by

Kurangi Emisi, PLTU Lakukan Co-Firing Gunakan Sampah, Kayu, Cangkang Kelapa Sawit

JAKARTA – Untuk menukung pengurangan emisi,  PLN melakukan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial ke dalam boiler batubara. Disebut co – firing, percampuran pembakaran biomass dengan batubara ini telah diuji pada semua jenis boiler yang biasa digunakan oleh pembangkit listrik.

Saat ini, PLN telah melakukan co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di beberapa lokasi.  Antara lain PLTU Jeranjang Lombok sebesar 2×25 MW dengan pelet sampah, PLTU Paiton Jawa Timur (2×400 MW) pelet kayu, PLTU Rembang Jawa Tengah (2×325 MW) pelet kayu, PLTU Indramayu Jawa Barat (3x330MW) pelet kayu, PTLU Tenayan Riau (2×110 MW) dengan cangkang kelapa sawit, PLTU Ketapang Kalimantan Barat (2×10 MW) dengan cangkang kelapa sawit, PLTU Sanggau Kalimantan Barat (2×7 MW) dengan cangkang kelapa sawit, juga PLTU Belitung Bangka Belitung (2×16,5 MW) dengan cangkang kelapa sawit.

Secara keseluruhan terdapat 114 unit PLTU milik PLN yang berpotensi dapat dilakukan co-firing biomassa. Pembangkit tersebut tersebar di 52 lokasi dengan total kapasitas 18.154 megawatt (MW). Harapannya, Co-Firing dapat meningkatkan bauran EBT secara nasional.

Menurut Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, PLN siap menjalankan kebijakan untuk terus melakukan transisi energi dengan mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

Melalui semangat transformasi, PLN tidak hanya melakukan pembangunan infrastruktur pembangkit EBT baru, tetapi juga melakukan inovasi dengan mendorong pemanfaatan EBT pada pembangkit eksisting.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan Co-Firing PLTU yang ada menggunakan biomassa, seperti yang dilakukan di PLTU Suralaya. Co-firing PLTU batubara dengan bahan bakar biomassa adalah upaya alternatif mengurangi pemakaian batubara dengan mengganti sebagian batubara dengan bahan bakar biomassa dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

“Program co-firing PLTU dengan biomassa ini merupakan langkah nyata PLN untuk mendorong peningkatan EBT pada bauran energi nasional,”  kata Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo sewaktu dikunjungi Menteri ESDM, Arifin Tasrif di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Rabu 30 Desember 2020.

Khusus di PLTU Suralaya, Co-Firing akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penggunaan lima persen biomassa, hingga rencana jangka panjang nantinya PLTU Suralaya diharapkan bisa penuh menggunakan biomassa.

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyambut baik upaya PLN. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan langkah positif dalam dunia pergaulan internasional. “Itu bagian dari komitmen dunia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan CO2. Negara kita punya target bauran energi 23 persen di tahun 2025. Ini menjadi komitmen nasional ke dunia yang harus kita capai,” ujar Arifin.

Meski mendorong penggunaan EBT, Arifin mengemukakan penggunaan batubara tidak serta merta hilang dari bauran energi nasional. “Batubara adalah simpanan kita di saat energi fossil lain habis. Ke depannya batubara tetap dipakai, hanya di mulut tambang. Jadi memang dalam proses perencanaan energi perlu melihat aspek yang lain,” ucap Arifin.(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed