lombok tentu kita harapkan bisa tetap survive dan berkembang, sekaligus mampu memelihara dan melestarikan warisan seni leluhur di tengah gencarnya pengaruh dunia modern saat ini.

Penampilan diawali oleh Sanggar Tari Sopoq Angen dari Kecamatan Labuapi dengan membawakan Tari Rudat. Kemudian dilanjutkan dengan tarian Ngerakat oleh Suhell’s Model and Dance dari Kecamatan Lembar, dilanjutkan oleh Sanggar Tari Dara Jingga dari Kecamatan Gunungsari dengan tarian Bala Anjani. Penampilan kemudian dilanjutkan oleh Sanggar Tari Kemuning dari Kecamatan Sekotong dengan tari Lesung dan ditutup oleh penampilan Sanggar Tari Candra Dewi dari Kecamatan Narmada yang membawakan tari Kembang Sembah.

Menurut salah satu narasumber yang dihadirkan, Ni Wayan Sri Ariani, sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata Lombok Barat,kegiatan workshop akan sangat bermanfaat untuk eksistensi sanggar-sanggar tari dan seni lainnya yang ada di Lombok khususnya.

Memberikan kesempatan dan panggung bagi para pelaku seni tari menurutnya adalah sentuhan atau upaya yang paling pas untuk sanggar-sanggar tari agar tetap eksis dan tidak mati suri.

Ia berharap dari Lombok Barat, Kota Mataram, dari tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat maupun kota-kota lainnya bisa memberikan perhatian khusus seperti pembinaan atau memberikan mereka apresiasi untuk tampil ditempat-tempat formal.

Pembina Sanggar Candra Dewi Narmada Ni Luh Aprilia Dewi menyambut baik workshop tersebut. ”Kegiatan sungguh luar biasa sekali, dari kegiatan ini bisa memberikan tambahan pengalaman dan mental bagi para muridnya,” ujarnya.

Dalam workshop ini, mereka juga bisa saling mengenal dengan sanggar lain dari berbagai daerah di Lombok Barat yang belum mereka kenal, dan berbagi ilmu untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed