by

Masih Dominan Hasil Tambang Diekspor NTB

-Berita, Daerah, Ekonomi-1,052 views

MATARAM – Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Oktober 2020 yang jumlahnya sebesar US $ 139.329.976, mengalami kenaikan sebesar  235,48 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan September 2020 yang bernilai US $ 41.531.287.

Ekspor bulan Oktober 2020 yang terbesar ditujukan ke China sebesar 72,14 persen, FIlipina sebesar 22,22 persen kemudian disusul Amerika Serikat yaitu sebesar 4,82 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Stastitik Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPS. NTB) Muhammad Saphoan merilis nilai ekspor tersebut, Selasa 1 Desember 2020 sore: ”Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar adalah barang galian/tambang non migas,” katanaya.

Secara rinci barang galaian tambang non migas yang dihasilkan tambang dominan tembaga di Batu Hijau di Sumbawa Besar sebesar US$ 131.038.049 (94,05 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 4.947.889 (3,55 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 1.852.289 (1,33 persen), Buah-buahan sebesar US$ 961.837 (0,69 persen), serta Garam, Belerang, Kapur senilai US$ 232.956 (0,17 persen).

Adapun nilai impor pada bulan Oktober 2020 sebesar US $ 31.540.631. Ini berarti impor mengalami kenaikan 326,11 persen dibandingkan dengan impor bulan September 2020 sebesar US$ 7.402.017. Sebagian besar Impor berasal dari negara Polandia (64,92 persen), Amerika Serikat (14,33 persen), Jepang (5,77 persen), dan Australia (3,61 persen).

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik  (72,05 persen), Mesin/ Peralatan Listrik (10,68), Karet dan Barang dari Karet (6,17 persen),  Kendaraan dan Bagiannya  (3,19 persen), serta Bahan Peledak (2,87 persen).

Mengenai inflasi, selama bulan November 2020, inflasi Gabungan Dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 0,03 persen. Ini merupakan peningkatan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,30 pada bulan Oktober 2020 menjadi 103,33 pada bulan November 2020.

”’Angka inflasi ini lebih kecil dibanding angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28 persen.untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, ” ujarnya.

Jika dilihat inflasi masing-masing kota, maka di Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.

Inflasi gabungan dua kota bulan November 2020 sebesar 0,03 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,26 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,15 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,05 persen; Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,02 persen; Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,00 persen; Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,00 persen; Kelompok Pendidikan sebesar 0,00 persen; dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,00 persen.

Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,73 persen; Kelompok Transportasi sebesar 0,06 persen; dan Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,02 persen.

Laju inflasi gabungan dua kota tahun kalender November 2020 sebesar 0,17 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender November 2019 sebesar 1,50 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” November 2020 sebesar 0,51 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan November 2019 sebesar 2,13 persen.(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed