by

Mengenal Desa Wisata Genggelang di Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG – Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hanya memiliki kawasan wisata pulau kecil Gili Indah yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air yanjg menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara ke Lombok.  KLU, demkian sebutan umum kabupaten di utara pulau Lombok ini, juga tidak hanya dikenal oleh pendaki gunung Rinjani. Tetapi ada Desa Genggelang yang berjarak lima kilometer arah utara dari kota Tanjung – ibukota KLU, di sana ada desa wisata yang memiliki tujuh obyek wisata menarik.

Sesuai kondisi daerah yang memiliki topografi rendah dan tinggi, di sana ada obyek wisata sumber air tawar di tengah laut Pantai Papak, wisata Kakao, wisata Kopi sampai air terjun Kerta Gangga di ketintggian 400 meter di atas permukaan laut. ”Ada tujuh obyek wisata di desa kami,” kata Kepala Desa Genggelang Almaududi yang biasa dipanggil Dodi, Selasa 29 Desember 2020 sore.

Almaududi mengatakan bahwa air terjun Kerta Gangga sudah sangat dikenal wisatawan lokal maupun mancanegara jauh sebelum adanya desa wisata. ”Air terjun Kerta Gangga terdiri dari duaa tingkat. Masing-masing ketinggiannya 30 meter,” ujar Dodi.

Sumber air terjun tersebut berasal dari Lokok Angkup. Lokok artinya sungai dan Angkup adalah nama seorang patih pada zaman Kerajaan Gangga – di desa setempat. Air terjun Kerta Gangga ini pada waktu musim hujan bagus airnya sangat deras. Pasca gempa air berkurang karena sumber air berpindah mata air berpindah. Asalnya air dari mata aair Kakong yang mengairi Loko Angkup.

Sabtu 26 Desember 2020 lalu, Bupati KLU Najmul Akhyar meresmikan Desa Wisata Genggelang ini di Dusun Penjor yang memiliki obyek wisata tujuh kolam Tiu Pitu. (Tiu dalam bahasa Sasak artinya kolam air). Lokasinya terletak di daerah bawah dari Kerta Gangga. Di situ terdapat tujuh kolam dari aliran sungai Loko Angkup. ”Saya melihat semangat warganya untuk bangkit akibat pandemi Covid-19 ini,” ucap Najmul Akhyar sewaktu peresmian.

Kelompok Sadar Wisata Desa Genggelang ini mengelola obyek wisata yang selama setahun lalu dikunjungi 60 ribu orang lokal dan ribuan wisatawan mancanegaa. Kalau mendatangi Genggelang bisa menikmati tidak hanya air terjun Kerta Gangga,  Tiu Pitu, ada lima Rumah Pohon yang berbentuk berugak (tempat duduk-duduk di luar rumah khas Lombok) di ketinggian empat meter di atas permukaan tanah,

Ada lagi air terjun di bawah Tiu Pitu yang namanya air terjun Kerurak. Ketinggian tumpahan air terjun ini sekitar 15 – 20 meter. Setelah itu diatas hutan, ada perkebunan kopi yang juga terbesar di NTB. luasnya sekitar 6.000 hektar. Jenisnya kopi Arabica dan Robusta. Tanaman kopinya pendek-pendek kalau memetik sambil rebahan. Bentuknya seperti payung.

Di sana juga bisa berwisata untuk tanaman durian yang tanamannya bisa ditemui di rumah penduduk dan di kebun. Di sana ada durian Bowor, Bangkok, Kane, Musanking, dan buah-buahan lainnya. kalau musimnya banyak. paling banyak di Lombok Utara. Tanaman bisa didapati di pekarangan, kebun dan hutan Monggal. ”Di dalam hutqan ini juga ada ada air terjun Tiu Tibing yang ketinggiannya 50 meter ketinggiannya.

Karena memiliki potensi kakao dan kopi terbesar di Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sana, menurut Dodi, di  kampung Kakao ada tempat belajar menanam dan kelola kakao. ”Buat edukasi, proses menjadi coklat seperti Silver Queen, ” kata Dodi yang menyebutkan bahwa ada minyak dan permen kopi kakao selain bubuk kakao untuk ngopi. Juga ada outlet pabrik.

Menurutnya, di desanya ada 30 kelompok tani kakao yang 12 kelompok menjadi penyokong . Kelompok utama ini difasilitasi pengadaan mesin. Setelah mendapatkan bantuan mesin dari Pemerintah Provinsi NTB 2018, kemudian tahun 2019 dari pemerintaah pusat. ”Genggelang penghasil terbesar kakao di NTB,” ujar Dodi.

Di sana ada sekitar 2.500 – 3000 hektar tanaman kakao yang perhektarnya terdapat 100 batang pohon. Musim kakao setiap dua minggu sekali dalam waktu empat bulan dalam setahun. Satu pohon ratusan ton setiap bulan. Produk coklat lokal dinama Datu.

Jadi wisata coklat ditawarkan mulai dari petik, tamnam atau melihat outlet.  Tergantung mereka. Sedangkan produk minyak kakao untuk suplai bahan alat komestik pabrikan.

Perihal obyek wisata mata air tawar di tengah laut berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai. Pantai Papak. Memiliki potensi wisata bawah laut, karang bagus. Koralnya memang menurut foto dan cerita bagus. Pernah didatangi Raja Trengganu dari Malaysia 2019 yang sempat melakukan penyelaman di sana. Lokasi pantai Papak berada sekitar tiga kilometer dari pantai Tebing yang merupakan tebing bekas dampak letusan gunung Samalas (sebelum diberikan nama Rinjani).

Di jajaran pantai tersebut juga terdapat pantai Karang Jurang, pantai Mutiara. ”Rata-rata bagus untuk menyelam,” ucap Dodi.(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed