by

Dukung MotoGP, Poltekpar  Lombok Bekali Wartawan Lokal Bahasa Inggris dan Hospitaliti

KOPANG – Sebagai bagian dari pendukung keberhasilan penyelenggaraan MotoGP 2022 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, sebanyak 40 orang wartawan local Praya dan Mataram dibekali keterampilan berbahasa Inggris dan Hospitaliti oleh Politeknik Pariwisata Lombok, Kamis 24 Februari 2022.

Berlangsung di Longtun Villa di Desa Kopang Rembiga Lombok Tengah, mereka dibekali Pengggunaan Bahasa Asing Dalam Komunikasi di Bidang Pariwisata oleh pengajar bahasa Inggris Endang Sri Wahyuni dan Teknis Layanan Hospitaliti oleh Amirosa Ria Satiadji.

Menurut Direktur Poltekpar Lombok Herry Rachmat Widjaja, pembekalan ini adalah bentuk kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia di bidang pariwisata  ‘’Kami memberikan pembekalan kepada empat lembaga sebelumnya dan kemudian juga akan melakukannya di desa wisata,’’ kata Herry Rachmat Widjaja. Antara lain pembekalan diberikan kepada polisi dan pedagang kaki lima.

Sewaktu menyampaikan materi hospitaliti, Amirosa Ria Satiadji mengingatkan peserta bahwa peran media membangun imej. ‘’Jangan menyampaikan kabar yang berdampak tidak baiak,’’ ujarnya.

Ia yang sebelumnya juga telah bertemu dengan para pengelola 398 sarana hunian pariwisata di KUta Mandalika dan Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air menyebut hospitaliti sebagai keramahan sewaktu berinteraksi dengan wisatawan meminta sapta pesona yang terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan ditampilkan. Sapta pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah tertentu di Indonesia.

Sedangkan sewaktu paparan pembekalan bahasa Inggris, Endang Sri Wahyuni mengajak para jurnalis untuk meningkatkan empat keterampilan berbahasa Inggris yaitu mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading) dan menulis (writing)..

Endang Sri Wahyuni pun mengajak para jurnalis berkata-kata tentang  lebih sembilan kata pertanyaan perihal lawan bicaranya, perihal pekerjaan kewartawanannya, dan menghindari kata-kata negatif.

Ia pun mengutip berbagai jenis jurnalisme yang dapat dimasukkan ke dalam kategori tertentu untuk memahaminya dengan lebih baik. ‘’Mari kita coba memahami bidang jurnalisme dengan cara yang lebih sederhana,’’ ujarnya.(*)