by

Dulu, Ada Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga Dompu

BIMA – Gubernur Nusa Tenggara Barat atau NTB Zulkieflimansyah mengatakan bahwa  keberadaan gunung Tambora, harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat untuk masyarakat Pulau Sumbawa dan NTB pada umumnya.

“Apalagi Tambora sudah lama dikenal dan mengubah peradaban dunia,”kata Bang Zul sapaan populer Gubernur NTB, saat membuka webiner memperingati meletusnya Gunung Tambora yang ke 207 tahun, yang digelar oleh Yayasan Tambora, Kamis 14 April 2022 kemarin.

Menurut Zulkieflimansyah, bahwa Tambora menghadirkan sumber daya alam yang berlimpah untuk dikelola.  Akan tetapi tantangan Pulau Sumbawa perlu dukungan infrastruktur, transportasi dan fasilitas yang memadai.”Supaya Bima maupun Dompu punya  kesempatan menggelar berbagai event. Baik berskala nasional maupun internasional,” kata Zulkieflimansyah.

Untuk memperingati meletusnya Gunung Tambora yang menewaskan ribuan penduduk dan  memusnahkan kerajaan di bawahnya serta mengakbiatkan kalahnya Napoleon di Eropah, sebelum Pandemi Covid-19, diselenggarakan Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga Dompu. Kali pertama dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.

Rangkaian kegitannya ada Festival Mantar di Kabupaten Sum,bawa Barat,  Festival Semalam Dalama Loka di Kabupaten Sumbawa, Teka Tamboram Festival Lawata di Kabupaten Bima, Tambora Challenge Festival Geopark Tambora.

Selain itu, Zulkieflimansyah berharap di masa yang akan datang kemajuan daerah akan banyak ditentukan oleh investor.  Tetapi harus dilakukan sosialisasi yang masif. Sehingga kehadiran investor di Tambora mampu dan mensejahterakan masyarakat baik dilingkar Tambora dan di pulau Sumbawa umumnya.

Tokoh nasional asal Bima, Hamdan Zoelva, mengaku bahwa eksotik dan potensi taman bumi ini sudah diakui dunia. “Maka potensi Tambora harus dikelola agar memberikan efek ekonomi bagi masyarakat, harus terus di dorong,”ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi  ini.

Jadi, ditetapkannya Tambora sebagai bagian dari cagar biosfer dunia, menjadi modal utama bagi daerah. Untuk memanfaatkannya demi kemajuan daerah dan keseimbangan ekosistem alam.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Dompu dan peserta hybrid lainnya.(*)