by

OJK NTB Gandeng BI Vaksinasi 2.200 Orang

MATARAM – Otoritas Jasa Keuangan Nusa Tenggara Barat (OJK NTB) melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 2.200 orang dari kalangan industri jasa keuangan se pulau Lombok.

Berlangsung selama dua hari, 24 – 25 Juli 2021, vaksinasi diselenggarakan di gedung Al Ihsan Ampenan.Mereka yang divaksin terdiri dari pegawai, keluarga pegawai dan nasabah serta masyarakat umum produktif termasuk UMKM.

Menurut Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, pelaksanaan vaksinasi melibatkan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Prov. NTB, Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma. ”Vaksinasi ini merupakan bukti komitmen mendukung mempercepat target pembentukan kekebalan komunitas di seluruh lapisan masyarakat,” katanya selaku Ketua Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB.

Vaksinasi LJK OJK menggandeng BI ini mendorong program pemerintah. Bulan lalu sudah dicanangkan menjadi program nasional. Ini merupakan kelanjutan dari keinginan presiden tersebut. Industri jasa keuangan disiapkan 4.400 dosis vaksin sinovac untuk dua kali dosis penyuntikan.

Dosis pertama dan dosis kedua masing – masing sasaran 2.200 orang pelaku jasa keuangan baik pegawai bank, karyawan ojk maupun karyawan bi, boleh keluarga industri jasa keuangan dan masyarakat umum. ”Kegiatan ini dipusatkan dulu di pulau lombok. Insya allah berikutnya akan menyasar pulau Sumbawa,” ujarnya.

Diharapkan vaksinasi ini akan menimbulkan target herd immunity di masyarakat. Sehingga ada kekebalan komunitas yang dapat tercapai. ”Jadi berharap dengan ini semua perekonomian dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Industri Jasa Keuangan dipilih sebagai salah satu sentra vaksinasi Covid-19 karena memiliki jaringan dan cakupan wilayah yang luas serta jumlah nasabah yang besar sehingga dapat mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat.

Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi Covid-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional khususnya di Provinsi NTB karena setelah terbentuk herd immunity, maka perekonomian masyarakat akan kembali bergerak sejalan dengan terbukanya mobilitas masyarakat.

Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19.sewaktu berbicara di Al Ihsan menyebutkan vaksinasi ini salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar lainnya. ”Mau tidak mau untuk ketahanan diri dilakukan vaksinasi,” ujarnya.

Mengutip data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 NTB, sampai 23 Juli 2021 kemarin, cakupan vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 572.099 orang atau 14,63 persen dan dosis 2 mencapai 211.705 orang atau  5,41 persen.

Vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari vaksinasi massal kepada 10.000 orang pelaku dan konsumen sektor jasa keuangan pada 16-17 Juni di Jakarta serta 10 daerahlainnya Banjarmasin, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Yogyakarta, dan Jambi.

Vaksinasi melalui sektor jasa keuangan dilakukan melalui dua skema, yaitu dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan untuk pegawai dan konsumennya serta skema kedua dialokasikan kepada BI dan OJK yang pada tahapan ini menyediakan vaksin sejumlah 335.000 secara nasional dimana 4.400 dosis dialokasikan untuk Provinsi NTB. Untuk pelaksanaan vaksin tersebut, OJK menggandeng Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat.

”Ini merupakan aksi percepatan vaksinasi di Provinsi NTB yang menjadi salah satu kunci untuk mensukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional,” kata Kepala BI NTB Heru Saptaji selaku Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD).(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed