by

Gerai Angkasa Pura Fair 2020

MATARAM – Produk-produk kerajinan Lombok dan Sumbawa yang selama ini mendukung kepariwisataan Nusa Tenggara  Barat (NTB) digelar Gerai Angkasa Fair 2020 di Lombok Epicentrum Mal Mataraam, mulai hari ini selama dua hari, 5 – 6 Desember 2020.

LEM di Mataram adalah salah satu destinasi wisata belanja di ibukota Provinsi NTB.

Ini adalah upaya menghidupkan kembali gairah berkunjung wisata dan bangkitnya kembali produk kriya, fashion dan kuliner yang dihasilkan para pengrajin UMKM.  Ada 40 gerai UMKM yang menampilkan produknya dalam ajang yang diinisiasi PT Persero Angkasa Pura.(AP) I – Bandar Udara Internasional Lombok (BIL).

Ada kerajinan mutiara, kain tenun, tas anyaman, berbagai olahan makanan dan minuman, busana, tanaman hias. Furniture yang selama ini juga menjadi salah satu produk industri wisata seperti meja kursi berukiran Cukli juga ada.

Misalnya pameran tenunan songket yang dipamerkan Naung, Ungga Creative, Mawar Tenun, Odean Songket, Ida Tenun, Puyrnama Tenun. Kuliner antara lain berupa olahan makan dari Azhari, Teh/Jamu Moringa KIDOM yang dikenal menggunakan daun kelor, olahan hasil laut Abon Nipah, dan olahan buah pala dari Cempaka Bersatu.

Sedangkan produk kerajinan dipamerkan oleh Purnama Shop, anyaman ketak dan rotan oleh Terang Terus,mebel Balekayoe Furniture, ditambah mutiara – IML, Queen Lombok, lukisan Yanamijuan dan fashion produk Yanti Boutique. Ada juga tanaman hias yang digelar Petani Bunga Banyumulek.

General Manager PT AP I – BIL Nugroho Jati mengatakan para pengrajin itu selama ini menjadi mitra binaan. ”Mereka tergabung dalam program kemitraan yang dikelola oleh Corporate Social Responsibility (CSR) AP I-BIL,” katanya.

Selama 25 tahun terakhir ini program kemitraan CSR AP I-BIL menyalurkan pinjaman tidak kurang dari Rp34 miliar kepada 1.300 mitra binaan yang berasal dari sektor usaha industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa, dan lainnya.

Tahun 2020 ini saja, pinjaman Program Kemitraan Bandara Lombok disalurkan kepada 35 mitra binaan dengan nilai Rp1,9 miliar. Dengan bergabung sebagai mitra binaan Angkasa Pura I, selain diberikan pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi, juga diberikan bantuan pembinaan berupa pelatihan manajemen usaha serta pengembangan pasar melalui promosi dan pameran.

Program Kemitraan ini tujuannya untuk meningkatkan kompetensi usaha mikro dan kecil yang dijalankan masyarakat sehingga bisa menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Semakin mereka berkembang maka akan semakin banyak menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitarnya. Hal ini tentu akan membawa multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah kerja Angkasa Pura I,” ujar Nugroho Jati.(*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed