by

Beasiswa Bank Indonesia NTB untuk Mahasiswa Empat Perguruan Tinggi Swasta

MATARAM – Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat (BI NTB) memberikan beasiswa kepada mahasiswa empat perguruan tinggi swasta. Beasiswa diberikan selama dua tahun namun masing-masing mahasiswa penerima dijatah sekali setahun. Tahun berikutnya, dilakukan seleksi ulang penerimanya.

Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji melakukan penandatanganan disaksikan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah di ruang serba guna setelah Pertemuan Tahunan BI Tahun 2021 yang bertema Bangkit dan Optimis Sinergi dan Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi bagi Nusa Tenggara Barat Gemilang.

Perjanjian Kerjasama Beasiswa kepada empat universitas di Provinsi NTB, yaitu Universitas Hamzanwadi, Universitas Qamarul Huda Badaruddin, Universitas Pendidikan Mandalika, dan Universitas Bumigora. Selanjutnya dilakukan penyerahan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) secara simbolis oleh Wakil Gubernur Provinsi NTB, Sitti Rohmi Djalilah, dan didampingi oleh Heru Saptaji.

PSBI diserahkan kepada Kelompok Tani Sarang Burung Walet, Kelompok Tani Vanili, dan Pondok Pesantren Cendikia Darul Lutviyah Murni.

Ketika melakukan paparan Perkembangan Ekonomi Terkini dan Outlook 2022 Provinsi NTB. Perekonomian NTB, Heru Saptaji mengatakan terus membaik tercermindaripertumbuhanPDRBsejaktriwulanII-2021dantriwulan-III2021yangterustumbuh masing-masingsebesar4,76 persendan2,42 persen(yoy).

Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi pada triwulan I-2021 yang masih mengalami kontraksi sebesar -1,17 persen (yoy). ”Walaupun sedikit melambat pada triwulan-III 2021 yang diakibatkan oleh tekanan pada LU Perdagangan dan LU Transportasi akibat penerapan PPKM,” ujarnya.

Pengendalian kasus Covid-19 secara keseluruhan di Provinsi NTB sangat baik. Setelah pada triwulan III-2021 sempat mengalami lonjakan kasus akibat merebaknya varian delta, kini Provinsi NTB sudah memasuki risiko rendah dengan cakupan vaksinasi yang juga terus ditingkatkan. Tentunya ini berdampak pada kebijakan mobilitas yang semakin melonggar dan mendorong peningkatan kegiatan ekonomi.

Indikator terjaganya perekonomian NTB juga dapat dilihat dari inflasi NTB pada Oktober 2021 yang masih dalam koridor baik yakni 1,90 persen (yoy). Tentunya hal ini tidak lepas dari upaya dan ikhtiar melalui kebijakan pengendalian inflasi yang terus kita lakukan dengan baik. Selain itu, resiliensi stabilitas sistem keuangan NTB juga tetap terjaga baik tercermin dari kredit yang masih mengalami pertumbuhan 3,71 persen (yoy) serta NPL dan LAR yang masih berada pada level aman.

Kuatnya sektor keuangan tentunya tidak terlepas dari dukungan sistem pembayaran yang lancar dan handal. Dari sisi sistem pembayaran tunai, rata-rata perputaran uang mencapai Rp1,13 Triliun sedangkan untuk sistem pembayaran non tunai terus mengalami pertumbuhan terutama untuk uang elektronik dan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK).

Mencermati perkembangan indikator terkini, untuk Triwulan IV-2021 ekonomi NTB diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,01 s/d 5,81 persen (yoy) sedangkan untuk keseluruhan tahun 2021 pada kisaran 2,68 s/d 3,48 persen(yoy) dengan inflasi diperkirakan masih relatif in-line target inflasi Nasional pada kisaran 1,81 s/d 2,41 persen (yoy).

Untuk mencapai tujuan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah, terdapat 5 (lima) hal yang menjadi prioritas arah kebijakan Bank Indonesia Provinsi NTB di tahun 2021, yakni:

Pengembangan ekonomi yang berorientasi pada pengendalian inflasi; Pengembangan ekonomi berorientasi ekspor; Pengembangan ekonomi berbasis syariah;

Pengembangan ekonomi berbasis digital; dan

Pengembangan ekonomi inklusif

Dalam rangka menyongsong dan memanfaatkan peluang pemulihan ekonomi secara optimal dan bersiap dengan berbagai tantangan ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB pada tahun 2022 memiliki program unggulan untuk mempertahankan percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan nilai tambah perekonomian di wilayah NTB khususnya pada 3 sektor prioritas, yakni pertanian, pertambangan, pariwisata termasuk industri kreatif, untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di NTB.

Aktivitas perekonomian yang sudah mulai menggeliat perlu dipertahankan dan ditingkatkan, serta di sisi lain juga terdapat potensi kenaikan inflasi yang terjadi membutuhkan sinergi yang kuat satu sama lain dan inovasi untuk menciptakan solusi. Pada tahun 2022, diprakirakan ekonomi NTB akan tumbuh pada kisaran 5,47 persen s/d 6,27 persen (yoy) dibarengi tingkat inflasi pada kisaran 2,5 persen-3,5 persen (yoy).

Pada acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2021, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Aryadi, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, atas sinergi, peran, dan kontribusinya dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi dan mewujudkan cita-cita NTB Gemilang. Ke depannya, sinergi dan inovasi antara BI dan Pemerintah Daerah serta stakeholder lain diharapkan akan semakin kuat dalam rangka memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi Provinsi NTB.

Secara khusus, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB juga memberikan apresiasi kepada 9 (sembilan) mitra atau stakeholders terbaik pada berbagai kategori yaitu Bea Cukai Mataram, Balai Karantina Pertanian Kelas IA Mataram, BPS Provinsi NTB, ITDC Mandalika, PT. Bank Central Asia, PT. Bank NTB Syariah, PJSP Link Aja, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara, dan Rumah Sakit Biomedika. Apresiasi diberikan atas kontribusi dan dukungan stakeholders dalam implementasi berbagai program kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB di sepanjang tahun 2021.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed