THE MANDALIKA – 2 Mei 2026 – Rangkaian balap hari pertama di Pertamina Mandalika International Circuit pada Sabtu (2/5/2026) menghadirkan persaingan ketat dari level internasional hingga pembalap nasional. Mulai dari GT World Challenge Asia Race 1, Subaru BRZ Super Series Race 1, hingga sesi kualifikasi Superstar Sportscar Series dan Krida Agya Kartini Race, seluruhnya menyuguhkan dinamika balap yang intens di lintasan sepanjang 4,31 km tersebut.
GT World Challenge Asia 2026 menghadirkan balapan berkelas pada Race 1 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Sabtu (2/5/2026). Balapan sepanjang satu jam berhasil menempuh 33 lap atau 142,23 kilometer ini menjadi pertarungan ketat lintas kelas, mulai dari Silver, Pro-Am, hingga AM, dengan dominasi pabrikan-pabrikan besar seperti Audi, Ferrari, Porsche, dan Mercedes-AMG.
Sejak lampu start dipadamkan, intensitas balapan langsung terasa. Duo pembalap asal Tiongkok, Congfu Cheng dan Kuai Yu dari tim FAW Audi Sport Asia Team Phantom, tampil impresif dengan performa konsisten sepanjang lomba. Mengandalkan Audi R8 LMS GT3 EVO II, mereka berhasil menyelesaikan balapan dalam waktu 1 jam 47,263 detik, sekaligus mengamankan posisi pertama secara keseluruhan dengan kecepatan rata-rata 140,31 km/jam.
Dominasi mereka semakin lengkap setelah mencatatkan fastest lap 1:28.558 pada lap ke-20—sebuah indikator kuat bahwa performa mobil dan strategi tim berjalan optimal di lintasan Mandalika yang kering dan cerah sepanjang balapan.
Di posisi kedua, pasangan Andrés Pato (Indonesia) dan Jaxon Evans (Selandia Baru) dari Audi Sport Asia Team Phantom juga menunjukkan performa solid. Turun di kelas Pro-Am dengan mobil yang sama, mereka finis dengan selisih 5,463 detik dari pemuncak klasemen. Hasil ini menegaskan kekuatan Audi di lintasan Mandalika, dengan dua mobilnya langsung mengunci posisi teratas.
Sementara itu, perhatian penonton Indonesia tertuju pada penampilan Sean Gelael. Membela tim Garage 75 dan mengendarai Ferrari 296 GT3, Sean tampil kompetitif di kelas Silver. Ia berhasil finis di posisi ketiga secara keseluruhan dengan catatan waktu 1:00:56.001, hanya terpaut 8,738 detik dari pemimpin lomba.
Meski sempat kehilangan dua posisi dibandingkan grid awal, Sean mampu menjaga ritme balapan dan konsistensi lap time, termasuk mencatatkan waktu terbaik 1:29.019. Hasil ini menjadi bekal penting bagi pembalap Indonesia tersebut dalam menghadapi race berikutnya pada Minggu (3/5/2026), sekaligus menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di level tertinggi GT3 Asia.
Persaingan di barisan tengah juga tak kalah menarik. Mobil Porsche 911 GT3 R (992) milik tim Absolute Racing yang dikendarai Ruohan Huang dan Alessandro Ghiretti finis di posisi keempat, diikuti oleh Mercedes-AMG GT3 EVO dari Craft-Bamboo Racing di posisi kelima. Selisih waktu yang relatif tipis di antara para pembalap menunjukkan betapa ketatnya kompetisi di setiap kelas.
Balapan ini juga diwarnai berbagai dinamika, termasuk penalti lima detik yang dijatuhkan kepada mobil nomor 918 akibat unsafe release di pit lane. Selain itu, dua mobil harus gagal finis (Not Classified) setelah hanya menyelesaikan tujuh lap, menambah daftar tantangan yang dihadapi tim sepanjang lomba.
Dari sisi kelas, dominasi terbagi cukup merata. Kelas Silver dikuasai oleh Cheng dan Yu, sementara kelas Pro-Am memperlihatkan konsistensi dari pasangan Pato–Evans. Di kelas SIL-AM dan AM, persaingan berlangsung lebih variatif dengan beberapa tim saling bertukar posisi sepanjang balapan.
Secara keseluruhan, Race 1 di Mandalika menegaskan bahwa seri Asia ini bukan sekadar ajang balap biasa, melainkan arena pertarungan strategi, ketahanan, dan presisi tinggi. Karakteristik sirkuit Mandalika yang teknis dengan panjang 4,310 km menjadi ujian nyata bagi pembalap dan tim dalam mengelola ban, bahan bakar, serta momentum balapan.
Dengan hasil ini, persaingan menuju Race 2 dipastikan semakin terbuka. Momentum kemenangan Audi, konsistensi Ferrari bersama Sean Gelael, serta potensi kejutan dari Porsche dan Mercedes-AMG menjadi faktor yang akan menentukan jalannya seri berikutnya.
Hasil Race dan Kualifikasi Mandalika Festival of Speed
Subaru BRZ Super Series Race 1: Demas Agil Tak Terbendung
Pada ajang Subaru BRZ Super Series Race 1, pembalap Demas Agil dari Dewa United Motorsport tampil dominan sejak start hingga finis. Ia menuntaskan 15 lap dengan waktu 30:30.163 dan mencatat fastest lap 1:52.745.
Di belakangnya, Fitra Eri dari Bumidia Racing finis di posisi kedua dengan selisih hanya 2,045 detik, menunjukkan tekanan konstan sepanjang balapan. Posisi ketiga ditempati Sudarmono dari Rizqy Motorsport X Green Plafon Racing dengan gap 5,875 detik.
