by

Wayang Sasak Pentas di Empat Kampus Malaysia

MATARAM – Untuk mendukung pengenalan pariwisata dan seni budaya Lombok di negeri jiran,  Yayasan Bale Agung Ajar Wali dari Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah akan melakukan perjalanan pentas Wayang Sasak di Malaysia.  Tidak hanya menggelar lakon Wayang Sasak,  juga akan digelar Pameran Lukisan Wayang Sasak, dan Seminar Seni Budaya dan Pariwisata NTB.

Adalah Yayasan Bale Agung Ajar Wali dari Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah yang akan tampil dua pekan, 22 Desember 2022 – 4 Januari 2023. menggelar pentas tersebut.

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbul Wadi, pentas Wayang Sasak di Malaysia ini dilakukan di kampus empat perguruan tinggi. Yaitu Universitas Teknologi Mara (UiTM), Universiti Utara Malaysia (UUM), Universitas Sains Malaysia (USM), Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI).  ‘’Pentasnya menampilkan kisah Maryunani,’’ ucap Hasbul Wadi, Jum’at 16 Desember 2022 pagi.

Sekretaris Yayasan Bale Agung Ajar Wali Murianto Terakoh lakon Mariyunani adalah  kisah tentang Anak Wong Agung Jayengrana yang bernama Maryunani. Ketika Maryunani mendapat amanah dari ayahnya menjadi pemimpin di Mekah (hikayat Amir Hamzah Takepan Sasak) beberapa Pratu Siwu (raja – raja) (Umar Madi dan Alam Daur) seolah tidak menghormati kepemimpinannya sehingga membuat Maryunani marah dan ingin mengusir ke dua pratu siwu tersebut dari Mekah. Namun keinginan tersebut ditentang oleh Wong Agung Jayengrana sehingga membuat perselisihan antar keduanya sampai menimbulkan mesiat (bahasa Sasak artinya perkelahian).

Maryunani berpedoman pada kebenaran yang di yakini oleh Maryunani adalah raja Pratu Siu harus mengikuti aturan negara yang sudah ditetapkan. Karena Alam Daur dan Umar  Madi tidak mengikuti aturan tersebut, terjadilah perselisihan dengan mereka. Sementara, Jayangrane ingin menasehati anaknya bahwa seorang pemimpin harus bijak dalam menerapkan aturan pemerintah dan tidak boleh menbeda-bedakan rakyatnya baik yang mendukung atau tidak. Semua masyarakat harus diayomi.

Rencana gelar Wayang Sasak tersebut disampaikan saat menerima audiensi penyelenggara acara, Yayasan Bale Agung Ajar Wali sewaktu bertemu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah di Pendopo Gubernur pada Rabu 14 Desember 2022 malam.

Zulkieflimansyah menyambut baik pementasan Wayang Sasak, Pameran Lukisan Wayang Sasak, dan Seminar Seni Budaya dan Pariwisata NTB yang akan digelar di empat kampus di perguruan tinggi Malaysia.

Zulkiflimansyah mengatakan nantinya kampus-kampus ternama Malaysia tersebut akan mengirimkan dosen-dosen dan para mahasiswanya untuk belajar Wayang Sasak ke Lombok sebagai timbal balik. “Nanti kampus-kampus Malaysia akan mengirimkan dosen dan mahasiswanya ke Lombok untuk belajar wayang lombok ini,” katanya.

Zul juga berpesan agar pementasan tak hanya dilakukan kampus-kampus saja, melainkan juga di komunitas warga NTB yang ada di Malaysia. “Saya juga menganjurkan mereka bukan hanya tampil di kampus, tapi juga menyapa masyarakat NTB dan menampilkan wayang Lombok ini di komunitas NTB di Malaysia,” ujarnya.

Zulkiflimansyah mengatakan nantinya kampus-kampus ternama Malaysia tersebut akan mengirimkan dosen-dosen dan para mahasiswanya untuk belajar Wayang Sasak ke Lombok sebagai timbal balik. “Nanti kampus-kampus Malaysia akan mengirimkan dosen dan mahasiswanya ke Lombok untuk belajar wayang lombok ini,” katanya.

Zul juga berpesan agar pementasan tak hanya dilakukan kampus-kampus saja, melainkan juga di komunitas warga NTB yang ada di Malaysia. “Saya juga menganjurkan mereka bukan hanya tampil di kampus, tapi juga menyapa masyarakat NTB dan menampilkan wayang Lombok ini di komunitas NTB di Malaysia,” ujarnya.

Di Lombok juga ada Yayasan Pedalangan Wayang Sasak. Diketuai oleh Abdul Latif Apriaman,  kelompok pedalangan dengan dalang muda yang memainkan lakon-lakon klasik, atau lakon pakem wayang Sasak. Ada juga kelompok Wayang Botol, wayang alternatif berbahan botol plastik. Lakon yang dimainkan Wayang Botol beragam, antara lain isu-isu lingkungan.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed