THE GOLI MORI – 26 Juni 2026
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkolaborasi dengan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) meluncurkan Program Glorious Golo Mori: Integration of Hospitality Talent and Local MSMEs into the Tourism Value Chain. Program ini akan melatih 15 talenta hospitality muda dan mendampingi 10 pelaku UMKM lokal agar dapat berpartisipasi lebih aktif dalam rantai nilai pariwisata di kawasan The Golo Mori hingga akhir tahun 2026.
Menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ITDC, program ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan The Golo Mori.
General Manager The Golo Mori, Aji Munarwiyanto, menyebut bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tak hanya diukur dari pertumbuhan kunjungan wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal dapat mengambil peran dan memperoleh manfaat dari perkembangan destinasi tersebut.
“Kami ingin masyarakat Golo Mori tidak hanya menjadi saksi perkembangan pariwisata, tetapi menjadi pelaku utama yang tumbuh dan berkembang bersama pariwisata itu sendiri. Program Glorious Golo Mori, diharapkan dapat mendorong terciptanya talenta-talenta hospitality dan UMKM lokal yang mampu menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di Golo Mori. Program ini juga menjadi upaya untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar semakin siap berpartisipasi dalam berbagai peluang yang tumbuh bersama perkembangan sektor pariwisata di kawasan ini,” ujar Aji.
Pelaksanaan Program Glorious Golo Mori resmi dimulai melalui kegiatan sosialisasi dan pre-test yang diselenggarakan di Beach Shelter The Golo Mori, Kamis (25/6). Kegiatan ini diikuti warga Desa Golo Mori, pelaku UMKM, pemuda desa, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan terkait yang akan terlibat dalam pelaksanaan program hingga akhir tahun.
Sebagai mitra pelaksana, Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) akan mendampingi seluruh rangkaian pelatihan dan pengembangan peserta hingga Desember 2026. IBM merupakan lembaga filantropi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman IBM dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu dasar kolaborasi dalam pelaksanaan Program Glorious Golo Mori. Program ini dirancang melalui dua jalur utama pengembangan masyarakat, yaitu Hospitality Talent Journey dan Golo Mori Local Business Journey.
Melalui Hospitality Talent Journey, sebanyak 15 pemuda Desa Golo Mori akan mendapatkan pelatihan yang mencakup bahasa Inggris pariwisata, dasar-dasar hospitality, pelayanan wisata, guiding dan storytelling, hingga simulasi pelayanan wisata secara langsung. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi dan kesiapan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata.
Sementara itu, melalui Golo Mori Local Business Journey, sebanyak 10 pelaku UMKM lokal akan memperoleh pendampingan dalam pengembangan produk, peningkatan kualitas usaha, penguatan branding, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan akses pasar. Fokus pengembangan diarahkan pada produk dan usaha berbasis potensi lokal, termasuk produk olahan pangan, produk turunan kelapa, serta berbagai usaha masyarakat yang memiliki peluang untuk terintegrasi dengan aktivitas pariwisata di kawasan Golo Mori.
Selain pelatihan dan pendampingan, Program Glorious Golo Mori juga akan menghadirkan berbagai kegiatan praktik lapangan, pengembangan produk, market testing, showcase hasil program, serta pembentukan talent pool dan jejaring kemitraan yang menghubungkan peserta dengan kebutuhan industri pariwisata. Melalui pendekatan itu, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk terlibat langsung dalam ekosistem pariwisata di Golo Mori .
Program Glorious Golo Mori akan berlangsung hingga Desember 2026 dan menjadi bagian upaya berkelanjutan ITDC dalam menciptakan destinasi pariwisata yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur dan daya tarik wisata, tetapi juga mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.
“ITDC berharap program ini dapat memperkuat kapasitas masyarakat lokal sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat berperan sebagai pelaku utama dalam pengembangan destinasi dan menikmati manfaat pertumbuhan sektor pariwisata secara lebih luas,” pungkas Aji.(itdc/*)







