by

Perkembangan Perbankan di Nusa Tenggara Barat Per April 2022

MOYO – SUMBAWA – Pertumbuhan asset perbankan di Nusa Tenggara Barat (NTB) periode April 2022 mencapai 4,20 persen (year to date – ytd) atau nilai totalnya mencapai Rp 65,639 triliyun. Pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 0,60 persen.

Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pun cukup tinggi yaitu 6,15 persen atau nilai total sebesar Rp 39,691 triliun yang disimpan oleh pemilik 8,56 juta rekening. Pertumbuhannya lebih besar jika dibanding angka nasional 0,11 persen walaupun nilai nominalnya cukup besar Rp 7.616 triliun.

Perkembangan dana perbankan tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Ototoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB Rico Rinaldy sewaktu berbicara dalam kegiatan Edukasi Wartawan Ekonomi Bisnis di pulau Moyo yang berlangsung selama tiga hari, 16 – 18 Juni 2022.  ‘’Pertumbuhan asset dan DPK di NTB lebih tinggi daripada nasional,’’ katanya di aula Hotel Maleo Moyo.

Mengenai penyaluran kredit, perbankan di NTB mengeluarkan Rp 56,907 triliun kepada 550.561 pemegang rekening atau bertumbuh 2,23 persen. Sedangkan angka nasional mencapai Rp 6.116 triliun atau tumbuh 3,72 persen. Pertumbuhan naik di NTB walaupun terjadi pandemik Covid-19. ‘’Biasanya pertengahan agak kencang dan sampai akhir tahun tumbuh bagus,’’ ujarnya.

Rico Rinaldy menyebut besarnya angka penyaluran kredit Rp 56,907 triliun lebih besar dibanding DPK Rp 39,691 triliun. ‘’Ini berarti lebih besar modalnya dari pada menghimpun dana masyarakat,’’ ucapnya.

Adapun resume penyaluran kredit berdasarkan jenis penggunaannya terbesar untuk konsumsi Rp 25,013 triliun,  modal kerja sebesar Rp 23,056 triliun, investasi Rp 8,839 trilun  Top 5 kredit sector ekonomi tertinggi adalah penerima kredit bukan lapangan usaha Rp 25,013 triliun, pertambangan dan penggalian Rp 11,194 triliun, perdagangaan besar dan eceran Rp 11,150 triliun, pertanian perkebunan dan kehutanahn Rp 4,108 triliun dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum Rp1,246 triliun.

Sedangkan perkembangan rasio perbankan di NTB mengenai non performing loan (NPL) tertinggi berada di bank perkreditan rakyat (BPR) 9,73 persen, perbankan NTB 2 persen dan bank umum 1,71 persen.

Mengenai rasio pinjaman dan dana yang didapat (LDR – loan deposit ratio) bank umum mencapai 145.45 persen, perbankan NTB 143,37 persen dan BPR 81,26 persen.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed