by

Optimalkan Pelayanan Pelanggan, PLN NTB Menggunakan Outage Management System

MATARAM – PLN Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) dalam menikmati setiap layanan penyediaan listrik dari PLN. Salah satu akses layanan yang digunakan adalah Outage Management System (OMS). Sistem layanan ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence yang saling terintegrasi dan dilengkapi dengan big data guna mempercepat proses penanganan pengaduan pelanggan dan memudahkan pelanggan guna mengakses informasi terkini jika terjadi gangguan kelistrikan.

Dengan OMS ini, PLN NTB dapat mengurai dan menangani gangguan pasokan listrik dengan lebih cepat dan efektif. ‘’Sehingga waktu pemulihan dapat dipangkas dan pelanggan kami dapat kembali menggunakan listrik secepat mungkin,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Sudjarwo,.

Djarwo menjelaskan bahwa OMS adalah sistem terintegrasi dengan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) yang sudah ada di PLN. Sistem ini akan membantu PLN mengumpulkan informasi secara real-time tentang gangguan pasokan listrik di suatu wilayah, termasuk lokasi dan waktu kejadian, penyebab gangguan, dan estimasi waktu pemulihan. Dengan informasi ini, PLN dapat menangani gangguan pasokan listrik dengan cepat dan memberikan informasi yang akurat kepada pelanggan.

OMS juga dilengkapi dengan fitur pelaporan gangguan pasokan listrik secara online dan diperkaya dengan infoblast, yaitu pengiriman notifikasi pemadaman secara otomatis pada aplikasi PLN Mobile bila terjadi pemeliharaan dan gangguan. Pelaporan ini akan langsung diterima oleh OMS dan PLN dapat segera menangani gangguan tersebut. Pelanggan juga dapat memantau status pemulihan pasokan listrik secara real-time melalui aplikasi New PLN Mobile.

Dengan teknologi yang terintegrasi di dalamnya, seperti AI, Big Data, infoblast, aplikasi PLN Mobile, serta Supervisory Control and Data Acquisition, menjadi bukti bahwa PLN konsisten untuk berinovasi dengan fokus utama pada customer experience. Dengan sistem ini, berharap dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. ‘’Dan mengurangi dampak dari gangguan pasokan listrik,” ujar Djarwo.

Sudjarwo juga menegaskan bahwa OMS ini merupakan salah satu perwujudan 4 pilar Transformasi PLN, yaitu Customer Focused. “Terdapat 4 pilar Transformasi PLN yang saat ini telah menjadi budaya perusahaan, yaitu Green, Lean, Innovative dan Costumer Focused. OMS ini adalah wujud dari Costumer Focused, yaitu menciptakan pelayanan yang andal, terintegrasi dan terkonsolidasi,” ucap Djarwo.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed