BMKG Waspada Musim Kemarau di Nusa Tenggara Barat

MATARAM – 31 Maret 2026
Stasiun Klimatologi BMKG Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajak waspada memasuki peralihan musim kemarau. Informasi iklim. ‘’Tetap waspada potensi peningkatan curah hujan di Nusa Tenggara Barat,’’ kata Forecaster On Duty Made Budi Setyawan dan Nindya Kirana melalui siaraan pers Selasa, 31 Maret 2026 sore.

Menurutnya, curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Maret 2026 secara dominan dari kategori Rendah (0 – 50 mm/dasarian) hingga Menengah (51-150 mm/dasarian). Sifat hujan pada dasarian III Maret 2026 di wilayah NTB secara umum bervariasi dari kategori Bawah Normal (BN) hingga Atas Normal (AN). Curah hujan tertinggi di pos hujan Santong, Kabupaten Lombok Utara sebesar 209 mm/dasarian. Monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB secara umum berada pada kategori Sangat Pendek (1-5 hari) dan masih ada hujan pada saat updating.

Kondisi dinamika atmosfir
Hasil monitoring IOD pada dasarian terakhir menunjukkan IOD berada pada kategori IOD Netral dengan indeks -0.12, diprediksi akan terus bertahan hingga pertengahan tahun 2026. Anomali SST di Nino3.4 menunjukkan ENSO berada pada kategori Netral dengan indeks sebesar -0.07, kondisi Netral ini diprediksi akan tetap terjadi hingga pertengahan tahun 2026. Aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin baratan. Belokan angin terlihat di sekitar Sumatera bagian tengah dan Kalimantan bagian utara.

Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia bagian timur dalam kondisi normal hingga dingin. Sedangkan perairan barat Sumatera dalam kondisi hangat. MJO dalam kondisi tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga akhir dasarian III Maret 2026. Secara spasial, gelombang-gelombang atmosfer diprediksi aktif terutama di wilayah Indonesia bagian timur Disebutkan bahwa hingga awal dasarian III Maret 2026.

PELUANG CURAH HUJAN DASARIAN I APRIL 2026
Pada dasarian I April 2026 (1 – 10 April), terdapat peluang hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian sebesar 50% – >90% yang terjadi di sebagian besar wilayah NTB. Terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas >100 mm/dasarian sebesar 10% – 40% yang terjadi di Mataram, sebagian wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa dan beberapa wilayah di Kabupaten Bima.

PERINGATAN DINI CURAH HUJAN TINGGI
Nihil

PERINGATAN DINI KEKERINGAN METEOROLOGIS
NIHIL

HIMBAUAN
Saat ini, seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan dan bersiap memasuki peralihan musim kemarau. Meskipun akan memasuki kondisi peralihan, masih terdapat potensi hujan yang cukup signifikan pada 10 hari mendatang, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, masyarakat dihimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air.

Tetap perhatikan informasi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana maupun kerugian dalam perencanaan kegiatan Anda ke depan dan tetap selalu menjaga kesehatan di manapun Sobat iklim berada.(bmkg/*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *