by

Dinas Pariwisata NTB Himpun Data Homestay

MATARAM – Mulai Rabu 26 Januari 2022 kemarin, Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) memberikan fasilitas pelaku pariwisata yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO dan Ikatan Pramuwisata Indonesia (IPI) untuk menghimpun data kamar penginapan yang bisa digunakan oleh penonton balap MotoGP 18 – 20 Maret 2022 mendatang.

Perjalanan pendataan penginapan homestay, hotel melati dan camping ground yang dilakukan melalui Posko Harmony MotoGP dibantu Hospitality Indonesia Network (HIN) dilakukan di luar Mandalika, Mataram dan Senggigi, ‘’Kami kunjungi penginapan yang belum terjual kamar-kamarnya,’’ kata Ysron Hadi, Rabu 26 Januari 2022 siang.

Targetnya mendatangi delapaan spot untuk mendata keterisian kamar. Hari pertama dilakukan di Kabupaten Lombok Utara mulai di Kecamatan Pemenang di selatan hingga Bayan di ujung utara. Besok akan dilanjutkan di wilayah Sekotong di selatan barat kemudian Narmada di sebelah timur Kabupaten Lombok Barat.

Seterusnya, akan mendatangi Kabupaten Lombok Timur yang wilayahnya luas mulai dari Sembalun di lembah Rinjani, Jerowaru di selatan hingga home stay di desa wisata Tete Batu dan Labuan Haji. Juga ke Batukliang Utara dan Kopang di Lombok Tengah.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan kos-kosan maupun rumah warga  Jika masih ada kos-kosan rumah warga dan lainnya yang belum terdata biisa hubungi Posko Wisata Harmony MotoGP  di depan kantor Dinas Pariwisata NTB.

Setelah terdata kesemuanya, tiga hari berikutnya diyakini  menjadi tahu peta ketersediaan kamar yang bisa dipilih calon penonton balap MotoGP . Juga bisa dipublish sewaktu penyelenggaraan Travel Mart yang diselenggarakan di Hotel Aruna Senggigi, 29 – 30 Januari 2022.

Di beberapa area sudah mulai ada warga yang menawarkan kamar – kamar rumahnya sebagai homestay atau menyewakan rumah panggung di luar kota Mataram. Misalkan seorang warga di Mataram yang memiliki rumah panggung kayu di desa Saribaye Lingsar Lombok Brat, 20 menit dari Mattaram. Rumah tersebut terdiri dari dua kamar tidur, dapur, kamar mandi, kipas angina, kulkas.

Data PHRI NTB, ada 20.607 kamar se NTB. Jika penjualan ticket balap MotoGP mencapai 100 ribu lembar berarti akan terdapat kekurangan kamar. Di pulau Lombok kamar hotel berbintang sudah habis terjual Di Kabupaten Lombok Utara,  6.000an kamar hotel dan bungalow di Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Ari belum menjadi pilihan menginap.

Di Lombok Timur terdapat 1.532 kamar yang tersedia dari hotel bintang, vila, camping ground, homestay, sarana hunian pariwisata dan juga sebagai cadangan disiapkan rusunawa sebanyak 200 kamar di Labuhan Haji dan Labuhan Lombok.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Lombok Timur Muhammad Nursandi mengatakan akomodasi yang tersedia bagi tamu yang ingin bermalam di Lombok Timur. berupa hotel, homestay dan villa. Di sana, telah dihimpun adanya 156 homestay yang jumlah kamarnya 607,  23 hotel memiliki 315 kamar dan sebanyak 60 kamar di delapan vila.

Muhammad Nursandi menyebutkan diantara 22 titik wisata ada empat titik di pantai selatan yang jumlahnya 198 kamar  Sudah hampir habis dipesan. ‘’80 persen kamar di sana terisi,’’ ujar Nursandi.

Berjarak belasan kilometer, hunian hotel di wilayah Teluk Ekas dan sekitaranya selatan Lotim yang berdekatan dengan lokasi sirkuit Mandalika.

Sedangkan di Lombok Tengah, menurut Ketua Masyarakat Sadar Wisata Lombok Tengah Laalu Sandika Irwan, di 12 desa terdapat 2.292 kamar homestay. ‘’Ini masih tersedia,’’ ujarnya (*)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed