by

Ditempati Crew Balap MotoGP,  Penuh Hunian Kamar Hotel di Mandalika 

MANDALIKA – Direktur Utama PT Mandalika GrandPrix Association (MGPA) Nusantara Jaya yang mengelola sirkuit balap MotoGP 13 – 15 Oktober 2023 menyatakan ticket yang terjual sudah mencapai 70 persen dari 100an ribu ticket yang tersedia selama tiga hari mendatang. ‘’Pasti akomodasi di kawasan Mandalika dan Mataram penuh,’’ katanya, Kamis 5 Oktober 2023 siang.

Semula Priandhi Satria menyebutkan 13 – 15 Oktober 2023 mendatang, menargetkan ditonton 70 ribu orang selama tiga hari dari sejumlah 120 ribu seat yang tersedia dari empat kelas penonton mulai dari 900 seat Premium, 2.000 seat deluxe, dan selebihnya grandstand, general admission.

MGPA sudah menyiapkan sendiri marshal lokal juga mulai dipakai untuk kegiatan balap Formula E di India.  Kalau semula ada 500 orang tenaga marshal diantaranya 400 orang lokal dan 100 orang dari Jakarta, kini sebaliknya tenaga marshal luar daerah hanya 40 orang. ‘’Mereka barusan dilatih dibiayai 50 ribu dolar oleh FIM,’’ ujarnya. FIM adalah organisasi kegiatan balap dunia.

Ketua Asosiasi Hotel Mandalika Samsul Bahri mengatakan kepada Tempo, ada 67 hotel bintang yang memiliki 2.500 kamar hotel bintang dua hingga bungalow di ring 1 Mandalika dikatakan sudah penuh untuk crew balap yang datang. ‘’Sesuai peraturan gubernur Nusa Tenggara Barat diatur tariff kamar,’’ ujarnya.

Untuk kamr hotel dalam ring satu boleh memasang tariff tidak kali lipat dari harga normal. Misalnya semula Rp 750 ribu bisa menjadi Rp 2,25 juta. Sedangkan dalam ring dua di kota Mataram menjadi Rp 1,5 juta dan jika ring tiga di Senggigi atau Sekotong hanya dua kali. ‘’Tidak semua berlipat harganya,’’ ucap Samsul Bahri.

Ketua Masyarakat Sadar Wisata Lombok Tengah Lalu Sandika Irwan :menjelaskan di daerahnya ada sekitar 4.000 kamar. Termasuk homestaty dengan tambahaan yang baru  harga kamar mulai dari Rp 500an ribu hingga harga Private Vila Rp 10 juta.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Nusa Tenggara Barat Ni Ketut Wolini menywbutkan per hari ini okupansi hotel Senggigi 95 persen, di Lombok Barat versi PHRI Mataram jumlah 175 hotel bintang dan non bintang 4.950 kamar. Di Lombok Barat (35) dan non bintang (156).

Dari jumlah itu okupansi di Mataram 95 persen. Lobar Senggigi dan Sekotong sebesar 95 persen di Senggigi termasuk yang nonton GP. Kalau Sekotong 95 persen termasuk wisatawan Eropah. yang nonton motoGP cuman lima persen. Kalau Lombok Utara masih kecil selain Gili baru 10 persen. Kalau di tiga gili okupansi 50 persen. Yang menonton MotoGP baru lima persen.

Tahun lalu dengan sekarang antusias penonton MotoGP beda. Kalau dulu sudah dinyatakan full. Sekarang masih bisa terisi. Masih bisa bergerak terus.  Penerbangan dan transportasi harus memadai. Apalagi harga ticket penerbangan masih sangat mahal Bali – Lombok. Bisa melebihi dari Jakarta – Lombok. ”Pemerintah harus ada di situ dengan penerbangan yang murah. Di sini untuk ke Lombok masih mahal. ‘’Jangan hotel saja tapi penerbangan tidak diperhatikan. Saya yakini pemerintah sudah hadir,’’ katanya.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed