by

Lebaran 2022, Aik Nyet dan Bunut Ngengkang Ramai Dikunjungi

BUWUN SEJATI – Di Kabupaten Lombok Barat, dua obyek wisata alam menjadi pilihan kunjungan liburan Lebaran Idul Fitri 1443 H.  Aik Nyet dan Bunut Ngengkang di Desa Buwun Sejati terletak di Kecamatan Narmada yang dikenal sebagai kota air. Keduanya, obyek wisata yang memiliki kolam pemandian yang bersumber dari mata air ini dipenuhi masyarakat dari berbagai daerah di Lombok.

Kedua obyek wisata alam ini hanya berjarak 300an meter. Bunut Ngengkang berada di ujung timur dan Aik Nyet di utara dari Desa Buwun Sejati yang berdiri sendiri sejak 2012 merupakan pemekaran dari desa induk Sesaot yang juga memiliki obyek wisata alam berlimpah air.

Sejak awal libur Lebaraan Idul Fitri 1443 H, Senin 2 Mei 2022 lalu, kedua lokasi ini menjadi tujuan wisata keluarga dari berbagai pelosok di pulau Lombok. ‘’Diperkirakan ramainya sampai Lebaran Topat. Sehari masing-masing obyek dikunjungi 400an orang,’’ kata Kepala Desa buwun Sejati Muhidin, Jum’at 6 Mei 2022 sore.

Kedua obyek wisata ini dikelola oleh BUMDes Argasari. Setiap seorang pengunjung dikenai karcis masuk Rp 5 ribu. Di sana, pengunjung tidak hanya mandi di kolam air sejuk atau di bawah pancuran air di udara lokasi yang bersuhu hingga 15 derajat, pengunjung juga bisa menikmati kuliner lokal seperti Sate Bulayak terdiri dari daging sapi atau campuran usus atau ayam.

Lokasi yang disebut Bunut Ngengkang karena di sana semula terdapat pohon beringin besar seperti pohon beringin purba. ‘’Pohon beringin itu mengangkangi air yang mengalir di bawahnya,’’ ujar Muhidin. Luasnya sekitar dua hektar. Di dalamnya terdapat kolam seluas sekitar 60 are. Selain ada halaman parker juga ada tersedia 16 lapak pedagang makanan .

Sedangkan Aik Nyet mengalirkan air yang menuju bendungan Jangkok sebagaai muaranya. Desa Buwun Sejati berjarak 19 kilometer arah timur laut dari kota Mataram, Aik Nyet yang berarti air yang dingin ini memiliki luas 10 hektar. Ditutupi pohon mahoni yang terjaga kelestariannya, udaranya cukup sejuk. Terletak di dekat gunung Arga Pura. Di sana ada beberapa kolam pemandian dan sungai Jangkok yang berbatu – batu besar yang ramai dijadikan tempat rekreasi jika air sungainya tidak pasang.

Kedua obyek wisata ini bersama desa wisata lainnya Sesaot, Pakuan, Stiling Batu Kliang Utara masuk dalam kawasan registrasi tanah kehutanan (RTK) I dalam kelompok hutan Gunung Rinjani,.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menetapkan Desa Buwun Sejati masuk dalam nominasi 50 desa Anugrah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Dari Nusa Tenggara Barat ada dua desa wisata yang berhasil masuk nominasi. Lainnya adalah Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang Mataram.

Muhidin menyebutkan desanya diunggulkan masuk nominasi ADWI karena kelengkapan wisata budaya dan toleransi warganya selain adanya usaha kecil menengah. ‘’Yang menonjol adalah toleransi antar warga Bali dan Sasak,’’ ucapnya.

Di sana terdapat lima dusun yang tiga diantaranya Pembuwun, Batu Asak dan Aiknyet.adalah warga muslim dan dua dusun yaitu Karang Mejeti dan Ngis warga Hindu Bali. Penduduknya   4.501 jiwa atau 1.463 kepala keluarga. ‘’Yang muslim 65 persen dan Hindu Bali 35  persen,’’ katanya.

Kamis 5 Mei 2022 kemarin, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid mengajak kepala dinas untuk mendukung Buwun Sejati diantaranya ketersediaan toilet, CHSE, lapak dan homestay yang selama ini sudah dirintis tiga orang warga.

Fauzan Khalid memantau secara langsung situasi di lokasi obyek wisata tersebut. Selama libur lebaran, untuk memastikan berbagai fasilitas publik di lokasi wisata tetap berfungsi dengan baik. Selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk mengingatkan masyarakat yang berlibur agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Lombok Barat berada pada level 1 sehingga masyarakat bisa beraktivitas  dengan lebih fleksibel. Namun demikian ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menggunakan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan Covid19. Selain itu ia juga berpesan agar masyarakat bisa tetap menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehingga kesehatan tetap terjaga. “Alhmdulillah sejak 6 bulan lalu Lombok Barat sudah berada di level 1,’’ ujarnya.

Namun minta semua tetap menjaga protokol kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat termasuk sering berwudhu untuk mencegah Covid-19 ini.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed