by

Bandara Lombok Statusnya Tetap Internasional

Tanak Awu Pujut – Bandara Lombok yang berada di Desa Tanak Awu Kecamatan Pujut masih ada dalam status bandara internasional diantara 34 bandara yang diturunkan statusnya menjadi bandara domestik.

Penerbangan yang datang di Lombok dari luar negeri antara lain Kuala Lumpur 14 flight seminggu oleh Indo Air Asia Super Air Jet dan Air Asia Berhad. Adapun yang langsung dari Singapura oleh maskapai Scoot 4 penerbangan sepekan.

Selama tahun 2023 lalu, Dari semula yang datang 45.928 orang yang meninggalkan Lombok  sejumlah 45.342 orang.

Bandara Lombok yang memiliki luas 550 hektar, panjang landasan 3.300 meter mampu didarati B 777-300 ER yang mampu terbang hingga sejauh 13.649 kilo meter. Menurut Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP)  I – Bandara Lombok Arif Haryanto, setahun kemarin, 2023, mengangkut rang yang datang dari 9 negara mulai dari Malaysia, Singapore, Inggris, Jerman, Perancis, Cina, Australia dan Amerika Serikat daan Belanda.

Mereka yang datang ke Lombok setelah menempuh perjalanan dari London sejauh 12.602 kilometter (km), Seremetyevo Rusia  (10.122 km, Abudabi (7.628), Dubai 7.596 km, AucklandNew Zealand (6646), Narita Tokyo Jepang 5.558 km, Incheon Korea 5.226), Shanghai Cina 4.020 km, Hongkong 3.4446 km. ‘’Mudah-mudahan event internasional seperti MotoGP 2024 yang digelar di Mandalika pada September 2024 mendatang bisa semakin meningkat pergerakan penumpang rute internasional dari dan ke Lombok,’’ katanya.

Diharapkan keberadaan Bandara Lombok yang tetap berstatus sebagai bandara internasional ini dapat berdampak semakin positif terhadap konektivitas udara, pariwisata, serta perekonomian di Nusa Tenggara Barat dan Indonesia. Mudah-mudahan event internasional seperti MotoGP 2024 yang digelar di Mandalika pada September 2024 mendatang bisa semakin meningkatkan pergerakan penumpang rute internasional dari dan ke Lombok.

Arif Harryanto mengatakan jumlah penumpang rute internasional di Bandara Lombok tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika membandingkan jumlah penumpang internasional periode Januari – Maret 2024 yang tercatat berjumlah 64.672 penumpang dengan periode yang sama tahun 2023 lalu yang ada di angka 35.351 penumpang, terdapat peningkatan sebesar 83 persen.

Jumlah penumpang rute internasional di Bandara Lombok tercatat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika membandingkan jumlah penumpang internasional periode Januari-Maret 2024 yang tercatat berjumlah 64.672 penumpang dengan periode yang sama tahun 2023 lalu yang ada di angka 35.351 penumpang, terdapat peningkatan sebesar 83 persen.

Berikut 17 Bandara Internasional setelah Keputusan Menteri Nomor 31/2024 tentang Penetapan Bandar Udara Internasional tanggal 2 April 2024 lalu.

  1. Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh
    2. Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara
    3. Bandara Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatra Barat
    4. Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau
    5. Bandara Hang Nadim, Banten, Kepulauan Riau
    6. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
    7. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, DKI Jakarta
    8. Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat
    9. Bandara Kulonprogo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta
    10. Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur
    11. Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali
    12. Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, NTB
    13. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur
    14. Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan
    15. Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
    16. Bandara Sentani, Jayapura, Papua
    17. Bandara Komodo, Labuan Bajo, NTT

Sedangkan 17 bandara yang statusnya berubah menjadi bandara domestik:

  1. Bandara Maimun Saleh, Sabang, NAD
    2. Bandara Sisingamaraja XII, Silangit, Sumatera Utara
    3. Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kep. Riau
    4. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan
    5. Bandara Raden Inten II, Bandar Lampung, Lampung
    6. Bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Bangka Belitung
    7. Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat
    8. Bandara Adi Sutjipto, Sleman, DIY
    9. bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah
    10. Bandara Adi Soemarno, Solo, Jawa Tengah
    11. Bandara Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur
    12. Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat
    13. Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara
    14. Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
    15. Bandara El Tari, Kupang, NTT
    16. Bandara Pattimura, Ambon, Maluku
    17. Bandara Frans Kaiseipo, Biak, Papua.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed