by

Obyek Wisata Sungai Berbatu Brang Paok

KETANGGA LOMBOK TIMUR – Sungai Brang Paok melintasi Desa Ketangga dari hulunya ejauh sekitar tiga kilometer dari Desa Pohgading smenju hilir melintasi Suela, Mekarsari, Suntalangu, Ketangga, Selaparang dan Pringgabaya di Kabupaten Lombok Timur. Jaraknya desa ini sekitar 63 kilometer arah timur dari kota Mataram.

Batu – batu besar muntahan dari Gunung Samalas (sebelum berubah nama menjadi gunung Rinjani) beradsa di aliran suangai sejauh 10 kilometer. Berada di ketinggian 700 mdpl udara desa Ketangga bisa disebut sejuk. ‘’View sungai bebatuan ini kami tawarkan menjadi tempat plesiran,’’ kata Hajad Guna Roasmadi, 37 tahun, alias Eros, salah seorang penggagas yang memodali Barang Paok River – demkian nama lokasi plesiran baru tersebut.

Menggunakan dana sendiri Rp 25 juta, ia membangun kafe di pinggir sungai sepanjang 120 meter dan membeli 25 unit tenda untuk menginap baik di pinggir sungai maupun di tengah kebun bambu. Termasuk menyewa lahan warga seluas 12 are di pinggir sungai dan delapan are do lebim bambu. ‘’Di sini sangat memungkinkan untuk river tubing,’’ ujar Eros menyebut Brang Paok River baru dibuka 19 Januari 2022 lalu.

Obyek wisata di pinggir sunga ini dibuka setelah pihak desa membuka akses jalan tani sepanjang 500 meter selebar tiga meter menggunakan pasir dan batu dari kantor desa atau pemukiman, Semula keberadaan Brang Paok River ini diragukan oleh masyarakat. ‘’Ngapain. Jaraknya jauh dari mana-mana,’’ ucap Eros mengutip warga Ketangga.

Ternyata akhir pekan lalu yang datang rekreasi sudah tampak meminatinya. Awalnya dari desa sekitar Ketangga yaitu Aikmel, Pringgabaya, Wanasaba, Pringgabaya, Suela. Ahad kemarin sudah mulai didatangi untuk menikmati mandi di sungai, selfi. Dan main perosotan alami. ‘’Mengulang kisah kakek nenek buyut zaman du;lu yang mandi di situ,’’ katanya.

Untuk plesiran di sana, sewa tendanya dipatok Rp 50 ribu untuk satu orang plus sarapan nasi goreng.  Yang datang menggunakan motor dikenai parkir Rp 2 ribu dan biaya bersih-bersih Rp 3 ribu. Sedangkan yang mengendarai mobil dikenai parkir Rp 5 ribu dan biaiya bersih – bersih Rp 10 ribu. ‘’Kami sudah siapkan camping ground dan café,’’ ujarnya.

Selain itu, menjaga keamanannya dari kemungkinan gangguan satwa liar seperti ular dan mahluk gaib, Eros menyiapkan pawang.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Nursandmengatakan konsep berwisata camping ground merupakan salah satu konsep yang sedang tren di Lombok Timur, Hampir setiap destinasi wisata menyuguhkan  camping ground atau mendirikan perkemahan membangun tenda.

Karena suasana alam lebih dekat sehingga sensasi panorama alam dan sungai dapat dinikmati untuk menjauh sejenak dari aktivitas. Tempat wisata tersebut tidak jauh dari taman raya Lemor Kecamatan Suela.

Brang Paok River diyakini diminati warga.  Sebab geliat wisata gunung dan pantai sudah banyak berkembang. Dan Brang Paok River menjadi salah satu alternatif berwisata di pinggir sungai untuk mengimbangi geliat wisata wisata lain dalan rangka membangkitkan kepariwisataan di masa pandemi di Lombok Timur.(*)