by

Minat Pendakian ke Gunung Rinjani Setelah Lebaran

MATARAM – Selama tiga pekan setelah lebaran Idul Fitri 1443 H, 4 – 23 Mei 2022 minat  pendakian ke Gunung Rinjani besar. Pendakian yang melalui tiga pintu utama pendakian Senaru, Torean dan Sembalun jumlahnya mencapai 3.421 orang. Pendaki nusantara 3.178 orang dan asing 243 orang.

Sedangkan pendakian melalui jalur Timbanuh, Tete Batu dan Aik Berik jumlahnya 411 orang atau terinci pendaki nusantara 399 orang dan asing 12 orang.

4 Mei 2022 adalah diberlakukannya penambahan kuota baru pendakian ke Gunung Rinjani. Yang sebelumnya 50 persen dari kuota normal 700 orang secara kesdeluruhan melalui enam pintu pendakian menjadi 75 persen atau 525 orang. Selama dua pekan pertama rata-rata setiap hari lebih 200 orang melalui tiga pintu utama Senaru, Torean dan Sembalun. Sedangkan yang melalui jalur Timbanuh, Tete Batu dan Aik Berik hanya puluhan orang saja.

Menurut Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Gunung Rrinjani Budi Soesmardi, pengunjung pendakian cukup mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Dikarenakan Covid sudah menurun serta pengurangan syarat berpergian seperti PCR/antigen,’’ katanya.

Jika dilihat dari jalur pendakian terbanyak, yang favorit adalah jalur Sembalun diliwati 2.787  orang.  Kemudian yang melintasi pintu Torean 527 orang dan Senaru 107 orang. Sedangkan yang melalui pintu Timbanuh 168 orang, Tete Batu 85 orang dan dan Aik Berik 158 orang.

Budi Soesmardi mengatakan  Sembalun merupakan jalur favorit para pendaki yang ingin menuju ke puncak yang memiliki ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. ‘’Jadi tingkat kunjungan banyak melalui jalur Sembalun dan turun melalui Torean atau Senaru,’’ ujarnya.

Saat ini Balai TNGR mencoba untuk lebih mengangkat 3 jalur selatan yaitu Timbanuh, Tetebatu dan Aik Berik sebagai jalur favorit pendaki. Ketiga jalur ini tidak kalah menarik dan menantang.

Sebagai satu-satunya destinasi wisata super prioritas pendakian gunung, Rinjani memiliki keragaman akitivtas pendakiannya. Disebutnya ada danau Segara Anak yang bisa dijadikan lokasi pemancing mania dan juga ada Aik Kalak tempat mandi air panas. ‘’ Idealnya dua malam tiga hari cukup ke puncak Rinjani.  Cuman aktivitasnya di Rinjani itu beragam. Bahkan banyak yang minta lamanya seminggu. Memang sorga,’’ ucap Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Dedy Asriady. Kalau di tempat lain hanya ke puncak saja.

Gunung Rinjani selama lima tahun terakhir ini didatangi oleh 212.856 orang yang terdiri dari 72.451 orang wisatawan mancanegara dan 140.405 orang wisatawan nusantara. Dua tahun terakhir, 2020 sebanyak 22.596 orang dan 2021 sebanyak 39.206 yang terinci pengunjung mancanegara 441 orang sedang pengunjung nusantara 38.785 orang.

Dedy Asriady pun mengatakan ramainya pengunjung diharapkan memberikan kesejahteraan. ‘’Bagi masyarakat lokal dan kelestarian Rinjani tetap terjaga,’’ ucapnya.(*)