by

Pendampingan Bank Indonesia, Ekspor Vanili Meningkat

MATARAM – Vanili menjadi salah satu komoditi ekspor unggulan Nusa Tenggara Barat (NTB). Jum’at 12 Agustus 2022 kemarin Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) NTB Heru Saptaji bersama Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi dan Kepala Balai Karantina Kelas I A Mataram Arinaung melepas ekspor secara resmi 2,5 ton vanili senilai Rp 5,7 miliar ke Amerika Serikat (AS) dari halaman kantor .KPw BI NTB.di Mataram.

‘’Keberangkatan ekspornya via Bandara Ngurah Rai Bali. Rencananya, diterbangkan ke AS Selasa lusa,’’ kata pemilik UD Rempah Organik Lombok Muhir Ali, 50 tahun, dari Sakra Lombok Timur kepada TEMPO, Sabtu 13 Agustus 2022 siang. Pembelinya, adalah Bill Wiedmann dari Kestrel Growth Brand AS selaku importir,

Untuk kepentingan mendapatkan vanili tersebut, Kestrel Growth Brand bermitara dengan Singing Dog Vanila. Sebenarnya, kata Muhir Ali, sudah 1ama sekitar 14 tahun melakukan ekspor vanili tersebut. Namun, Muhir Ali mengaku belum banyak dikenal. Setelah dibina oleh Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia, ia merasa terbantu.

Kepala KPw BI Provinsi NTB Heru Saptaji menjelaskan terkait kondisi pertumbuhan ekonomi NTB khususnya dari sektor non-tambang yang terus berangsur membaik selama beberapa tahun terakhir. ‘’Komoditas vanili akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi NTB. Tahun ini ekspor vanili NTB direncanakan akan mencapai angka 6,5 ton, meningkat seratus persen atau dua kali lipat dari angka ekspor vanili di tahun sebelumnya.

Mengutip Heru Saptaji, Bill Wieldmann melakukan pembelian sejumlah 6.5 ton selama 2022. Tahun berikutnya akan berada pada kisaran 9 ton per tahun. ‘’Kalau dari sisi hulu siap, maka pasar akan secara terbuka untuk menyerap”- ujar Heru Saptaji.

Disisi lain, dijelaskan juga bahwa komitmen Bank Indonesia untuk menjaga sustainability dari kegiatan ekspor NTB dilakukan dengan melaksanakan pendampingan secara end-to-end process yaitu pendampingan dari hulu ke hilir dengan menyertakan program community development didalamnya. Mulai dari melakukan pendampingan untuk meningkatkan produktivitas di sisi hulu sampai ke pendampingan untuk mengolah dan memproduksi produk turunan vanili di sisi hilir yang saat ini sedang dijajaki oleh KPw BI NTB.

Saat ini, vanili telah menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Provinsi NTB karena memiliki potensi pasar yang terbuka lebar hingga di level internasional.

Menurut laporan Kepala Balai Karantina Kelas I A Mataram Arinaung bahwa jumlah ekspor vanili selama tiga tahun terakhir yaitu sebanyak 1,4 ton di tahun 2020, 2,4 ton di tahun 2021, dan 6,5 ton di tahun 2022.

Keberhasilan peningkatan jumlah ekspor vanili tidak terlepas dari kerja sama dan pendampingan yang dilakukan oleh Tim Genjot Ekspor terhadap pertumbuhan komoditas vanili organik di NTB yang sudah dilakukan sejak tahun 2020. Disebutkan juga bahwa beberapa hal yang menjadi pertimbangan vanili sebagai salah satu komoditas unggulan yang strategis untuk dikembangkan di NTB adalah karena komoditas tersebut memiliki potensi dan peluang pasar yang sangat besar karena kualitasnya yang sudah diakui oleh pasar internasional.  Kualitas vanili dari NTB telah diakui sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Selain itu, nilai ekonomi dari vanili juga terbilang menggiurkan dimana petani dapat menghasilkan Rp 25 juta perbulan jika memiliki 1000 pohon vanili. “Kita sudah mulai bergerak mendorong bagaimana vanili bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” – kata Arinaung.

Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi menjelaskan bahwa MP3EI (master plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia), potensi ekonomi NTB sebagian besar memang bersumber dari sektor pariwisata dan pertanian. Namun dengan adanya ekspor vanili, kini NTB memiliki alternatif tambahan potensi unggulan yang akan membantu agar angka pertumbuhan ekonomi daerah tidak terjun bebas.

Disisi lain, Lalu Gita Ariadi menyampaikan terima kasih kepada importirnya yang diharapkan akan memiliki komitmen ke depan untuk terus bermitra dengan Provinsi NTB sehingga dapat dipastikan potensi pasar vanili di daerah akan terus tersedia. ‘’Terima kasih kepada KPw BI Provinsi NTB atas komitmen tinggi yang sudah dilakukan untuk mengedepankan vanili sebagai pesona dan unggulan baru di daerah,’’ ujarnya.

Adanya komitmen pasar vanili beserta fasilitasi pemerintah dari aspek hulu hilirnya dapat terus ditingkatkan di daerah, agar produk unggulan NTB tidak hanya tembakau, tidak hanya kelapa, tapi komoditi-komoditi unggulan lain akan berkembang dengan baik .Kisah sukses ekspor vanili ini harus disebarluaskan agar masyarakat kita akan berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan, termasuk menanam vanili. ‘’ ucap Lalu Gita Ariadi.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed