by

DigiXPreneur Festival 2022 di Universitas Teknologi Sumbawa  

SUMBAWA BESAR – Selama dua hari, 7 – 8 Juni 2022, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) menyelenggarakan acara tahunan DigiXpreneur Festivaal 2022.

Event yang menghadirkan 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan civitas akademika kampus serta pengusaha dan pelaku UMKM yang akan dibina menjadi pengusaha berbasis digital dengan meningkatkan kapasitas dan kemampuan digital guna memanfaatkan potensi ekonomi besar khususnya dari event Motor Cross Grand Prix International (MXGP) yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis M Nurjihadi, diharapkan melalui digiXpreneur ini, pengetahuan dan keterampilan digitalisasi yang didapatkan akan mampu menjadi stimulus para mahasiswa untuk dapat memanfaatkan peluang dan potensi ekonomi tersebut. ‘’Terkait potensi ekonomi dari perhelatan MXGP yang diprediksi akan mendatangkan sebanyak 75 ribu pengunjung,’’ katanya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (KPW BI NTB) Heru Saptaji juga berpesan agar para mahasiswa dapat menjadi entrepreneur yang terus bergerak menangkap peluang dan meningkatkan digitalisasi dalam berusaha, karena transaksi digital adalah harapan masa kini dan kedepan. Sebagai penutup, Heru Saptaji bersama dengan Generasi BI melakukan edukasi dan demo mengenai tata cara meng-upgrade QRIS Premium kepada seluruh tamu undangan dan peserta. Para perserta sangat antusias dan tertarik untuk melakukan upgrade QRIS Premium tersebut.

Sewaktu membuka acara, Rektor UTS Chairul Hudaya menyebutkan kehadiran Bank Indonesia diakui sebagai langkah penting dalam membangun dan meningkatkan sinergi antara Bank Indonesia NTB dengan UTS. ‘’Kami siap sedia ikut mengambil bagian dalam penyebarluasan penggunaan digitalisasi pembayaran, salah satunya melalui penggunaan QRIS,’’ ujarnya.

KPw BI NTB Heru Saptaji pada sesi Talkshow Pengembangan UMKM yang menyampaikan materi terkait Urgensi Digital Payment Untuk Meningkatkan Profit Bisnis UMKM Dalam Menyambut MXGP Samota. Ia menjelaskan terkait pertumbuhan perekonomian Provinsi NTB yang cenderung terus membaik di Triwulan I 2022 PDRB NTB dimana secara keseluruhan tumbuh sebesar 7,76 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 3,16 persen (yoy). Selain itu, pada bulan Mei 2022, Provinsi NTB mengalami inflasi sebesar 0,65 persen (mtm), menurun dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 1,16 persen (mtm).

Pertumbuhan ekonomi daerah ini juga ditandai dengan tingginya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa. Namun permintaan yang tinggi ini belum dapat dibarengi dengan ketersediaan pasokan yang ada sehingga menyebabkan tekanan inflasi di dalamnya. Pertumbuhan ekonomi yang disertai tingginya tekanan inflasi akan menjadi sia-sia karena tingkat kemakmuran masyarakat sendiri tercermin dari nilai inflasi yang rendah dan terkendali. Oleh karena itu, pemenuhan terhadap permintaan barang dan jasa yang tinggi ini harus dapat dilihat sebagai peluang usaha khususnya bagi UMKM.

Sebagai contohnya, BI sebagai role model melalui usaha pengembangan UMKM yaitu klaster vanili (merupakan salah satu produk dengan kualitas vanili terbaik di dunia) dan klaster kopi yang keduanya telah di ekspor ke mancanegara. Permintaan akan vanili dan kopi yang begitu banyak belum diimbangi dengan produksi yang dihasilkan. Hanya 10 persen permintaan yang dapat dipenuhi, sehingga 90 persen produksi masih kosong, artinya peluang tersebut harus dikejar dan pemanfaatan tekhnologi harus menjadi bagian utama dalam pengembangan usaha.

Heru Saptaji juga mengingatkan semua peserta untuk tetap menjaga dan meningkatkan optimisme dalam mencari peluang dan moment usaha yang tepat.

Sejalan dengan upaya BI untuk pencapaian stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui pengembangan ekonomi berbasis digital, kedepannya diharapkan transaksi pembayaran non-tunai dapat digunakan di berbagai sektor di Sumbawa khususnya UMKM yang harus berbasis digital.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed