THE MANDALIKA – 14 Maret 2026
Suasana menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit kembali berlangsung dengan cara yang berbeda dan penuh adrenalin. Kegiatan NgabubuDrift Volume 2 digelar pada Sabtu (14/3/2026) sebagai ajang berkumpulnya para pecinta otomotif, khususnya drifting, untuk menikmati sensasi mengendarai mobil dengan teknik slide terkendali di lintasan sirkuit sambil menunggu azan magrib.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman unik bagi para drifter dan penggemar otomotif yang ingin merasakan atmosfer motorsport di bulan Ramadan. Para peserta melakukan drifting di area lintasan sirkuit dengan pengawasan marshal dan tim keselamatan, sehingga aktivitas tetap berlangsung aman sekaligus menghibur.
Sejak sore hari, suasana di dalam kawasan sirkuit mulai ramai oleh para peserta dan penonton yang ingin menyaksikan aksi-aksi drift. Deru mesin mobil berpadu dengan aroma ban yang bergesekan dengan aspal menciptakan atmosfer khas motorsport, namun tetap terasa santai dan penuh kebersamaan karena dilakukan dalam momen ngabuburit.
Event NgabubuDrift Volume 2 menjadi salah satu cara kreatif untuk menghadirkan aktivitas otomotif yang tetap selaras dengan nuansa Ramadan. Para peserta tidak hanya menyalurkan hobi drifting, tetapi juga memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan kegiatan yang positif dan penuh semangat.
Sementara itu, Manajer Motorsport Mandalika Grand Prix Association, Denny Pribadi, menjelaskan bahwa kegiatan drifting di kawasan sirkuit juga merupakan bagian dari program pembinaan komunitas otomotif yang rutin dilakukan oleh MGPA.
Menurut Denny, MGPA secara berkala menyelenggarakan kegiatan drifting sekitar satu hingga dua kali setiap bulan untuk menjaring dan mewadahi para drifter dari Mataram, Pulau Lombok, hingga berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat.
“Kami ingin memberikan ruang yang aman bagi para drifter untuk menyalurkan hobi mereka. Karena itu, MGPA menyediakan area khusus drifting di belakang paddock Pertamina Mandalika International Circuit. Dengan adanya fasilitas ini, para drifter tidak perlu lagi melakukan drifting di jalan umum,” jelas Denny.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga menjadi langkah preventif agar para drifter tidak melakukan aksi drifting atau kebut-kebutan di ruang publik seperti bundaran atau jalan raya di tengah kota yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Daripada drifting di bundaran atau di tengah Kota Mataram yang tentu berbahaya bagi masyarakat dan pengguna jalan, kami mengajak mereka untuk datang ke sirkuit. Di sini tersedia tempat yang lebih aman, terkontrol, dan memang dirancang untuk aktivitas motorsport,” tambahnya.
Menjelang waktu berbuka, para peserta serta pengunjung berkumpul untuk berbuka puasa bersama . Momen ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi cerita, pengalaman, dan memperkuat kebersamaan di antara para pecinta otomotif.
NgabubuDrift Volume 2 sekaligus menunjukkan bahwa kawasan The Mandalika tidak hanya menjadi tuan rumah berbagai ajang balap internasional, tetapi juga ruang bagi berbagai kegiatan komunitas yang kreatif dan inklusif. Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda menarik selama bulan Ramadan, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat aktivitas otomotif di Indonesia.
Sementara itu, dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari Direktorat Lalu Lintas Polda Nusa Tenggara Barat. Direktur Lalu Lintas Polda NTB, Kombes Pol Romadhon Sutardjo, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif MGPA yang menyediakan ruang aman bagi para pecinta drifting.
Menurutnya, kegiatan drifting yang difasilitasi di sirkuit merupakan langkah positif untuk menyalurkan hobi otomotif secara bertanggung jawab.“Kami sangat mendukung kegiatan drifting yang dilaksanakan di Pertamina Mandalika International Circuit. Dengan adanya tempat yang resmi dan aman seperti ini, para pecinta drifting bisa menyalurkan hobinya tanpa harus melakukannya di jalan raya,” ujar Kombes Pol Romadhon.
Ia menambahkan bahwa keberadaan fasilitas drifting di sirkuit juga berkontribusi dalam mengurangi potensi kegiatan negatif di jalan umum, seperti balap liar maupun aksi drifting di ruang publik yang dapat membahayakan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini tentu membantu mengurangi aksi kebut-kebutan atau drifting di jalan raya yang bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya MGPA dalam memberikan wadah yang tepat bagi komunitas otomotif,” jelasnya.
Marsha, salah satu peserta Drfit dan Lombok Drift Community mengapresiasi kegiatan ini, “Belajar Drift di Sirkuit Mandalika seru banget, diajarinnya gampang banget.” Marsha mengajak anak-anak muda yang pengin belajar drift untuk datang ke Sirkuit Mandalika.
Dio, anggota Lombok Drift Community, memberikan Kesan,” Kali ini saya belajar full track, dan teman-teman komunitas drift Lombok sangat membantu dengan support dari pengelola Sirkuit Mandalika.”
Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak aktivitas komunitas di kawasan Mandalika selama bulan Ramadan.
“Melalui NgabubuDrift ini, kami ingin menghadirkan pengalaman ngabuburit yang berbeda. Tidak hanya sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi juga menghadirkan aktivitas otomotif yang aman, menyenangkan, dan bisa dinikmati bersama komunitas,” ujar Priandhi.
Priandhi menambahkan bahwa MGPA terus berkomitmen menjadikan sirkuit tidak hanya sebagai venue balap internasional, tetapi juga sebagai ruang aktivitas bagi komunitas otomotif nasional maupun lokal.
“Kami ingin Pertamina Mandalika International Circuit menjadi rumah bagi berbagai komunitas otomotif. Kegiatan seperti drifting, track day, maupun aktivitas komunitas lainnya bisa dilakukan di tempat yang aman, profesional, dan terkontrol. Dengan begitu, para pecinta otomotif dapat menyalurkan hobi mereka secara positif,” pungkas Priandhi Satria.
Direktur Utama Mandalika GrandPrix Association (MGPA) Priandhi Satria, menyebutkan bahwa drifting atau ngedrift adalah teknik mengemudi ekstrem di mana pengemudi secara sengaja membuat ban belakang kehilangan traksi (oversteer) namun tetap menjaga kendali penuh, sehingga mobil meluncur miring saat menikung. Teknik ini, yang sering disebut “ngepot”, mengandalkan kombinasi kecepatan tinggi, pengaturan gas, dan countersteer.
Poin-poin penting mengenai ngedrift:
Tujuan dan Visual: Dilakukan untuk balapan maupun pertunjukan, ditandai dengan mobil miring dan asap mengepul dari ban akibat gesekan.
Teknik Dasar: Melibatkan inisiasi drift (membuat roda belakang selip) dan countersteer (memutar setir ke arah berlawanan untuk mengendalikan selip).
Teknik Spesifik: Beberapa cara untuk memulai drift antara lain E-Brake Drift (rem tangan), Power Over (gas penuh), Clutch Kick (memainkan kopling), dan Braking Drift.
Jenis Mobil: Umumnya menggunakan mobil dengan penggerak roda belakang (RWD/Rear Wheel Drive) untuk memudahkan kontrol selip.
Risiko: Karena merupakan teknik berkecepatan tinggi, ngedrift memiliki risiko tinggi dan memerlukan keahlian khusus, sehingga harus dilakukan di lintasan aman.
Drifting berkembang menjadi olahraga otomotif yang profesional dengan kompetisi di berbagai negara, di mana juri menilai sudut, kecepatan, dan gaya drifting(mgpa/*)







