THE MANDALIKA – 2 Mei 2026
Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 bukan sekadar ajang balap mobil kelas dunia. Lebih dari itu, event ini menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat, khususnya kawasan The Mandalika yang terus dikembangkan sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia oleh ITDC dan InJourney.
Dalam sesi jumpa pers di sela-sela gala dinner yang digelar di Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, Lombok Tengah, NTB pada Kamis malam (30/4/2026), sejumlah harapan besar untuk dunia pariwisata dan motorsport di Indonesia terungkap. Dalam kesempatan jumpa pers tersebut, para pemangku kepentingan menegaskan bahwa ajang ini membawa efek berantai (multiplier effect) yang signifikan bagi ekonomi lokal dan nasional.
Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, menjelaskan, “Dampak paling langsung terlihat pada meningkatnya okupansi hotel, lonjakan kunjungan wisatawan, hingga pergerakan ekonomi sektor informal seperti kuliner dan UMKM. Kehadiran ribuan penonton, tim balap, dan kru dari berbagai negara menciptakan permintaan tinggi terhadap akomodasi, transportasi, hingga produk lokal, yang secara langsung menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar.”
Hal ini diperkuat pandangan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, yang menegaskan strategi integrasi antara olahraga dan hiburan menjadi kunci dalam memperluas daya tarik event. “Melalui penyelenggaraan Mandalika Festival of Speed (MFoS), ajang balap internasional ini dipadukan dengan berbagai aktivitas lokal, termasuk Krida Agya Kartini Race 2026 yang melibatkan delapan pembalap perempuan Indonesia. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan jumlah penonton, tetapi juga memperluas segmentasi pasar, dari pecinta motorsport hingga wisatawan keluarga dan komunitas,” tegas Priandhi Satria.
Dari perspektif global, General Manager SRO Motorsports Asia, Benjamin Franassovic, mengapresiasi profesionalisme penyelenggara lokal serta kualitas hospitality yang diberikan kepada tim dan pembalap. “Persiapan yang dilakukan MGPA dan ITDC di sirkuit sangat professional, kami juga mendapatkan pelayanan hospitality yang nyaman bagi kami selaku penyelenggara dan tentunya para pembalap yang hadir.”
Benjamin juga menyoroti keunikan lanskap Mandalika, “Perpaduan perbukitan dan pesisir pantai memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sirkuit lain di Asia. Faktor ini menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat positioning Mandalika dalam kalender balap internasional. Hal ini menguatkan pasti country branding Indonesia di mata dunia.”
Menyerap Tenaga Kerja
Dampak ekonomi tidak hanya tercermin dari konsumsi wisatawan, tetapi juga dari sisi ketenagakerjaan. “Lebih dari 500 tenaga kerja lokal putra dan putri daerah NTB dilibatkan dalam berbagai aspek operasional, mulai dari 200 orang marshal, logistik, hingga layanan medis dan media. Keterlibatan ini tidak hanya membuka lapangan kerja sementara, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui pelatihan intensif berstandar internasional. Dalam jangka panjang, hal ini menjadi investasi penting bagi kesiapan daerah dalam menyelenggarakan event global lainnya,” ungkap Priandhi Satria.
Terkait dampak investasi di kawasan The Mandalika, Troy Reza Warokka menjelaskan, “Keberhasilan penyelenggaraan event sebelumnya pada 2025 telah membuka peluang investasi baru. Salah satu tonggaknya adalah penandatanganan Land Utilization Development Agreement (LUDA) dengan Absolute Racing untuk pengembangan fasilitas Common Luxury Garage & Workshop di kawasan Mandalika. Ini menunjukkan bahwa event motorsport tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga mampu menarik minat investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan infrastruktur kawasan.”
Krida Agya Kartini Race 2026
Digelarnya Krida Agya Kartini Race 2026 diharapkan mendongkrak antusiasme penonton terutama menambah jumlah penonton wanita. Chairman Krida Agya Kartini Race 2026, Fitri Hartini menjelaskan, “Event ini membawa misi sosial, yakni mendorong partisipasi perempuan dalam dunia otomotif. Dengan menghadirkan pembalap perempuan dari berbagai latar belakang, ajang ini memperluas keterlibatan dan keterbukaan bagi semua kalangan sekaligus memperkaya promosi pariwisata di Mandalika sebagai destinasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga progresif.”
Fitri Hartini lebih lanjut menjelaskan, “Livery mobil Krida Agya Kartini Race dirancang untuk mengenalkan beragam destinasi pariwisata di Indonesia, seperti Candi Borobudur di Jawa Tengah, Candi Prambanan di Yogyakarta, Nusa Dua di Bali, Golo Mori di NTT, kawasan The Mandalika di NTB, Pertamina Mandalika International Circuit di NTB, Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, Sarinah di Jakarta.”
Secara keseluruhan, GT World Challenge Asia 2026 menjadi event konkret bagaimana sport tourism dapat menjadi mesin penggerak ekonomi daerah. Kolaborasi antara InJourney sebagai holding, ITDC sebagai pengelola kawasan The Mandalika, dan MGPA sebagai pengelola sirkuit dan event di Pertamina Mandalika International Circuit, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya membuktikan bahwa penyelenggaraan event kelas dunia mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
Dengan perencanaan matang, integrasi lintas sektor, dan pelibatan masyarakat lokal, Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah balapan, tetapi juga simbol transformasi ekonomi berbasis pariwisata. Ke depan, konsistensi dalam menghadirkan event internasional seperti ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia, khususnya Pertamina Mandalika International Circuit sebagai destinasi unggulan sport and entertainment tourism di Asia. (mgpa/*)







