by

BI NTB Menyiapkan Rp 3,63 Triliun Untuk Ramadhan dan Idul Fitri

SEMBALUN – bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (BI NTB) memperkirakan outflow uang tunai pada Bulan Suci Ramdhan hingga Idul Fitri 1445 H mencapai Rp3,43 T meningkat 5 persen dari tahun lalu. UPK diperkirakan meningkat hingga 20 persen, sedangkan UPB dikisaran 4 persen. Untuk menjaga pemenuhan permintaan uang tunai, BI menyiapkan Posisi Kas Siap Edar (PKSE) sebesar Rp3,63 T

Menurut Kepala Kantorr Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap, guna menjaga pemenuhan uang tunai di masyarakat, telah disiapkan serangkaian kegiatan layanan kas yang dilakukan oleh BI bersama perbankan. ‘’Seperti:layanan penukaran uang secara serentak oleh 119 jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh wilayah NTB, ‘’ katanyakatanya sewaktu berbicara di depan peserta Capacity Building Froum Wartawan Ekonomi NTB yang diselenggarakan BI NTB di Hotel Bobo Cabin Sembalun Lombok Timur, Jum’at 16 Februari 2024 siang..

Selain itu juga dilakukan layanan kas keliling luar kota yang mengambil rute 3T dan area layanan yang jauh dari jangkauan perbankan, layanan penukaran uang bersama oleh BI dan perbankan yang dipusatkan di Islamic Centre.

Mengenai perkembangaan pertumbuhan keuangaan di NTB, Berry Arifsyah Harahap menyebutkan sepanjang tahun 2023, inflow tercatat sebesar Rp8.76 triliun tumbuh 10 persen (yoy) sedangkan outflow tercatat sebesar Rp10.38 triliun tumbuh 8 persen (yoy). ‘’Secara agregat, Provinsi NTB mengalami Nett-outflow sebesar Rp1,62 triliun,’’ ujarnya.

Pada tahun 2024, inflow diproyeksikan sebesar Rp9,13 triliun tumbuh 4 persen (yoy), outflow diproyeksikan Rp10,52 triliun tumbuh 2  persen dengan nett outflow Rp1,38 triliun. Pada 2 tahun terakhir, peredaran uang di Prov.NTB mengalami nett outflow terutama dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan uang pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan-Idul Fitri (RAFI) dan Natal Tahun Baru (NATARU).

Kondisi tersebut diperkirakan masih tetap terjadi pada tahun 2024 khususnya pada Tw.1 dengan adanya long weekend perayaan HBKN Isra Miraj, Imlek dan Nyepi serta PEMILU hingga memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri pada bulan April 2024.

Menjelang PEMILU 2024, outflow tercatat meningkat signifikan. Dalam catatan BI, sejak Januari hingga 13 Februari 2024, outflow mencapai Rp743 miliar meningkat 176 persen dari periode yang sama tahun lalu. Kebutuhan penyediaan perlengkapan peraga kampanye dan biaya logistik para kandidat diperkirakan menjadi faktor utama meningkatnya outflow uang tunai yang terjadi. Selain itu, faktor adanya HBKN Isra Miraj hingga Imlek yang berdampak pada long weekend juga turut mempengaruhi lonjakan kebutuhan uang tunai

Pada tahun 2023, temuan uang palsu yang dilaporkan ke Bank Indonesia berjumlah 589 lembar, jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. Mayoritas uang palsu diperoleh dari permintaan klarifikasi oleh perbankan ke Bank Indonesia. Berkurangnya temuan maupun laporan uang palsu ke BI tersebut bisa menjadi salah satu dampak dari tingkat awareness masyarakat terhadap keaslian uang Rupiah. Selain itu, faktor edukasi yang masif dilakukan oleh BI bersinergi dengan masyarakat dan mitra kerja juga menjadi faktor lain yang tidak dapat diabaikan.(*)