by

Penenun Lombok Dilatih Pewarnaan Alami

MATARAM – Selama tiga hari, 29 – 31 Agustus 2022, penenun UMKM di Lombok dilatih pewarnaan alami Wastra oleh Widodo Simbolon dari Tom Batik Yogyakarta.

Merupakan kepedulian Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (KPw BI NTB) sebanyak 15 orang penenun Wastra yang merupakan produk unggulan NTB dilatih di Yayasan Pondok Pesantren Syukur Asyari. ‘’Tenun Wastra memiliki potensi ekspor sekaligus pendukung sektor pariwisata dari aneka ragam jenis dan motif kain tenun yang tersedia,’’ kata Deputi Kepala KPw BI NTB Achmad Fauzi, Jum’at 2 September 2022 siang.

Saat ini warna dan tren fesyen terus berkembang menyesuaikan zaman, konsep sustainable fashion juga terus digaungkan guna membangun kesadaran pada konsumen mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mendorong budaya ramah lingkungan. Teknik pewarnaan alami merupakan salah satu aspek yang perlu terus dikembangkan pada kain tenun dari NTB dalam penerapan konsep sustainable fashion tersebut. ‘’Sustainable fashion yang merupakan bagian dari green economy tersebut secara konsisten terus,’’ ujar Achmad Fauzi.

KPw BI NTB peduli pada aspek pengembangan wastra tenun NTB. Oleh karena itu, KPw BI NTB menginisiasi kegiatan pelatihan pewarnaan alami ini kepada UMKM wastra tenun binaan dan mitra. Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari 5 kelompok UMKM yaitu Mawar Tenun, Ana Tenun Sukarara, Bun Mudrak (Lombok Tengah), Tenun Pringgasela, dan Tenun Sangkabira Sembalun (Lombok Timur).

Pelatihan yang diberikan Widodo Simbolon dilanjutkan dengan praktek secara langsung. Adapun bahan-bahan alam yang digunakan pada praktek pewarnaan alami ini diantaranya kayu bakau (mangrove), kayu secang, buah jelawe, kayu nangka, indigo, daun mangga, daun minden, dan beberapa bahan dari alam sekitar wilayah Sembalun.

Dari hasil praktek tersebut, telah dihasilkan 22 macam warna yang bervariasi dan kekinian diantaranya seperti warna merah muda, lilac, ungu, hijau army, biru, abu-abu, krem, dan sebagainya.

Harapannya dengan terselenggaranya pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat menuju sustainable fashion dan green economy, serta mendorong kelompok tenun dalam mengembangkan produk yang lebih berkualitas dan berdaya bersaing tinggi.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed