by

Penerimaan Setoran Pajak di Nusa Tenggara Barat Minus 1 Persen

MATARAM – Kurang 1,5 bulan, sampai 15 Novembber 2023, penerimaan setoran pajak di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur di bawah target. Semula setahun penuh atau setahun kalender hingga 31 Desember 2023 ditarget Rp 5,27.80 miliar atau Rp 5,27 triliun, hingga 15 November 2023 baru sebesar 81,16 persen dari target Rp6,494 triliun atau tumbuh -2,19 persen.

Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Nusa Tenggara (NTB dan NTT) Nurbaeti Munawaroh menjelaskan penerimaan pajak tersebut dalam  Media Gathering yang berlangsung di Hotel Prime Park, Selasa 21 Novembber 2023 petang. ‘’Diyakini pendapatan pasti positif di akhir tahun,’’ kata Nurbaeti Munawaroh, selesai acara sosialisasi wajib pajak 40 orang pengusaha muda UMKM yang mengalami tuna  rungu.

Ia kemudian mengatakan sektor Administrasi Pemerintah tumbuh signifikan karena adanya

setoran PPN dari Belanja APBN/APBD T.A. 2022 yang di setor pada bulan Januari 2023 dan pergeseran setoran PPN dari sektor Konstruksi dampak PMK-59;

Sektor perdagangan tumbuh negatif karena ada restitusi sebesar Rp 7 miliar pada subsektor perdagangan atas dasar balas jas/kontrak, dan kebijakan PPS yang tidak terulang.

Sektor Keuangan dan Asuransi tumbuh positif karena peningkatan setoran PPh 21 pada subsektor Bank Pemerintah, Koperasi, dan jasa keuangan lainnya; Sektor Pertambangan tumbuh positif karena peningkatan harga komoditas tambang;

Sektor Transportasi dan Pergudangan tumbuh positif didukung oleh meningkatnya aktivitas ekspor-impor terutama dari dan ke timor leste; dan Sektor Konstruksi tumbuh negatif karena pergeseran setoran PPN ke sektor Adm. Pemerintah dampak PMK-59 dan restitusi PPN sebesar Rp 13 miliar.

Di NTB terdapat 5.320.092 Wajib Pajak terdaftar 993.034 WP dan yang Wajib SPT 229.531

Berkaitan dengan sosialisasi sebanyak 40 orang tuna rungu diundang hadir Mengenai edukasi pelaporan SPT Tahunan & Pemadanan NIK-NPWP, Kanwil DJP Nusa Tenggara mengadakan sosialisasi dalam rangka menghimbau masyarakat untuk segera melakukan pemadanan NIK-NPWP melalui laman pajak.go.id sebelum melakukan pelaporan SPT Tahunan. ‘’Ini warga binaan. Mereka diundang datang sosialisasi bukan karena potensinya. Tetapi semata-mata menjadi binaan,’’ ujarnya.

Adapun di NTT dari sejumlah penduduk 5.466.285 WP, yang terdaftar 725.072 WP dan Wajib SPT 255.594. Target Rp 2.931,14 miliar realisasi Rp 2.301,08 M capaian: 78,81 persen atau tumbuh -3,84 persen.

Terhitung mulai 1 Januari 2024 seluruh layanan perpajakan dan layanan lainnya sudah menggunakan NPWP dengan format 16 digit NIK. 1.375.088 NIK Tervalidasi 299.681 NIK Belum Tervalidasi 82,11 persen NIK Valid 1.674.769 Target Validasi NIK 9 Data 15 November 2023.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed