by

Pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTB Triwulan II Tahun 2023 Mengalami Kontraksi

MATARAM – Ekonomi Nusa Tenggara  Barat  (NTB) Triwulan II-2023 terhadap Triwulan I-2023 mengalami kontraksi sebesar  0,11 persen. Dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi terdalam, yaitu 21,94 persen.

Sedangkan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial sebesar 19,06 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,20 persen dan komponen ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi terdalam sebesar -35,26 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat (NTB) Wahyudin mnejelaskan perkembangan tersebut di kantornya, Senin 8 Agustus 2023 siang. ‘’Triwulan II-20223, ekonomi NTB triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 mengalami kontraksi sebesar 1,54 persen,’’ katanya.

Dari sisi produksi, lapangan usaha konstruksi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,93 persen dan yang mengalami kontraksi terdalam adalah lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 24,45 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen pembentukan modal tetap bruto mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,87 persen dan komponen ekspor barang dan jasa mengalami kontraksi terdalam sebesar -46,16 persen.

Perekonomian NTB berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Triwulan II-2023 mencapai Rp40,29 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp25,27 triliun.

Wahyudin juga membandingkan ekonomi NTB semester I-2023 terhadap semester I-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 0,95 persen. ‘’Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada lapangan usaha konstruksi sebesar 13,85 persen,’’ ujarnya.

Sementara dari sisi pengeluaran sebagian besar komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 8,02 persen.

Ekonomi NTB tanpa tambang bijih logam pada triwulan II-2023: tumbuh 4,80 persen (q to q), tumbuh 4,11 persen (y on y), dan tumbuh 4,44 persen (c-to-c).(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed