by

Pengembangan Wisata Olahraga Dinas Pariwisata Lombok Barat Latih Pemandu Wisata Paralayang

SEKOTONG – Jika mencari tempat wisata snorkeling atau diving (menyelam), tidak akan asing lagi jika menyebut kawasan Sekotong Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sebagai tempat sempurna untuk melakukan atraksi wisata tersebut. Namun siapa tahu di samping itu ternyata Sekotong juga memiliki spot wisata minat khusus lainnya yang tidak kalah menarik yakni spot wisata paralayang.

Paralayang sendiri adalah salah satu olahraga kategori ekstrim. Olahraga ini dilakukan dengan terbang bebas dengan menggunakan kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki, selain dengan tujuan kompetisi, paralayang juga sejauh ini mampu menjadi atraksi wisata yang masuk dalam kategori wisata minat khusus.

Dengan daerah perbukitan yang ada di kawasan Sekotong, membuat wisata paralayang ini sangat pas untuk dikembangkan sebagai salah satu atraksi wisata baru di daerah Lobar. Pelatihan dilakukan di desa wisata, Kepala Dinas Pariwisata Lobar M. Fajar Taufik mengatakan tujuanya,  untuk membantu mempromosikan desa wisatanya seperti yang telah dilakukan pada pelatihan-pelatihan yang lain. Setelah pelatihan ini awal bulan Desember 2023 akan ada event festival paralayang di Desa Buwun Mas.

Untuk kegiatan olahraga paralayang di Lobar sebenarnya sudah ada sejak 40 tahun lalu, dan menurut sejumlah pelaku olahraga yang pernah melakukan percobaan penerbangan paralayang di Sekotong, mereka menilai jika kondisi alam dan angin di beberapa tempat di Sekotong sudah bisa untuk dijadikan flysite (lokasi) paralayang.

Untuk pemateri dalam pelatihan, Dispar Lobar menghadirkan langsung instruktur paralayang dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Zainul Abdul Majdi Mataram.

Dengan pelatihan ini peserta pelatihan diharapkan bisa mengetahui dan memahami bagaiman merencanakan dan melaksanakan pemandu wisata serta mampu menyiapkan dan menjelasakan informasi kepada wisatawan.

Selama tiga hari 15 – 17 November 2023 kemarin, Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar memberikan Pelatihan Pemandu Wisata Paralayang kepada 40 peserta yang berasal dari desa-desa yang memiliki potensi kawasan paralayang di Lobar di Camping Ground Kopi Galau Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong. Untuk praktek atraksi paralayang sendiri dilakukan di pantai Belongas Dusun Belongas, Desa Buwun Mas.

Fajar Taufik yang membuka pelatihan mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan SDM para pemandu atau para peserta sehingga bisa menghadirkan pelayanan memuaskan kepada wisatawan, selain itu bisa memberikan rasa aman dan nyaman. Menurut Taufik, rasa aman dan nyaman merupakan bagian terpenting dalam industri pariwisata sehingga wisatawan mau berlama-lama tinggal di daerah kita.

Paralayang menjadi wisata dirgantara yang membutuhkan keahlian khusus dan banyak resiko, maka, Taufik menekankan agar para peserta menguasai teknik-teknik terlebih dahulu sebelum melakukan penerbangan. “Kalo belum yakin dan mahir, jangan dulu memandu, lebih baik matangkan dulu karna ini berkaitan dengan nyawa wisatawan,” kata Taufik, Jum’at 17 November 2023.

“Ini bukan yang pertama kita lakukan di desa wisata, kita pernah di Batu Putih, Pelangan, dan di kecamatan lain juga sering, dan hari ini di Desa Buwun Mas. Semoga ini menjadi moment kebangkitan pariwisata di desa Buwun Mas,” ujar Taufik

Turut hadir dalam pelatihan tersebut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Lobar Komisi II Abdul Majid, atau biasa disapa Lozawa. Dalam pelatihan tersebut ia berkesempatan memberikan motivasi kepada peserta pelatihan. Lozawa menyebutkan dari 10 kecamatan yang ada di Lobar semuanya memiliki potensi wisata yang beragam, salah satunya paralayang yang harus menjadi atensi bersama, dan Dispar Lobar menujukan komitmenya dalam mengembangkan pariwisata melalui pelatihan paralayang.

Menurut Lozawa, paralayang adalah hobi mahal dan berkelas karna alat-alat yang digunakan memiliki harga yang tinggi dan hanya orang-orang terpilih yang bisa melakukanya. “Teman-teman harus bersukur karna anda termasuk orang-orang terpilih,” ucapnya.(*)