by

Brand Baru Lombok Sumbawa : Infinite Experiences

MATARAM – Agar promosi destinasi wisata Lombok dan Sumbawa dimudahkan, Badan Promosi Pariwisata Daerah Nusa Tenggara Barat (BPPD NTB) meresmikan penggunaan tagline Infinite Experiences menggantikan Friendly Lombok dan Passionate untuk Sumbawa yang lima tahun sebelumnya sudah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Jum’at 9 Juli 2021 di Hotel Jayakarta Lombok, Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi meresmikan penggunaannya.

Tag line pariwisata Lombok Sumbawa selama ini yang dikenal adalah Friendly Lombok dan Passionate Sumbawa. Ketua BPPD NTB Ari Garmono menjelaskan pergantian brand pariwisata Lombok – Sumbawa tersebut, Ahad 11 Juli 2021 sore. ”Semula terpisah. Kami berpikir bahwa Lombok dan Sumbawa harus menjadi satu entitas yang tidak terpisahkan,” katanya.

Ia berpendapat bahwa dengan kekayaan alam, budaya, tradisi dari tiga entitas besar: Sasak, Samawa, Mbojo, perlu disatukan dalam sebuah identitas yang utuh. ”Kami memiliki segalanya,” ujarnya.

Brand baru ini, menyatukan dua destinasi Lombok-Sumbawa yang merupakan upaya untuk meningkatkan citra tidak hanya pariwisata Lombok juga pariwisata Sumbawa sebagai salah satu tujuan roadmap promosi BPPD NTB periode 2021 – 2024 mendatang.

Ke depan pariwisata bukan hanya menghadirkan pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga kehidupan baru, pengalaman baru. Lombok Sumbawa dengan segala kekayaannya diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang tak terhingga. Dari sejumlah tag line yang ada di tiap negara, BPPD NTB menghindari kemiripan dengan destinasi lain.

Ari Garmono mengatakan, sebagai salah satu tugas pokok BPPD NTB adalah meningkatkan kegiatan promosi pariwisata Lombok-Sumbawa sehingga tag line baru ini dirasa perlu dilakukan sebagai upaya meningkatkan citra pariwisata NTB ke depannya.

Dijelaskannya, upaya re-branding ini telah dilakukan kajian oleh BPPD NTB secara teoritis dan konsultasi kepada tim ahli baik di dalam dan luar negeri serta stakeholder pariwisata termasuk Dinas Pariwisata NTB. Kajian brand ini dilihat dari keunggulan/value propositions pariwisata NTB serta keunikan baik dari segi alam, budaya dan masyarakatnya.

Brand Infinite Experiences Lombok-Sumbawa memiliki keunggulan yang secara alam, budaya dan buatan yang tidak terbatas serta dapat bersaing tidak hanya ditingkat nasional bahkan di level internasional.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi berpendapat tagline diubah. ”Silahkan branding baru. Yang utama maju pariwisata dengan destinasi yang tertata baik dan ekonomi kreatifnya maju,” katanya sambil mengutip bunyi iklan Makannya apa saja yang penting minumnya teh sosro.

Tokoh muda pariwisata Indonesia berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat Taufan Rahmadi yang pernah menjadi  anggota Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar semasa Menteri Pariwisata dijabat Arief Yahya mengatakan sependapat adanya tagline baru tersebut. ”Saya sependapat saja. Yang terpenting saat ini bagaimana BPPD NTB mampu merancang strategi implementasi dari branding yang telah di tetapkan itu,” ujarnya.

Namun, Ketua Umum Gnerasi Pesona Indonesia Siti Chotijah yang juga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mataram menyatakan sedikit kecewa gonta ganti tanpa adanya studi yang dipublikasikan terlebih dahulu di kalangan pelaku pariwisata. ”Pariwisata milik semua, wajar jika kami bertanya why berubah – ubah terus,” ucapnya.

Siti Chotijah mengingatkan para pengambil kebijakan untuk tidak grusa grusu ambil keputusan. Ia menunjuk ditingkat Kementrian Pariwisata belum ada perubahan. ”Kalau secara nasional semasa tiga menteri terakhir ini tidak ada perubahan. Tetap Wonderful Indonesia,” ujarnya.

Malam itu, BPPD NTB juga melakukan pengumuman juara National Photography and Videography Contest 2021 dengan tema “Lombok Sumbawa Emerging Destination” sebagai event promosi perdana BPPD NTB yang didanai oleh Bank NTB Syariah. Sehingga peserta Lomba photography telah diikuti oleh 203 peserta nasional dari sekitar 25 kota se-Indonesia dengan total 824 foto untuk tiga kategori (culture/ heritage, landscape dan UMKM) dan lomba videography dengan total 54 video dari peserta nasional.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed