by

RSUD Provinsi NTB Sudah Bisa Bedah Jantung Terbuka

MATARAM – Selama ini penderita jantung di Nusa Tenggara Barat (NTB) harus menjalani rujukan ke luar daerah. Baik ke Denpasar Bali atau ke Jakarta. Namun sejak hari ini Jum’at 16 Desember 2022, pasien bisa ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.

Dibantu Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta , mulai tadi pagi Rumah Sakit Umum Daerah Nusa Tenggara Barat (RSUD NTB) sudah bisa menangani bedah jantung.  Seorang pria penderita, 50 tahun, selama 2,5 jam menjalani operasi.  ‘’Waktu operasinya terhitung cepat,’’ kata Ketua Tim Pengampu Layanan Kardiovaskuler Dr. dr. Hananto Andrianto Sp.JP(K), dalam konferensi pers yang berlangsung sore tadi.

Baik Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono. Sp.PD, KEMD, Ph.D melalui daring menyampaikan selamat tersedianya fasilitas operasi jantung tersebut. ‘’Saya sangat berkeingin seluruh provinsi ada fasilitasnya,’’ ujarnya Budi Gunadi Sadikin.

Sedangkan wakilnya menyebutnya hari ini sebagai hari bersejarah. ‘’Sebagai provinsi ke 19 dari 34 provinsi yang memiliki fasilitasi bedah jantung,’’ ucap Dante Saksono Harbuwono.

Menurut Direktur RSUD NTB Lalu Herman Mahaputra yang panggilan kesehariannya dr Jack menyebut fasilitas operasi bedah jantung RSUD NTB ini membutuhkan biaya Rp 17 miliar. ‘’Pendanaannya disiapkan bersama Kementerian Kesehatan,’’ kata dr Jack.

Menurut Hananto Andriantoro,, penyakit kardiovaskuler seperti jantung, kanker, stroke, gagal ginjal tiap tahun terus meningkat dan menempati peringkat tertinggi penyebab kematian di Indonesia terutama pada usia-usia produktif. Data Riskesdas 2018 juga melaporkan bahwa Prevalensi Penyakit Jantung berdasarkan diagnosis dokter di Indonesia mencapai 1,5 persen,  Ini berarti 15 dari 1.000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung. ‘’Hal ini cukup tinggi mengingat penduduk Indonesia sendiri mencapai 250 juta penduduk,’’ ujarnya.

Gaya hidup  merokok, dan pola makan merupakan penyebab  utama terjadinya penyakit jantung koroner (PJK), dilaporkan 50 persen penderita penyakit jantung koroner berpotensi mengalami henti jantung mendadak hingga kematian. Di seluruh dunia penyakit jantung menjadi penyebab kematian nomor satu, yaitu mencapai 17,7 juta dari 39,5 juta kematian pertahun.

Angka harapan hidup penderita gagal jantung dan penyakit coroner yang tidak ditangani dengan baik  selama 5 tahun itu kurang dari 40 persen, sehingga penting bagi setiap daerah di suatu provinsi memiliki pusat pelayanan jantung terpadu untuk melayani pasien pasien penyakit jantung secara komprehensif, termasuk pelayanan bedah jantung

Di NTB sendiri dengan jumlah penduduk sekitar 5 juta, sebanyak 150.000 warga NTB berpotensi kena penyakit jantung dan dari jumlah tersebut sebanyak 50.000 orang berpotensi terkena penyakit jantung akut yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Pada penelitian yang dilakukan di RSUD Provinsi NTB pasien penyakit jantung paling banyak di dadapatakn pada laki dengan rentang umur 55-65 tahun sebesar (52.5 persen) faktor resiko terbanyak berupa hipertensi dan merokok.

Berdasarkan data di RSUD Provinsi NTB kunjungan Poli Jantung mencapai 10.000-15.000 pasien pertahun, dan pasien yang harus dirawat akibat masalah jantung mencapai 900-1300 pasien pertahun. Pasien yang memerlukan tindakan intervensi pemasangan ring jantung  akibat serangan jantung akut mencapai 500 kasus pertahun di RSUD Provinsi NTB. Dari jumlah tersebur 200 pasien harus dirujuk ke luar daerah per tahun untuk dilakukan tindakan operasi jantung bypass coroner.

Angka kesakitan dan kematian  yang cukup tinggi inilah yang membuat RSUD Provinsi NTB semakin bertekad untuk menyelenggarakan layanan kardiovaskuler secara paripurna yang mana didalamnya termasuk pelayanan Bedah Jantung. RSUD Provinsi NTB dan Kemenkes bekerjasama dalam menguatkan Layanan Primer pada penyakit Kardiovaskular melalui Jejaring Kardiovaskular Nasional. Salah satu layanan Jantung yang akan segera dibuka adalah Operasi jantung CABG/Bypass Koroner. Operasi bedah bypass koroner adalah tindakan operasi yang dilakukan pada penderita Penyakit Jantung Koroner (PJK) yaitu pasien yang mengalami penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah arteri coroner.

Diharapkan dibukanya layanan Jantung Paripurna ini  termasuk pelayanan bedah jantung dapat mengurangi akan kesakitan dan kematian akibat masalah penyakit jantung. Dan harapan terbesar masyarakat NTB dapat dilayani di daerah sendiri tanpa harus di rujuk ke luar daerah sehingga meningkatkan kenyamanan bagi pasien diseluruh NTB.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed