by

WSBK Ditonton 25 Ribu Orang Cegah Penularan Covid-19 Di Sirkuit Mandalika

MANDALIKA – Calon penonton kejuaraan dunia Superbike (World Superbike/WSBK) di Sirkuit Mandalika tidak perlu cemas kawatir terjadinya penularan Covid-19 sewaktu menonton 19 – 21 Nopember 2021 mendatang Sebab, penyelenggara sudah menyiapkan protokol kesehatan (protkes) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Skema protkes ini telah dimatangkan dengan pihak Kemenkes Rabu 27 Oktober 2021 lalu melalui rapat koordinasi dan peninjauan pada medical center dan beberapa titik lainnya di area sirkuit.

Layanan dan protkes ini akan terus dimatangkan hingga betul-betul siap untuk dijalankan pada saat penyelenggaraan event. Dengan layanan kesehatan dan protkes yang matang dan lengkap, diyakinkan para penonton tidak perlu khawatir apabila mengalami kegawat daruratan saat event WSBK Indone-sia 2021 berlangsung.

Penyelenggara menjatahkan ditonton oleh 25 ribu orang sesuai ticket yang dijual. Penonton pun diwajibkan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Bahkan, tim medis juga menyiapkan mini klinik yang dilengkapi dokter spesialis, dokter umum, perawat, dan paramedik. Adapun 6 unit ambulans disediakan sebagai bantuan paramedis gawat darurat dan transportasi pelayanan kesehatan ke rumah sakit yang dirujuk.

Direktur Utama MGPA Ricky Baheramsjah melalui keterangan persnya mengatakan, tim Kemenkes dan RSUD Provinsi NTB yang telah memberikan dukungan total dalam mempersiapkan kelengkapan sarana prasarana layanan dan protkes menjelang WSBK di Mandalika. ”Terima kasih tim Kemenkes dan RSUD Provinsi NTB yang telah memberikan dukungan,” kata Ricky Baheramsjah.

Untuk kepentingan masuknya 25 ribu orang calon penonton, penyelenggara telah menyiapkan lokasi pemeriksaan yang berada di tiga titik pengecekan protkes yakni di area Bazaar Mandalika, area utara sirkuit, dan area Tanjung Aan, The Mandalika. Pengelola juga menyediakan fasilitas kesehatan berupa tenda protkes yang berisi pelayanan swab antigen dan PCR, berkolaborasi bersama RSUD Provinsi NTB.

Sementara di area Sirkuit, ITDC-MGPA juga menyiapkan satu ruang isolasi, tujuh tenda medis, dua ruang mini klinik, dan enam unit ambulans. Ruang isolasi berfungsi untuk melokalisir sementara pasien tersuspek COVID-19 di area event WSBK yang akan diserah terimakan kepada satuan tugas yang bertanggung jawab.

Ruang isolasi ini akan didampingi oleh dokter umum dan perawat. Sementara tenda medis akan difungsikan sebagai akses cepat ke pasien, triase, stabilisasi, fasilitas untuk menangani cedera/penyakit ringan, serta transportasi.

Tenda medis juga akan diisi oleh perawat, paramedik, dan dokter umum. Sedangkan, penyediaan mini klinik akan menjadi tindakan lanjutan bagi pasien yang tidak mendapatkan fasilitas di tenda medis seperti infus maupun injeksi.

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development CorporaDon (ITDC), BUMN Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika)/The Mandalika, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku bagian dari ITDC Group, bersama dengan Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mematangkan kesiapan sarana prasarana kesehatan dan protokol kesehatan (protkes) penyelenggaraan event MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) Indonesia 2021 yang akan berlangsung di Pertamina Mandalika InternaDonal Street Circuit, The Mandalika, Lombok, NTB pada 19-21 November mendatang.

Protokol kesehatan yang disiapkan ini akan memaksimalkan penggunaan wajib aplikasi Peduli Lindungi dengan mewajibkan seluruh pihak yang terlibat untuk menggunakan aplikasi tersebut.

Selain itu, penyelenggara event meminta seluruh tim official, komite, pekerja, media maupun penonton untuk mematuhi protkes dan alur pemeriksaan sebelum memasuki area sirkuit.

Skema protkes bagi penonton yang membeli tiket secara online antara lain, melakukan pemindaian aplikasi Peduli Lindungi untuk menunjukkan hasil bahwa penonton telah melaksanakan dua kali vaksin Covid- 19 dan memiliki hasil swab antigen (1×24 jam) atau PCR (3×24 jam) negatif Covid-19.

Para penonton selanjutnya dapat menukarkan tiket ‘on-the-spot’ pada tiket booth yang telah disediakan tim penyelenggara dan menerima gelang QR untuk divalidasi. Jika hasilnya layak, para penonton yang telah divalidasi mengikuti screening dan tetap mematuhi protkes yakni menggunakan dobel masker, face shield, dan menjaga jarak. Apabila hasilnya tidak layak, maka para penonton akan dipersilakan pulang atau dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19.

Setelahnya, akan mendapatkan opsi refund atau menggunakan tiket yang sama pada tahun berikutnya. Di samping pembelian tiket secara online, pengelola juga menyiapkan skema pembelian tiket on-site.

Protkes untuk penonton yang ingin membeli tiket secara on-site adalah akan dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu dan tetap harus menunjukkan bukti swab antigen/PCR pada aplikasi Peduli Lindungi. Setelahnya, masyarakat dapat melakukan transaksi tunai maupun non tunai untuk mendapatkan struk pembelian tiket dan menukarkannya dengan gelang QR sesuai warna grand stand/tribun.

Sementara protkes bagi komite, pekerja, dan media adalah melakukan pemindaian pada aplikasi Peduli Lindungi untuk menunjukkan hasil bahwa penonton telah melaksanakan dua kali vaksin Covid-19 dan memiliki hasil swab antigen (1×24 jam) atau PCR (3×24 jam) negatiff Covid-19. Jika hasilnya layak, mereka akan mendapatkan ID Card dan gelang untuk diskrining dan divalidasi. Apabila hasilnya tidak layak, maka user dipersilakan untuk pulang atau dirujuk ke rumah sakit rujukan Covid-19.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed