by

Investasi Lebih Rp 70 Miliar Pabrik Porang Rezka Nayatama Gunakan Teknologi 4.0

SEKOTONG LOMBOK BARAT – Di Dusun Pengawisan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, PT Rezka Nayatama membuka pabrik tepung Glukomanan hasil olahan dari umbi porang.. Peresmian pabrik pertama di Indonesia ini yang nilai investasinya lebih Rp 70 miliar menggunakan teknologi industry manufaktur 4.0 (harga peralatan produk lokalnya saja 10 persen atau sekitar Rp 7 miliar dari keseluruhan investasinya) tersebut dilakukan oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah.

Direktur Utama PT Rezka Nayatama Samuel Haposan Siahaan mengatakan investasinya tersebut dibiayai Bank BNI. Harapannya secepatnya bisa mencapai titik impas atau .  selama lima tahun,’’ katanya, sewaktu bersama Moshe Darron Panjaitan (Direktur), Arga Pandita Richir (Fund Investment Manager) dan Narotama Aji (Corporate Secretary) selesai peresmian, Rabu 26 Juli 2023 siang .

Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Mataram Suwardji menjelaskan potensi tanamaan porang di NTB mencapai 2.500 hektar diantaranya terbanyak di Kabupaten Lombok Utara. ‘’Produk porang ini menjadi pengganti beras. Lebih sehat,’’ ujarnya.

Produk tepung Konjac dan glukomanan yang sudah lama dikenal di Jepang dan Cina selain menciptakan nilai tambah bagi produk pangan berbahan umbi porang, pabrik ini juga berperan dalam memenuhi kebutuhan tepung konjac dan glukomanan. Melalui program kemitraan, PT Rezka Nayatama ikut meningkatkan kesejahteraan para petani lokal, memberikan dampak positif bagi komunitas setempat.

Moshe Darron Panjaitan menyebutkan berlimpahnya bahan baku umbi porang atau konjac yang tersebar di berbagai provinsi, Indonesia menyimpan potensi tak terbatas untuk menghasilkan berbagai produk makanan sehat dan inovatif. ‘’Peluang besar di pasar nasional maupun global,’’ ucapnya.

Meskipun demikian, sampai saat ini, Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu mengolah umbi porang menjadi tepung glukomanan. Adanya peluang pasar yang ada, melalui pabrik tepung Glukomanan yang mampu menghasilkan tepung glukomanan hingga kadar 90 persen, berkomitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan industri pengolahan bahan makanan di Indonesia, terutama dalam memajukan pemanfaatan umbi porang sebagai bahan pangan sehat yang berpotensi sebagai alternatif pengganti beras,” kata Samuel H. Siahaan.

Dukungan lahan pertanian porang di NTB, Nusa Tenggara Timur, dan Bali, serta pasokan dari kelompok tani binaan di seluruh wilayah tersebut, pabrik yang berlokasi di kawasan wisata Sekotong ini mampu menyerap sebanyak 483 ton umbi porang setiap bulannya sebagai bahan produksi. Dengan proyeksi produksi sekitar 240 ton tepung glukomanan hingga kadar 90 persen per tahun, pabrik ini akan menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri, sekaligus menyediakan ekspor ke berbagai negara seperti China, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Eropa, Vietnam, dan Thailand.

Pabrik yang baru diresmikan ini memiliki luas sekitar 1 hektar dan dilengkapi dengan lebih dari 600 titik sensor untuk memantau kondisi umbi porang dari masuknya bahan baku hingga proses pemotongan, pengeringan, pemurnian, dan pembungkusan tepung ke dalam kemasan. Penerapan teknologi 4.0 di sini menjamin kualitas produk PT Rezka Nayatama memenuhi standar mutu terbaik di industri pangan.

Potensi Umbi Porang

Umbi porang, juga dikenal sebagai konjac, menawarkan karakteristik unik dan manfaat luar biasa. Kaya akan serat larut dan rendah kalori, umbi porang mengandung glukomanan yang berperan dalam meningkatkan kesehatan pencernaan. Melalui pengolahan yang cermat, umbi porang dapat dijadikan berbagai produk seperti tepung konjac dan glukomanan, yang berfungsi sebagai substitusi impor dan menjadi dasar untuk menciptakan produk turunan seperti beras dan mie shirataki, konyaku, serta jeli konjac. Tidak hanya bermanfaat dalam industri makanan, kandungan umbi porang juga menunjukkan potensi di sektor farmasi sebagai pencegah diabetes mellitus, kanker, dan kolesterol, serta dalam pembuatan kosmetik.

Permintaan global akan tepung glukomanan yang dihasilkan dari porang terus meningkat, namun Indonesia baru dapat menyuplai dalam bentuk setengah jadi, yaitu chip porang. Meskipun demikian, program budi daya porang menjanjikan ketersediaan bahan baku yang melimpah di Indonesia. . Dengan pemanfaatan optimal potensi umbi porang, Indonesia dapat mengambil peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan pasar lokal dan global, sambil memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed