by

Kompetisi Peracik Teh Acteavist Secara Online

JAKARTA – Kini di Indonesia sudah ada komunitas milenial pecinta minuman teh Acteavist. Dibentuk sejak Agustus 2019 lalu, memiliki peserta hingga 1.600 orang. Nah, rencananya bekerja sama dengan IDTEAFEST akan menyelenggarakan Kompetisi Peracik teh Indonesia 2020 guna mencari peracik tes Indonesia terbaik kategori independen dan local brand.

Dilakukan secara online, menurut Cakra Virajati salah seorang penggagas Acteavist kepada Tempo, kompetisi tersebut untuk menyalurkan semangat peraccik teh Indonesia. ”Mereka yang baru belajar di dunia teh,” katanaya, Rabu 23 September 2020 pagi.

Kompetisi ini menawarkan hadiah total Rp 10 juta dan eksposure bagi para pemenang. Masing-masing kategori dibatasi kuotanya sebanyak 50 blend. Pendaftaran paling lambat sampai tanggal 24 September 2020.

Adapun juri kompetisi ini adalah Ratna Somantri, Galung Atri, Ronald Gunawan, Joni Liman dan Cakra Virajati. Kompetisi ini juga didukung perkebunan teh di Indonesia seperti Tobawangi, Bukitsari, Liki, Harendong, dan Pasir Canar.

Cakra Virajati, menjelaskaan bahwa tea blend adalah teh dicampur dengan teh lain atau dengan bahan lain yang kering seperti bunga, buah, rempah – rempah. Tujuan tea blend ada yang untuk menciptakan konsistensi, ada yang untuk menciptakan teh baru memberi nilai tambah pada tehnya.

Kompetisi Peracik Teh Indonesia 2020. Event ini dihelat secara online mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Indonesia, untuk mencari peracik teh (tea blender) terbaik di Indonesia, baik mereka yang sudah memiliki brand lokal maupun individu yang senang meracik teh.

Latar belakang menyelenggarakan kompetisi tea blend karena kelas tea blend saat ini memang sedang meningkat. ”Kompetisi ini merupakan cara untuk menarik masyarakat untuk menyukai teh.

Saat ini mulai bermunculan brand – brand lokal yang menjual racikan tea blend sendiri, ada beberapa brand sudah bisa mendapatkan pasar yang bagus dan banyak yang lain baru memulai. Mereka biasa memulai lewat menjual produknya online. Ada lebih dari 20 tea brand lokal baru dalam dua tahun ini,” ujar Ratana Somantri, ketua juri kompetisi

Nantinya dari 50 peserta masing – masing kategori, baik independen dan local brand dinilai berdasarkan video yang dikirim. Setelah itu ada babak final, dimana 25 peserta yang lolos babak penyisihan video akan mengirimkan tea blendnya untuk dinilai para juri. Setelah itu ada sesi zoom meeting, dimana peserta akan diinterview tentang tea blend yang dibuatnya. Akan dipilih 3 pemenang per kategori untuk mendapatkan hadiah keseluruhan Rp 10 juta.

Ketua Penyelenggara Galung Atri, mengatakan saat ini apresasi terhadap teh Indonesia semakin tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya kelas-kelas teh yang semakin diminati. Salah satu kelas yang paling diminati adalah kelas Tea Blending. Minat terhadap tea blending ditunjukkan oleh generasi muda yang menikmati kompleksitas campuran rasa dari teh dan tisanes. ”Serta menyukai tampilan visual yang menarik,” ujarnya.

Kompetisi Peracik Teh Indonesia 2020 ini juga digelar sebagai wujud promosi teh Indonesia. Selain mengenalkan teh Indonesia, kompetisi ini dihelat juga untuk mendukung bahan lokal untuk teh serta tisane, yang menjadi bahan campuran. Seperti bunga, buah, dan rempah dari bumi Indonesia,” kata Galung.

Ketua juri kompetisi Ratna Somantri, mengatakan bahwa kompetisi ini sangat baik untuk mereka peracik teh. Kebanyakan tea blender berada di belakang layar, mereka biasanya hanya meracik tehnya saja, tanpa berkomunikasi dengan customer. Nah melalui kompetisi online ini diharapkan mereka mau tampil. ”Dan juga dapat dikenal penikmat teh di Indonesia”, ujar Ratna Somantri yang asal Cirebon.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed