by

Harga Benih Lobster Tinggi Bukti Masih Terjadi Ekspor Ilegal

MATARAM – Harga pasaran pembelian benih lobster sedang tinggi di Lombok Timur. Ini menandakan adanya perdagangan ke luar negeri. Jika tidak ada ekspor ilegal, harga benih lobster kalangan pembudi daya di Teluk Jukung Kabupaten Lombok Timur Rp 1000 – 2000 perkilogramnya untuk jenis pasir dan Rp 5.000 – Rp 7000 untuk jenis mutiara.

Tetapi sekarang ini harganya mencapai Rp 6.000 – 6.500 perkilo jenis pasir dan Rp 16 ribu untuk jenis mutiara. ”Itupun barangnya sudah hitam yang tidak laku dijual ke Vietnam,” kata Abdullah – salah seorang pelaku budi daya di Telong-Elong di Mataram, Senin 22 Maret 2021 petang.

Abdullah mengatakan masih terjadinya ekspor ilegal yang tidak bisa disebutkan namanya. ”Banyak sekali yang melakukan perdagangan ilgal. Tidak bisa dicegah,” ujarnya. Di daerahnya, Telong-Elong yang berada di Teluk Jukung tidak ada penangkapan benur lobster tetapi terdapat ribuan kerambah budi daya.

Ia menyebutkan harga jual hasil budi daya ke tingkat pengepul ukuran 160 gram harganya Rp 300 ribu, untuk 200 gram harganya Rp 400 ribu dan jenis mutiara Rp 650 ribu yang harganya 500 gram.

Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Nusa Tenggara Barat Yusron Hadi menjelaskan secara resmi tidak ada ekspor benur lobster.  ”Kebijakan pemerintah sekarang mendorong program budidaya,” ujarnya,

NTB mendapat kesempatan mengembangkan kampung budidaya lobster termasuk juga kampung budidaya untuk produk perikanan lain yang diusulkan untuk mendapat dukungan.  Tahun 2020 kemarin se NTB dapat bantuan untuk keramba jaring apung (KJA) dan benih yang langsung ke kabupaten sebanyak kurang lebih 100 kelompok yang terinci di Kabupaten Lombok Timur 73 , di Sumbawa 25 dan masing-masing satu kelompok di Kabupaten Bima dan Kota Bima

Program budi daya benih lobster tersebut sebagai pengganti imbas kepada para petani tangkap secara perlahan beralih ke petani budidaya ataupun penyuplai kebutuhan bibit untuk budidayanya.

Rencananya, 24 Maret lusa, Menteri Kelautan dan Perikanan mengunjungi salah satu kampung budidaya lobster di Telong Elong Lombok Timur. Konsep kampung budidaya ini, dikatakan Yusron Hadi, sebenarnya mengadopsi sistem hulu hilir budidaya integratif..mulai dari penyediaan bibit, pakan, proses budidaya yang baik, rantai dingin sampai pemasaran produk.

Itu berjalan baik dengan pendamping yang menfasilitasi para petani budidaya dalam pemenuhan berbagai kebutuhan tersebut. ”Konsep ini sejalan dengan program Gubernur NTB Zulkieflimansyah terkait industrialisasi sektor perikanan  khususnya perikanan budidaya payau dan laut.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed