by

Festival Bau Nyale 2022 Berlangsung Di Tanjung Aan

MATARAM – 20 – 21 Pebruari 2022 mendatang, tradisi pesta Bau Nyale akan resmi diselenggarakan. Rencananya berlangsung pantai Tanjung Aan, merupakan lokasi baru dari sebelumnya di pantai Seger. Lokasi semula saat ini berada dekat dalam kawasan Pertamina Mandalika International Street Cirkuit. Sedangkan pantai Tanjung Aan berada sekitar satu kilometer arah timur dari pantai Seger.

Bau Nyale adalah tradisi menangkap cacing laut yang legendanya merupakan pergantian dari Putri Mandalika yang karena diperebutkan banyak pangeran sehingga menceburkan dirinya ke  laut untuk menghindari pertikaian. Tradisi Bau Nyale kemudian ditetapkan menjadi kegiatan kalender nasional pariwisata Festival Bau Nyale yang biasanya dihadiri oleh ribuan warga sejak malam hari hingga menjelang matahari terbit. Setahun lalu kegiatan resminya festival ini sempat ditidakan karena pandemi Covid-19,

Penyelenggara menyiapkan beberapa kegiatan secara streaming, seperti pemilihan Puteri Mandalika dan Bepaosan. Sedangkan, side event lainnya seperti Peresean, Belancaran, dan Mandalika Fashion Carnaval tetep dilaksanakan secara offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB menyiapkan 30 sekolah tingkat SMA/SMK/SLB di Lombok Tengah (Loteng) ingin meramaikan festival ini. Rencananya, jika festival ini melibatkan anak-anak sekolah, menampilkan seni tari, gendang beleq, dan peresean.

Selasa 25 Januari 2022, di kantor Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) diselenggarakan  kordinasi melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Dinas Perdagangan NTB, Dinas Pariwisata Loteng, Polres Loteng, Polda NTB, dan beberapa perangkat daerah terkait lainnya untuk mematangkan kembali penyelenggaraan festival ini.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB  Yusron Hadi, penyelenggaraan Festival Nyale 20 – 21 Pebruari 2022 ini akan berlangsung beberapa hari setelah gelaran pra musim motoGP dan beberapa pekan sebelum MotoGP Maret berlangsung. ‘’Maka event ini harus memberikan kesan kesiapan kita untuk menyambut MotoGP mendatang.’’ katanya

Selain itu karena festival ini bersifat nasional sehingga akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga daerah lainnya, dengan tetap menguatkan nilai-nilai budaya. Oleh karenanya berbagai rangkaian event ini mulai dari Sangkep Warige (pertemuan pemuka adat yang menentukan hari penyelenggaraannya) kemudian rapat koordinasi untuk menentukan jenis kegiatan yang akan berlangsung tetap memperhatikan saran masukan tokoh dan masyarakat adat.

AVP Site Operation Indonesia Tourism Developemtn Corporation (ITDC) I Made Pari Wijaya menyatakan mendukung penuh festival budaya ini. ‘’Diharapkan bisa terorganisir dengan baik,’’ ujarnya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed