by

Wisata Bersepeda di Desa Tempos Lombok Barat

TEMPOS – Pagi itu, Sabtu 7 Agustus 2021 lalu, kabut yang berjarak pandang hanya lima meter masih menyelimuti Desa Tempos, 3 kilometer dari selatan Giri Menang, pusat perkantoran Bupati Lombok Barat. Atau sekitar 25 kilometer arah selatan dari Kota Mataram.

Kelompok Sadar Wisata Pesosna Alam membuka pasar jajanan tradisional di sepanjang 200 meter jalan desa yang beraspal hotmix tersebut melayani pegowes yang datang.  Ada 10 orang pedagang menggelar jualannya berupa kue – kue Serabi, Apem, Lempok yang terbuat dari ubi. dan Ontal – Antil berwarna warni.

Jika Sabtu – Ahad berada di lokasi Mewah (Mepet Sawah) namun jika hari biasa di depan Masjid Darussalam yang dimiliki warga tiga dusun, Tempos Daye, Kelebut dan Karang Barat. ”Selama tiga jam mulai pukul 6 – sampai 9 pagi cocok untuk santai setelah mengayuh sepedanya,” kata Ketua Pokdarwis Pesona Alam Mujiburrahman alias Ojik, Senin 9 Agustus 2021 siang.

Jalan desa tersebut lurus di lingkungan persawahan. Di arah ke timur tampak pemandangan alam Gunung Sasak (340 mdpl) sedangkan di arah selatan ada Gunung Mareje (716 mdpl) di Lombok Tengah. Ini trek andalan pegowes melewati Tempos yang berjarak sekitar 15 menit ke Desa Giri Sasak. ”Dari Tempos bisa mendapatkan suasana Sunrise dan Sunset,” ujar Ojik.  Sunset dinikmati di sebelah Gunung Menang.

Sebenarnya, penyuka bersepeda sudah lama ke Tempos. Pegowes yang datang bisa mencapai ratusan orang. Karena itu Pokdarwis Pesona Alam berinisiatif membuka pasar jajanan untuk wisata kuliner para goweser. sambil minum kopi.

Tempos bisa disebut sebagai Sembalun (lembah Rinjani) kedua karena dari struktur daerahnya. ”Ini mungkin anugerah. Hasil taninya padi dan palawija kacang kedele,” ucap Ojik.

Tour Organizer Ini Lombok Tour Benny Irawan mengatakan dirinya jika bersepeda akhir pekan melintasi Tempos. ”Di sana hamparan sawah sejauh mata memandang. Di pinggir sawah banyak pohon kelapa.. Pemandangan bukit bukit yang indah..Kalau pagi masih banyak kabut,” ucap Benny Irawan, Rabu 11 Agustus 2021 pagi.

Menarik jalur Tempos ini dipilih pegowes bisa menemukan tempat yang alami sekali dan jalanan yang mulus enak di nikmati sambil bersepeda dan tempat istirahat setelah dari Mataram. Dari sana, banyak pengunjung ber swa foto  sembari istirshat melihat pemandangan gunung dan hamparan sawah. ”Ini destinasi wisata bersepeda baru..Tidak banyak kendaraan di sana jadi lebih puas,” katanya.

Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten  Lombok Barat, Desa Tempos di Kecamatan Gerung kini dijadikan salah satu jalur andalan bagi para penggemar olahraga bersepeda. Dengan pemandangan hamparan sawah luas dengan latar belakang perbukitan yang cantik, banyak pesepeda memilih bersepeda ke sana. Selain pemandangannya yang menyegarkan, trek di jalur ini bagus dan tidak terlalu jauh sehingga cocok untuk sekedar refreshing.

Kini, para goweser yang ingin bersepeda ke lokasi ini juga bisa menikmati paket kuliner Mewah (Mepet Sawah) dari Karang Taruna dan Pokdarwis Pesona Alam.

Menurut Ojik, paket kuliner ini mulai dilaunching Sabtu 7 Agustus 2021 lalu. ”Alhamdulillah para goweser cukup lumayan banyak sampai-sampai kita kekurangan tempat duduk,” kata Ojik.

Ide membuat paket kuliner “mewah” ini datang seiring dengan semakin ramainya goweser melalui jalur ini. Ia dan rekan-rekan di desa kemudian berinisiatif memberikan pelayanan lebih kepada para goweser yang  juga banyak dari luar Lombok Barat.

Awalnya dapat ide ini adalah dikarenakan para goweser ramai ke sini. Bahkan mereka lebih banyak menghabiskan waktu itu untuk berfoto atau selfie. Maka dari itu pokdarwis dan karang taruna berinisiatif ingin menservis teman-teman goweser dengan membuat kuliner sambil menikmati sunrise. ”Kami memakai jasa pedagang setempat juga untuk kue khas nya,” ujarnya.

Ada tiga paket yang tersedia. Paket yang disediakan saat ini dapat dinikmati setiap weekend mulai pukul 06.00-09.00 Wita. Semua paket sudah termasuk kue khas tempos dan kopi.

Paket 1, dengan mengeluarkan Rp. 25.000 per orang, pengunjung mendapatkan tambahan fasilitas sepeda, dan sarapan, serta kue serabi, dan kopi. Sedangkan untuk Paket 2, dengan biaya Rp. 15.000 per orang, pengunjung mendapat sarapan, kue serabi, dan kopi. Paket 3, dengan Rp. 8.000 per orang, pengunjung hanya mendapat kopi, dan kue khas Tempos.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Lombok Barat Lalu Rifhandani mengaku bangga atas inisiatif pemuda Desa Tempos. Terlebih apa yang dilakukan ini mampu melibatkan para pedagang sekitar sehingga diharapkan dapat membantu perkeonomian masyarakat sekitar. ”Dari saya pribadi dari dulu saya sudah sering lewatin jalur ini yang dulunya sepi dari pesepeda sekarang Alhamdulillah makin ramai,” ucapnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed