by

Luring 30 UMKM di Lombok Menjelang MotoGP

MANDALIKA – Sebanyak 30 pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) se pulau Lombok berkumpul di Novotel Lombok, Selasa 22 Februari 2022 siang. Mereka dikumpulkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi selama tiga jam untuk dibekali kesiapannya meningkatkan kwalitas produk dan usahanya menjelang gelar balap MotoGP 2022 yang akan ditonton langsung oleh 100 ribu orang penggemarnya.

Perhelatan MotoGP Mandalika 2022 yang akan berlangsung 18 – 20 Maret 2022 mendatang merupakan momentum yang tepat bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk bangkit kembali dan juga memperoleh manfaat ekonomi.

Acara Forum Digitalk ini yang diinisiasi oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik.

diadakan secara hybrid, dihadiri oleh 30 pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat secara langsung atau laur jaringan (luring), dan secara tidak lagsung atau dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Zoom dan streaming youtube Ditjen IKP Kominfo sebanyak 400 orang. Mereka diantaranya berasal dari pengusaha kain tenun, produk olahan makanan dan perhiasan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemkominfo, Septriana Tangkary, dalam sambutannya di Forum Digitalk bertema “UMKM NTB Siap Sambut MotoGP 2022” mengatakan Mandalika sebagai sport tourism tidak hanya menguatkan prestise Indonesia tapi juga diharapkan sebagai momentum meningkatkan ekonomi bangsa. ‘’Utamanya dengan mendatangkan banyak wisatawan sehingga bisa memberikan spotlight bagi UMKM lokal,” katanya.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Niken Saptarini Widyawati optimis bahwa perhelatan MotoGP mendatang merupakan kesempatan dan bagian dari proses untuk memperbaiki diri, melakukan kurasi, dan peningkatan kualitas UMKM di NTB. Niken juga mengatakan bahwa para UMKM di Nusa Tenggara Barat adalah UMKM yang semangat untuk belajar dan semangat untuk bergabung dalam wadah dimana mereka bisa sama-sama sharing dan bergerak dalam konteks kewilayahan maupun dalam konteks organisasi untuk kemajuan dari anggotaanggotanya. “Ini merupakan potensi-yang kita semua banggakan di Nusa Tenggara Barat dan kita siap untuk meningkatkan koordinasi kerjasama dan kualitas agar di MotoGP kita benar-benar menjadi tuan rumah bagi para tamu di daerah kita sendiri”, ujar Niken.

Mereka dipertemukan secara daring dengan founder dan CEO Ladara Nanny Hadi Tjahjanto, founder dan CEO Temnun Gaya Wignyo. Sedangkan yang hadir secara langsung adalah pembina dan perajin kain tradisional Indonesia Sativa Sutan Anwar, founder Lombok Womenpreneur Club yang juga Direetur Marketing NTB Mall Indah Purwanti Ningsih,

CEO Ladara Nanny Hadi Tjahjanto mengajak masyarakat untuk memilih produk lokal hasil karya bangsa dibandingkan produk luar negeri karena dengan memilih produk dalam negeri dapat secara langsung mendukung dan mendorong perkembangan para pelaku bisnis UMKM dan juga mendukung gerakan Bangga Buatan Indonesia secara nyata

Menurutnya, Ladara bisa menjadi pusat berbagai kerajinan dan juga produkproduk khas daerah di seluruh Indonesia yang bisa dibeli secara online, sehingga akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk. ‘’Yang tadinya hanya tersedia di daerah-daerah nantinya akan bisa didapat hanya dalam genggaman,” kata Nanny.

Founder & CEO Tenun Gaya Wignyo Rahadi mengatakan kain tenun merupakan produk unggulan dari NTB, untuk itu Wignyo mengajak para UMKM agar lebih memperhatikan quality control dan finishing pada produk-produknya agar memiliki standar kualitas, dan tanpa quality control yang baik, hal itu tidak akan terjadi. ‘’Pada saat perhelatan MotoGP nanti semua mata di dunia akan memandang Mandalika, ini merupakan kesempatan kita untuk berpromosi,’’ ujarnya.

Karenanya tentu yang diharapkan adalah bisa menjaga kualitas produk kita untuk mendapat kepercayaan dari masyarakat atau wisatawan luar. “Jadi teman-teman yang belum melakukan quality control maupun finishing tolong dilakukan sesegera mungkin, ‘’ ucapnya.

Pembina dan  perajin kain tradisional Indonesia Sativa Sutan Anwar berharap dalam waktu jangka pendek ini harus bisa menawarkan produk yang terbaik di dalam pagelaran MotoGP. Harus diakui, setelah dibina dan diangkat produknya kendala yang sering ditemui oleh para perajin adalah bagaimana menjual produk tersebut, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang ada. “Mari kita bersamasama bergiat membangun negeri dengan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah pusat dan daerah,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut founder Lombok Womenpreneur Club di NTB Indah Purwanti Ningsih, juga mengatakan agar selalu dapat membaca perubahan perilaku konsumen. “Jadilah UMKM yang kreatif dan adaptif sehingga dapat berinovasi dan berkreasi sehingga dapat menciptakan produk yang sesuai kebutuhan konsumen saat ini,” ujar Indah.

Wakil Bupati Lombok Tengah, Nursiah, menyebutkan bahwa jauh sebelum perhelatan MotoGP yang akan datang, sudah dilakukan beberapa kegiatan kurasi berbagai macam produk UMKM Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Lombok Tengah, dan berharap dapat memanfaatkan Forum Digitalk UMKM Nusa Tenggara Barat sebagai kesempatan untuk menunjukkan capaian tersebut. ‘’Masih ada waktu yang cukup untuk bisa kami tunjukkan dan hasilnya nanti akan menjadi bagian referensi kami,’’ ucapnya.

Kepala Dinas Kominfotik NTB Najamuddin Amy yang hadir secara luring juga mendukung pelaksanaan MotoGP, terutama kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat sekitar, dalam hal ini perekonomian UMKM. “Dinas Kominfotik NTB berusaha bukan hanya pada regulasi yang ditekankan, namun adanya kegiatan usaha yang dilakukan secara nyata dengan digitalisasi, dengan memberikan model bisnis yang masih dijual hingga hari ini, yaitu NTBMall.com, sebagai situs jual beli online (e-commerce) produk-produk UMKM asli unggulan Nusa Tenggara Barat.

Per Oktober 2021, omzet online dan offline NTBMall mencapai Rp 2,7 miliar, hingga November 2021 telah melibatkan 2.853 UMKM di NTB dengan lebih dari 4.250 produk yang tersebar dari 10 kabupaten/kota.” ujar Najamuddin Amy.

Pengusaha perhiasan mutiara Lombok NTB Pearl Riana Meilia mengaku selama ini sejak pandemic lebih banyak melakukan penjualan melalui online.  Riana Meilia mengatakan bahwa selama pandemi.gencar menghubungi pelanggannya dimana pun. ‘’Walau sangat sedikit respon karena sikon zaman now se dunia yang kita paham. Tapi tak putus saya terus usaha ikhtiar sampai goal,’’ ujarnya.

Antara lain memperkuat daring sendiri dan kirim catalog foto – foto via whataspp atau email’’Kalau market place masih belum banyak transaksi. Karena maaf untuk harga jual di market place sangat.murah. Nah barang saya mungkin belum bisa dijangkau,’’ ucapnya.(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed