Perkembangan Inflasi di NTB Februari 2026

MATARAM – 2 Maret 2026
Pada Februari 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar 5,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,49. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bima sebesar 6,40 persen dengan IHK sebesar 112,06 dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Sumbawa sebesar 4,88 persen dengan IHK sebesar 111,60.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Kepala Badan Pusat Stastistik Nusa Tenggara Barat Wahyudin, Senin 2 Maret 2026, Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sembilan indeks kelompok pengeluaran dari total sebelas indeks kelompok, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,92 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,83 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,32 persen; kelompok transportasi sebesar 0,13 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,73 persen; kelompok pendidikan sebesar 2,79 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,92 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 22,77 persen.

Sedangkan penurunan indeks kelompok pengeluaran terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,18 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,10 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Februari 2026 masing-masing sebesar 0,84 persen dan 1,12 persen.(bpsntb/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *