by

Pelatihan Outbond Desa Wisata se Lombok Barat

MATARAM – Selama empat hari, 8 – 11 September 2021, sebanyak 40 orang pemandu wisata dari 20 desa wisata se Kabupaten Lombok Barat dibekali ketrampilan atraksi wisata alam. Berlangsung di Hotel Puri Saron Senggigi, mereka dibimbing mengelola kegiatan, keselamatan dan kreatifivitas oleh Asosiasi Experiensial Learning Indonesia Nusa Tenggara Barat (AELI NTB).

Wisata outbond belakangan ini menjadi salah satu pilihan menarik untuk berwisata di Kabupaten Lombok Barat. Meningkatnya animo masyarakat terhadap wisata outbound ini, maka sebuah destinasi wisata yang menyajikan atraksi ini sudah seharusnya menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk menunjang kualitas pelayanan kegiatan tersebut.

Untuk itu Dinas Pariwisata Lombok Barat kembali mengadakan pelatihan bagi para penyedia jasa destinasi alam yang berbasis di desa maupun swasta. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid membuka langsung kegiatan tersebut, Rabu 8 September 2021

Ketua Dewan Perwakilan Daerah AELI NTB, Mujiyanto mengatakan setidaknya ada sejumlah materi kemampuan atau kompetensi dasar yang diberikan. “Ada kompetensi inti yang diberikan,” kaktanya.

Yaitu mulai dari manajemen yang meliputi perencanaan program kegiatan rekreasi, melaksanakan pemanduan kegiatan rekreasi, permainan, memandu kegiatan tali rendah dan tali tinggi hingga menganalisis risiko dalam kegiatan, serta menolong korban.

Terakhir, ada kreativitas dalam Experensial Learning (EL) atau yang biasa disebut outbound itu pada dasarnya dituntut untuk menjadi kreatif, keluar dari kebiasaan. Untuk menyajikan sebuah destinasi wisata outbound itu tidak bisa mengesampingkan fasilitator yang kompeten dalam bidang tersebut.

Kreativitas itu sendiri dalam penerapannya di desa wisata menurut Mujiyanto adalah bagaimana menggali potensi kearifan lokal dan mengemasnya sebagai produk wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat Saepul Akhkam menyebutkan perlatihan tersebut diberikan salah satunya bertujuan untuk menambah variasi atraksi wisata yang ada di desa-desa wisata.

Selain memperkaya personil desa wisata juga ingin menyajikan semacam inspirasi bahwa satu desa wisata sesungguhnya memiliki banyak kekayaan potensial yang harus mereka kembangkan. Tidak lagi hanya bicara atraksi sejenis, misalnya satu desa wisata buat kolam semua ikut buat kolam. ”Tetapi ada potensi alamiah yang mereka miliki dengan segala macam bentuk variannya yang kaya disetiap desa,” ujar Saepul Akhkam.

Dari pelatihan ini diharapkan setiap desa mampu mengidentifikasi potensi dirinya lebih dahulu baru kemudian memiliki inspirasi untuk kreatif mengembangkannya sampai mampu menciptakan paket-paket wisata atraktif yang bisa ditawarkan ke pasar.

Terkait kerjasama dengan AELI, Saepul Akhkam juga memberikan respon positif. Untuk proses pendampingan kepada para pemendu wisata outbound di desa Dinas Pariwisata Lombok Barat berencana membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan AELI NTB dimana salah satu tujuannya adalah menjadi mitra dampingan dari AELI NTB.

Tahun ini kerjasama dengan AELI agar mampu menghadirkan program sertifikasi peserta. ”Setelah mereka tersertifikasi, selanjutnya bersama-sama mampu menjual paket untuk memperkaya destinasi alternatif kita,” ucapnya.

Sebagai tambahan dan penguat dalam memasarkan produk wisata di desa wisata, dalam pelatihan ini peserta juga dibekali materi business plan yang disampaikan oleh PT. Bank BNI Mataram, dan akan ditutup dengan materi digital marketing di akhir pelatihan.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed