JAKARTA – 31 Oktober 2025
Jum’at (31-10), PT ASTRA INTERNATIONAL TBK (“Perseroan” atau “Astra”) Merilis Laporan Keuangan Kuartal III Tahun 2025. Dalam ikhtisarnya, laba bersih per saham lebih rendah 6 persen menjadi Rp609 atau tidak termasuk penyesuaian nilai wajar. Kinerja secara keseluruhan terpengaruh oleh harga batu bara yang lebih rendah, yang sebagian diimbangi oleh kontribusi yang lebih tinggi dari bisnis pertambangan emas, jasa keuangan, agribisnis dan infrastruktur, sementara kinerja otomotif stabil.
Mennrut keterangan Presiden Direktur Djony Bunarto Tjondro, pangsa pasar sepeda motor resilien di tengah pasar yang relatif stabil, sementara pangsa pasar mobil lebih rendah di tengah pasar yang melemah. ‘’Ini mencerminkan menurunnya daya beli pada segmen entry-level,’’ katanya.
Astra dan United Tractors, masing-masing, mengumumkan pelaksanaan program pembelian kembali saham (share buyback) dengan nilai maksimum Rp2 triliun,
mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan.
Program ini juga bertujuan untuk mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasar modal Laba Grup selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mengalami penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah.
Kontribusi yang solid dari bisnis-bisnis lainnya turut mendukung resiliensi kinerja Grup, dan diperkirakan kinerja tahun 2025 masih akan sejalan dengan tren kinerja Grup saat ini. ‘’Kami tetap fokus untuk menjaga disiplin keuangan dan keunggulan operasional, ‘’ ujarnya.
Selain itu memanfaatkan kekuatan neraca keuangan kami untuk menangkap peluang pertumbuhan dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.(astra/*)