Persaingan di kelas Pro-Am dan AM juga tidak kalah menarik. Beberapa insiden kecil serta penalti track limits yang dijatuhkan kepada mobil nomor 21 dan 33 turut memengaruhi hasil akhir. Meski begitu, kecepatan rata-rata yang menyentuh lebih dari 126 km/jam menandakan kompetisi berjalan dalam tempo tinggi dan konsisten.
Kualifikasi 2 Superstar Sportscar Series: Yasuo Iriawan Tercepat
Sesi Kualifikasi 2 Superstar Sportscar Series memperlihatkan dominasi mobil Porsche 991 GT3 Cup. Yasuo Iriawan mencatat waktu tercepat 1:35.690 dan mengamankan posisi start terdepan.
Ia hanya unggul tipis 0,062 detik dari Nadeem Rustombi yang berada di posisi kedua, menandakan duel ketat di barisan depan. Sementara itu, Michael Junus membawa BMW M2 ke posisi ketiga dengan selisih cukup jauh, yakni +7,237 detik.
Posisi berikutnya ditempati Aditya Tania (Porsche Cayman 718 GT4), Fendy Yoman, dan Rizqy yang semuanya menunjukkan performa solid meski belum mampu menyaingi pace dua pembalap terdepan.
Kualifikasi Krida Agya Kartini Race: Alinka Hardianti Pimpin Grid
Dari ajang Krida Agya Kartini Race, sesi kualifikasi menjadi panggung bagi pembalap perempuan Indonesia menunjukkan kemampuan terbaiknya. Alinka Hardianti tampil sebagai yang tercepat dengan waktu 2:07.729.
Di posisi kedua, Clio Tjonnadi mencatat waktu 2:10.927, diikuti Audya Anjani di posisi ketiga. Nama besar Alexandra Asmasoebrata harus puas di posisi keempat dengan selisih sangat tipis dari posisi ketiga.
Sementara itu, pembalap seperti Ine Rosdiana, Patricia Revalina, Belove Athaya, dan Vivit Fariana masih berupaya menemukan ritme terbaik mereka untuk menghadapi balapan utama.
Mandalika Festival of Speed (MFoS) Time Attack Session 2
Pada sesi Mandalika Festival of Speed (MFoS) Time Attack Session 2, Yasuo Senna Iriawan tampil luar biasa dengan mencatat waktu tercepat 1:33.672 menggunakan Radical SR10 XXR. Catatan ini sekaligus menjadi yang paling kompetitif di antara seluruh peserta sesi kedua, dengan kecepatan rata-rata mencapai 165,64 km/jam.
Di posisi kedua, Gerrard Carlton mengandalkan mobil Formula 4 dan mencatat waktu 1:37.622, terpaut 3,950 detik dari posisi puncak. Sementara itu, Fandy Adianto mengamankan posisi ketiga dengan waktu 1:43.050 menggunakan Radical SR1 XXR.
Persaingan di kelas Radical (RC) juga berlangsung menarik, dengan Igor Brainins dan Jerhemy Owen menunjukkan konsistensi meski belum mampu menembus tiga besar.Dari kategori RWC (Radical Women Class), Angelica Amara menjadi yang tercepat dengan waktu 1:48.867, diikuti Erika dan Ine Rosdiana yang mencatat waktu 1:58.824.
Apresiasi MGPA
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Ia menilai podium yang diraih Sean Gelael menjadi momentum penting bagi perkembangan motorsport Indonesia. “Podium yang diraih Sean Gelael di Mandalika ini bukan hanya kebanggaan bagi dirinya dan tim, tetapi juga untuk Indonesia. Ini menunjukkan bahwa pembalap kita mampu bersaing di level internasional, bahkan di ajang sekelas GT World Challenge Asia. Kami di MGPA sangat mengapresiasi kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan Sean,” ujar Priandhi.
“Keberhasilan Sean naik podium di sirkuit kebanggaan Indonesia menjadi bukti bahwa Pertamina Mandalika International Circuit bukan hanya venue, tetapi juga bagian dari perjalanan prestasi pembalap nasional. Kami berharap hasil ini bisa memotivasi pembalap muda Indonesia lainnya untuk terus berkembang dan berani bersaing di level global,” tambahnya.
Selain itu, Priandhi Satria juga menyoroti keseruan balapan pendukung yang tak kalah menarik, mulai dari duel sengit di Subaru BRZ Super Series antara Demas Agil dan Fitra Eri, meningkatnya performa pembalap wanita di Kualifikasi Krida Agya Kartini Race, hingga ketatnya Kualifikasi Superstar Sportscar Series. Ia juga mengapresiasi format MFoS Time Attack dalam Mandalika Festival of Speed yang menuntut presisi tinggi, termasuk performa impresif Yasuo Senna Iriawan sebagai yang tercepat.
Hari pertama rangkaian balap di Mandalika menegaskan status sirkuit ini sebagai salah satu venue motorsport paling menantang di kawasan Asia. Dari dominasi tim internasional di GT World Challenge Asia, ketatnya persaingan di Subaru BRZ Super Series, hingga munculnya talenta-talenta nasional di Superstar Sportscar Series dan Kartini Race, semuanya menghadirkan cerita kompetitif.
Dengan hasil ini, balapan berikutnya dipastikan akan semakin menarik di berbagai kategori yang membuka peluang perubahan posisi di Race 2 dan sesi lanjutan pada Minggu. (mgpa/*)










