by

Kopi Telapen di Kaki Gunung Rinjani

LOMBOK TENGAH – Dusun Persil Desa Karang Sidemen berada di bawah kaki Gunung Rinjani.  Meskipun letaknya di pinggir hutan yang berjarak puluhan kilometer dari jalan raya Mataram – Mantang Lombok Tengah,  dusun tersebut didatangi wisatawan dan dilintasi para calon pendaki Rinjani.

Di sana, ada hamparan kebun kopi milik penduduk, danau biru  dan sentra pengrajin bambu yang menghasilkan berbagaai produk peralatan rumah tangga. Nah, setelah 2017 didekati oleh World Wide Fund for Nature (WWF), seterusnya mengikuti Program Wira Usaha Bank Indonesia (WUBI) dan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation – BUMN pengembang destinasi wisata di Mandalika), kini mereka bisa menghasilkan Kopi Telapen (Telang Peneng).

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Kaki Rinjani Hakiah, 46 tahun, menyebutkan produksi kopi robusta Telapen yang dihasilkannya bisa menghilangkan pusing dan sakit kepala. ”Telangan Peneng dalam bahassa Sasak artinya menghilangkan pusing atau sakit kepala,” katanya.

Kebiasaan warga Sasak di Lombok, adalah minum kopi dalam keadaan masih panas untuk menghilangkan sakit kepala. Menurut Hakiah, rahasianya minum kopi Telapen ini kepala dan capek kerja minum Telapen hilang. ”Bener hilang pusingnya,” ujarnya.

Di Dusun Persil ada 37 orang anggota KWT Kaki Rinjani. Ada yang memiliki lahan satu hektar – lima hektar. Masing-masing bisa menghasilkan sekitar satu ton per hektar setiap panen raya bulan Agustus.  Kopi robusta Telapen tersedia dalam kemasan 100 gram yang dijual Rp 15 ribu, 200 gram seharga Rp 25 ribu dan yang 250 gram seharga Rp 30 ribu.

Ada kemasan lain yang lebih mahal yaitu 150 gram seharga Rp 25 ribu karena menggunakan kemasan kotak yang berlapis dobel kemasan.  Selama ini Hakiah mengaku sudah melayani pemesan dari Bali, Malang, Bandung dan Jakarta. ”Kirimnya mulai dari 100 pak sampai 1.000 pak yang 100-250 gram,” ujar Hakiah.

Head Quality and Program Development WWF Indonesia Ridha Hakim mengatakan KWT Kaki Rinjani dibina sejak 2016. ”Kami dampingi karena banyak sekali hasil hutan tidak optimal,” ucapnya.

Yang semula kwalitas panen dan pasca panen jelek sekali diperbaiki kwalitas agar tembus pasar luar.  ”Dulu sebagian besar dicampur beras. Kalau dulu cita rasa banyak campur beras dan jagung,” katanya.

WWF pernah mengajak kunjungan 60 orang kerabat asing WWF berkunjung belajar mengolah kopi. ”Dari sisi konservasi dan ekonomi dinilai berhasil serius mengolah hasil hutan bukan kayu,” ujarnya.

Di sana pun ada kelompok pengrajin bambu. Misalnya menghasilkan sedotan bambu yang dijual hingga ke luar negeri. Lebih dari delapan jenis kerajinan yaitu antara lain tempat stisu, rak lampu, sendok dan sedotan minum.

Di sana pun ada danau biru di kaki Rinjani yahg berbatasan langsung dengan hutan lindung. ”Masyarakat tergantung kawasan hutan lindung itu. Menjadi salah satu destinasi wisata adanya danau biru itu. ” ucapnya.

Rabu 3 Maret 2021 di Kuta Mandalika, KWT Kaki Rinjani, terpilih sebagai UMKM yang berhak menampilkan produknya sebagai produk unggulan NTB dalam acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia pada kegiatan Eksostissme Lombok yang berlangsung di Kuta Beach Park The Mandalika, Lombok, NTB.

Vice President Corporate Secretary ITDC Miranti Nasti Rendranti mengatakan KWT Kaki Rinjani yang sejak 2019 telah menjadi mitra binaan ITDC tersebut menjadi satu dari hanya 50 UMKM yang lulus kurasi yang untuk ditampilkan di KKI. ”Kriteria penilaian antara lain memiliki potensi ekspor, berkualitas premi-um dan mampu melakukan digitalisasi produk,” ujarnya.

Kopi ini juga sudah tersedia di beberapa platform e-commerce seperA Shopee dan Bukalapak dan sudah dapat diakses secara online di http://telapenlombok.gomodo.id/.

KKI 2021 Eksotisme Lombok merupakan rangkaian acara KKI 2021 yang mewadahi produk buatan UMKM lokal untuk dapat dipromosikan serta mengajak masyarakat umum untuk membeli, memakai, dan atau mengkonsumsi produk hasil UMKM tersebut. KKI 2021 berlangsung di 12 tempat yang berbeda sepanjang tahun. KKI 2021 EksoAsme Lombok di NTB mengambil tema Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed