by

Mengunjungi Museum NTB Melihat Koleksi Pra Sejarah Hingga Kolonial Belanda

MATARAM – Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah pilihan pertama kunjungan wisatawaan mancanegara jika berkunjung ke Lombok. Utamanya wisatawan kapal pesiar yang membawa muatan lebih 1,.000 orang asal Eropah yang berlabuh di Pelabuhan Lembar dan lainnya adalah wisatawan yang datang dari Malaysia.

Di sana terdapat banyak koleksi bersejarah peninggalan pra sejarah, masa Hindu, Islam dan masa penjajahan Belanda. Ada kapak genggam dari batu, koleksi Siwa Mahadewa,  patun gBudha, pedupaan dan lonceng keperluan upacara keagamaan. Bahkan ada koleksi naskah khotbah Islam Wetu Telu masyarakat Bayan di Kabupaten Lombok Utara, kitab fikih, sorban, jubah pemuka agama dan cungkup masjid.

Selain itu dari lokal Lombok juga didapati adanya peralatan wayang Sasak sebagai media penyebar agama Islam. Adapun dari masa kolonial Belanda adanya koleksi baju dan tutup kepala dari besi selain adanya medali dan uang.

Menurut Kepala Museum Negeri Nusa Tenggara Barat Bunyamin, yang diminati wisatawan adalah melihat etnografi Nusa Tenggara Barat. ”Antara lain naskah kuno, pakaian adat dan nekara. Biasanya orang Eropah sangat lama ,melihatnya,” kata pria Bandung tamatan S2 Filologi Universitas Padjadjaran Bandung, 2006. Ia mengabdi di Lombok sejak sejak 1995.

Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, tahun 2019 Museum Negeri Nusa Tenggara Barat yang memiliki 7.998 buah benda dikunjungi 90.533 orang mulai dari siswa TK hingga mahasiswa dan wisatawan.

Museum Negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat yang berada di Jalan Panji Tilar Negara Mataram memiliki areal seluas 8.613 m2. Museum ini merupakan Museum Negeri Provinsi yang dirintis pembangunannya sejak tahun 1976/1977.

Dibuka setiap hari jam 8 – 16. Jika hendak berkunjung, biaya masuknya untuk siswa TK – SMP Rp 2 ribu, SMA – mahasiswa masyarakat umum Rp 4 ribu, dan wisman Rp 7 ribu.

Bunyamin menjelaskan hal-hal menarik yang dimiliki Museum Negeri Nusa Tenggara Barat ini adalah koleksi masterpicece yang langka dan mempunyai nilai tinggi seperti empat buah nekara berupa alat genderang perang. Kemudian replika Pondi Emas berupa peralatan air suci guna upacara terbuat dari tempurung kelapa berlapis emas yang aslinya disimpan di Kesultanan Bima, Juga ada kipas emas Sultan Sumbawa yang terbuat dari emas. Juga ada naskah dari Kerajaan Undu

Ada pula naskah yang menceritakan tentang Nabi Muhammad beserta sahabat – sahabatnya menundukkan Raja Undru yang durhaka. Tidak disebutkan raja tersebut berasal dari mana. ”Kenapa naskah terssebut berada di Museum NTB, memang naskah tersebut didapatkan di Lombok,” ucapnya.

Ia menyebutkan banyak naskah yang ceritabnya berlatar belakang negeri Arab semasa penyebaran agama Islam di Lombok yang sudah diadaptasi dengan budaya Lombok. Misalnya Nabi bercukur, Amir Hamzah dan lainnya.

Adapun benda tertua usianya kapak genggam peninggalan pra sejarah yang pada masanya digunakan untuk menggali sisngkong di Lombok Tengah dan sekelilingnya. ”Ada dua bentuk yang masih kasar dan sudah halus,” ujarnya.

Koleksi

Koleksi museum adalah kumpulan benda-benda peninggalan sejarah alam dan warisan budaya sebagai sumber penelitian ilmiah. Museum Negeri Nusa Tenggara Barat sampai tahun 2019 mempunyai koleksi sebanyak 7.698 buah. Koleksi tersebut dalam pengelolaannya di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu, yaitu menurut disiplin ilmu, sub disiplin, dan /atau yang bersifat konvensi (kesepakatan yang tidak tertulis).

Kriteria lain yang dapat digunakan  untuk klasifikasi koleksi adalah berdasarkan jenis, bahan, asal daerah, dan kronologi. Adapun klasifikasi yang dilakukan bertujuan untuk menciptakan pengelompokkan dan mempermudah dalam pengelolaan serta penelitian koleksi sehingga koleksi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan pendidikan, studi, dan rekreasi. Berikut klasifikasi  koleksi dan pemberian nomor kode pada Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (sesuai dengan buku pedoman klasifikasi koleksi museum negeri propinsi, Depdikbud, 1995).

Koleksi Museum Negeri Nusa Tenggara Barat  terdiri dari :

  1. GEOLOGIKA dan GEOGRAFIKA (47 buah)

Koleksi yang berhubungan dengan sejarah alam dan lingkungan. Contoh : fosil kayu, batuan, dll.

  1. BIOLOGIKA (123 buah)

Koleksi yang berhubungan dengan makhluk hidup atau bagian dari makhluk hidup. Contoh : binatang hasil offset (buaya, ular kobra, biyawak, rusa, dan kupu-kupu); berbagai jenis kayu; serta gambar flora dan fauna khas NTB.

  1. ETNOGRAFIKA ( 3711 buah)

Koleksi benda budaya yang berasal dari berbagai suku bangsa yang ada di Nusa Tenggara Barat, seperti suku Sasak, Samawa, dan Mbojo.

  1. ARKEOLOGIKA (336 buah)

Kendi : Terbuat dari tanah liat, terdapat motif hias dengan teknik gores, berfungsi sebagai bekal kubur dan alat upacara pada masa prasejarah (Neolithikum). Kendi ini ditemukan di Desa Truwai, Pujut – Lombok Tengah.

Kapak Genggam : Terbuat dari bahan batuan metamorf, dipergunakan sebagai alat berburu dan alat rumah tangga pada masa prasejarah (pleistosen). Kapak ini ditemukan di Desa Plambik, Kecamatan Praya Barat – Lombok Tengah

Nekara Terbuat dari perunggu, berasal dari masa perundagian, ditemukan pada tahun 1990 di Pringgabaya – Lombok Timur

  1. Historika (138)

Benda budaya yang bukan hasil temuan atau eskavasi, tetapi dapat dijadikan sebagai bukti suatu peristiwa sejarah.

Arca Ganesha : Arca terbuat dari perunggu, sebagai salah satu bukti agama Hindu pernah berkembang di Pulau Lombok

Masjid Bayan Beliq : Mesjid berbentuk bujur sangkar, tiang keliling berjumlah 28 buah, dinding dan atap yang berbentuk tumpang terbuat dari bambu, serta fungsinya sebagai tempat ibadah umat Islam.

Pondi : Bahan emas, perak, dan tempurung kelapa. Fungsi sebagai tempat air minum , berasal dari Bima

  1. NUMISMATIKA DAN HERALDIKA (1361 buah)

Numismatika adalah mata uang atau alat tukar (token) yang pernah beredar dan digunakan oleh masyarakat.

Heraldika adalah tanda jasa atau lambang, antara lain : penning dan stempel/cap

Mata Uang Rupiah, Stempel Kesultanan Bima, Tanda Jasa

  1. FILOLOGIKA (1392 buah)

Naskah kuno yang ditulis menggunakan aksara dan bahasa tradisional yang berisi tentang ilmu pemerintahan, sejarah, sastra, pengobatan,  dll. Bahan naskah antara lain : dluwang, daun lontar, dan kayu.

Naskah Nabi Haparas

Kitab Mujarobat

Naskah Obat-obatan

  1. KERAMOLOGIKA (511 buah)

Benda yang terbuat dari tanah liat, bahan batuan, dan porselin yang dibakar dengan suhu tinggi maupun rendah. Keramik koleksi Museum NTB berasal dari Cina, Vietnam, Thailand, Jepang, Timur Tengah, dan Eropah

9.TEKNOLOGIKA (33 buah)

Peralatan tradisional atau modern yang digunakan sebagai alat produksi untuk menghasilkan suatu benda budaya. Koleksi teknologika Museum NTB : pande besi, alat tenun, mesin jahit, dll.

10.SENI RUPA (38 buah)

Benda-benda hasil daya cipta, karsa, dan rasa manusia yang diungkapkan secara kongkrit ke dlam bentuk dua atau tiga dimensi yang mempunyai nilai fungsi ekspresi dan estetik, juga memiliki keragaman dalam tema, ide konseptual, dan media teknik. Koleksi seni rupa Museum NTB : lukisan, alat musik tradisional, topeng, wayang Sasak, hasil anyaman, hasil ukiran.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed