by

Sinergi BI dan UNU NTB Dukung Sertifikasi UMKM

MATARAM – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Lembaga Halal Center Universitas Nahdhatul Ulama Provinsi NTB bersinergi mendukung program sertifikasi halal bagi para pelaku usaha khususnya UMKM guna mendorong akselerasi pembentukan ekosistem halal value chain di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Berlokasi di Auditorium Asrama Haji, Pelatihan Sertifikasi Pendamping Halal dan Penyerahan Sertifikasi Halal UMKM telah dilaksanakan bersama dengan 650 calon pendamping halal. Kegiatan ini merupakan strategi untuk mendukung perluasan ekosistem ekonomi syariah dengan akselerasi pembentukan Jaminan Produk Halal (JPH) melalui sertifikasi halal.

Pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama menargetkan 10 juta sertifikasi halal sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam rangka mendukung pencapaian target tersebut, Bank Indonesia terus membangun sinergi dan kolaborasi bersama seluruh pihak terkait salah satunya adalah Lembaga Halal Center Universitas Nahdhatul Ulama Provinsi NTB.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Winda Putri Listya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Universitas Nahdhatul Ulama wa bil khusus Lembaga Halal Center UNU yang telah mendukung program sertifikasi dan menyelenggarakan kegiatan Pelatihan kepada 650 Calon Pendamping Halal.

Semoga dengan kehadiran para pendamping halal yang baru, bisa menjadi wasilah atau perantara untuk Pelaku Usaha khususnya UMKM untuk mendapatkan sertifikasi halal. Kiranya kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua. ’’Untuk meningkatkan kolaborasi dan sinergi dalam rangka akselerasi perluasan ekosistem halal di Provinsi NTB,” kata Winda Putri Listya.

Lebih lanjut Bank Indonesia berencana akan bekerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi lainnya dalam rangka pembentukan Halal Center,  baik yang ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa serta mendorong proses sertifikasi halal bagi penyelenggara Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini juga sebagai salah satu langkah untuk mendorong pengembangan Wisata Ramah Muslim di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di sisi lain, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia telah mencapai momentum yang sangat positif. Tahun 2023, pertumbuhan pembiayaan syariah mencapai 15,8% diatas pertumbuhan pembiayaan sector riil secara keseluruhan yang tumbuh sekitar 10,5%, sedangkan total pembiayaan Bank Umum Syariah (lokasi proyek) di Provinsi NTB per Januari 2024 mencapai Rp16,08 Triliun, tumbuh 6,88% (yoy).

Pada tahun 2024, kita perlu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di bidang industrI halal, keuangan ekonomi syariah dan literasi keuangan syariah. Bank Indonesia akan berfokuskan pada 4 program utama, yaitu Akselerasi Ekonomi dan Industri Halal, yang berfokus pada makanan dan minumam halal serta fashion muslim atau modest fashion

Melalui Sinergi yang kuat menyambut tahun 2024 dengan optimis, Bank Indonesia memperkirakan Ekonomi Keuangan Syariah Nasional tumbuh 4,7-5,5% dengan dukungan dari pembiayaan syariah yang diperkirakan terus tumbuh pada kisaran 10-12%.

Kegiatan pelatihan sertifikasi pendaming halal dan penyerahan sertifikasi halal UMKM tersebut juga turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Zamroni Aziz, Rektor Universitas Nahdhatul Ulama Provinsi NTB,  Baiq Mulianah dan Ketua Halal Center Universitas Nahdhatul Ulama Provinsi NTB, Duwi Purwati.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed