by

Sebulan, Karya Kreatif Indonesia di Lombok

MANDALIKA – Demi mendukung Gerakan Nasional  Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (BWI), mulai Rabu 3 Maret 2021 kemarin hingga 31 Maret 2021 mendatang, Bank Indonesia (BI) Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 seri 1 di Kuta Mandalika dalam Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika Lombok dan disiarkan secara virtual.

Pameran KKI sesi I yang bertajuk “Eksotisme Lombok” di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB), dibuka secara virtual olleh Gubernur BI Perry Warjiyo dari Jakarta. Seterusnya, pameran dibuka di Bandara Internasional Lombok, Lombok  Epicentrum Mal, NTB Mal – Dinas Perdagangan NTB, kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB, Kantor Cabang BCA di Cakranegara Lombok.

50 pengusaha UMKM yang dilibatkan yang mengusahakan kerajinan perhiasan mutiara, kain tenun dan songket, kerajinan bambu, anyaman ketak, kuliner berbagai rupa mulai dari sambal, gula semut, abon ikan hingga teh kelor. kopi Lombok dan kopi Tambora.

BI juga memberikan bantuan donasi dari Program Sosial Bank Indonesia untuk pengembangan Desa Wisata Bile Bante di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Sejak bebberapa tahun terakhir ini, Desa Bile Bante dikenal memiliki Pasar Pancingan dan paket bersepeda keliling desa.

Secara daring, pembukaan pameran KKI itu disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta Menteri Komunikasi,  Informatika Johnny Gerard Plate.

Secara daring pula, Gubernur BI Perry Warjiyo, Luhut Binsar Pandjaitan,  Sandiaga Salahudin Uno melakukan pembelian secara online kepada para pelaku UMKM. Perry Warjiyo membeli perhiasan mutiara di Indah Mutiara Lombok, Luhut Binsar Pandjaitan membeli kain tenun motif bintang dan bulan hasil produk Galang Songket asal Desa Sukarara, Lombok Tengah.

Sandiaga yang mengenakan kain tenunan Sukarara Lombok Tengaah  juga membeli kain tenun  ikat produksi UMKM tenun Lombok Timur. Semula Sandiaga ingin membeli motor listrik yang sedang dikembangkan dan sudah diproduksi di NTB untuk berbagai kepentingan.  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah membeli teh kelor. Semua pembayaran dilakukan secara digital menggunakan telpon seluler masing-masing.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate menjelaskan bahwa untuk kawasan Mandalika, sudah diberikan tambahan tiga base transceiver station.  ”Juga ada tujuh titik gratis internet untuk UMKM,” ujarnya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengapresiasi atas terobosan Bank Indonesia sebagai platform untuk mendorong, mengangkat, dan membesarkan UMKM Indonesia, baik ditingkat nasional hingga global. Terutama manfaat yang dirasakan oleh para pelaku UMKM/IKM di NTB untuk terus mengembangkan dan meningkatkan berbagai hasil produk-produk yang berkualitas dan membanggakan.

“Eksotisme Lombok yang kami tawarkan bukan hanya potensi alam dan produk-produk souvenir yang bisa dibawa pulang. Akan tetapi potensi dan kapasitas SDM begitu luar biasa,” ujarnya.

Zulkieflimansyah  menjelaskan, bahwa selama pandemi Covid-19 mewabah, ternyata memberi angin segar bagi penguatan SDM dan pemulihan ekonomi yang mampu dibangun oleh masyarakat NTB. Potensi SDM dan IKM/UMKM NTB bukan hanya mempu menghasilkan pakaian adat, makanan ringan, masker, kain tenun dan sebagainya. ”Tetapi mereka mampu menciptakan mesin-mesin canggih yang tidak kalah saing dengan mesin-mesin buatan pabrik ternama,” ucapnya. Di NTB sudah dibuat motor listrik, sepeda listrik, mesin pencacah dan teknologi lainya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed